skip to main |
skip to sidebar
* Tiga Kandidat Siap Rebut Posisi Ketua
Oleh Hieronimus Bokilia
Ende
, Flores Pos
Musyawarah Cabang Pemuda Katolik Cabang Ende diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang dapat menjalankan roda organisasi secara profesional sesuai dengan amanat Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Diharapkan pula, melalui proses musyawarah cabang peserta dapat memberikan pokok-pokok pikiran yang terbaik demi kemajuan organisasi.
Harapan itu disampaikan Bupati Ende, Don Bosco M Wangge dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Hendrikus Seni saat membuka Musyawarah Cabang Pemuda Katolik Cabang Ende di aula Olangari, Jumad (4/9). Sebelum seremonal pembukaan, terelbih dahulu digelar misa yang dipimpin Vikep Ende, Romo Ambrosius Nanga, Pr dimeriahkan kor dari SMAK Santu Petrus.
Bupati Ende lebih lanjut mengatakan, kegiatan muscab hendaknya menjadi momentum penting bagi segenap pengurus dan anggota untuk kembali menjadi wadah yang benar-benar melahirkan kader-kader katolik yang tangguh dan siap berkarya bagi masyarakat Kabupaten Ende. Dari musyawarah ini diharapkan pula mampu memberikan pendidikan politik berorganisasi bagi anggota dan masyarakat pada umumnya.
Dikatakan perubahan IPTEK telah berdampak pada segala aspek kehidupan manusia. Kemajuan nini selain memberikan kemudahan-kemudahan juga telah berdampak pada perubahan pola pikir dan pola tindak masyarakat sehinga nilai-nilai iman, moral dan etika dalam kegiupan juga bergeser. Jika tidak disikapi secara arif bukan tidak mungkin degradasi moral kaum muda berada di ambang kehancuran. Sebagai warga bangsa dan umat, Pemuda Katolik memikul tanggung jawab mewujudkan semangat cinta kasih dan pengabdian dengan melayani sesama manusia.
Wadah Pemuda Katolik diharapkan mampu melahirkan kader-kader pemimpin daerah maupun bangsa yang berkualitas. Hendaknya pula menjadi tempat bagi anggota memperoleh pencerdasan dan pencerahan agar tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus globalisasi serta menjawab tuntutan zaman.
Ketua Pemuda Katolik Cabang Ende, Abraham Badu pada kesempatan itu mengatakan, selama masa kepemimpinannya visi dan misi yang diembannya belum dapat terlaksana sepenuhnya karena mengalami kesulitan-kesulitan tertentu. Untuk itu dia berharap kepada pengurus yang baru nanti untuk melanjutkan terus perjuangan guna mencapai tujuan sesuai amanat AD/ART organisasi.
Dikatakan, sebagai ketua dia tidak memiliki anak emas yang diprioritaskan karena itu semua pengurus adalah kader. Oleh karena itu dia berharap muscab dapat membuahkan hasil yang berkualitas. “Hilangkan kebiasaan kurang demokratis, paksakan kehendak kepada orang lain dan biarkan jalan sesuai mekanisme dan prosedur yang diamanatkan dalam AD/ART.”
Ketua Panitia Cornelis Wenggo dalam laporannya mengatakan, muscab adalah amanat organisasi yang syarat makna yang perlu dipatuhiu dan diyakini menjadi nafas dalam menggerakan organisasi. Dalam muscab ini, lanjut Wenggo, dihadiri oleh jajaran pengurus di tingkat kabupaten juga utusan dari setiap paroki yang terdapat di dalam wilayah Kevikepan Ende. 25 paroki masing-masing mengutus dua orang utusan untuk hadir dalam muscab ini.
Embukaan ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan Asisten I Setda Ende, Hendrik Seni disaksikan Ketua Pemuda Katolik Abraham Badu dan Ketua Panitia Muscab Cornelis Wenggo.
Informasi yang dihimpun dalam muscab ini ada tiga kandidat yang akan tampil memperbutkan posisi ketua masing-masing Gabriel Dala Ema, Erikos Rede dan John Pela. Ketiganya masing-masing telah menggalang kekuatan untuk memperebutkan posisi Ketua Pemuda Katolik.
* Secara Estafet Melalui Maumere ke Larantuka
Oleh Hieronimus Bokilia
Ende, Flores Pos
Dinas Sosial Kabupaten Ende membantu memfasilitasi pemulangan 37 tenaga kerja yang berhasil digagalkan pemberangkatan mereka ke Kalimantan. Pemulangan mereka tersebut dilakukan secara estafet oleh Dinas Sosial dan akan dilanjutkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sikka selanjutnya meneruskan ke Dinas Sosial Folres Timur untuk memulangkan mereka menggunakan feri ke Kupang. Di Kupang mereka akan diterima Dinas Sosial dan selanjutnya dikembalikan ke kampung halaman masing-masing.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ende, Marmi Kusuma kepada Flores Pos di ruang kerjanya, Kamis (3/9) mengatakan, tindaklanjut setelah pengamanan yang dilakukan oleh aparat Polres Ende terhadap 37 tenaga kerja yang hendak diberangkatkan ke Kalimantan adalah memulangkan mereka ke kampung halaman mereka masing-masing. Pemulangan para tenaga kerja tanpa dokumen tersebut dilakukan secara estafet artinya Dinas Sosial Ende mendampingi mereka ke Maumere selanjutnya diteruskan ke Larantuka oleh Dinas Sosial Sikka dan diterima Dinas Sosial Flores Timur untuk memberangkatkan mereka ke kupang menumpang kapal feri yang dijadwalkan pada Sabtu nanti. Selanjutnya setelah tiba di Kupang, mereka akan diterima Dinas Sosial di Kupang untuk kemudian diatur pemulangan mereka ke kampung halaman masing-masing.
Kusuma mengatakan, sebelum mereka dipulangkan, terlebih dahulu diberikan pembinaan seperlunya kepada para tenaga kerja. Pembinaan itu perlu diberikan agar mencegah mereka bekerja ke luar daerah tanpa dilengkapi dokumen-dokumen sesuai aturan yang berlaku. Menurutnya, pemerintah tidak dapat melarang semua orang untuk mencari pekerjaan. “Kita tidak larang mereka pergi cari kerja. Hanya saja kita arahkan mereka harus melengkapi dokumen yang lengkap sesuai regulasi yang berlaku.”
Penanganan kasus-kasus tenaga kerja seperti itu, kata Kusuma bukan baru kali ini ditangani Dinas Sosial. Dinas sudah seringkali membantu memfasilitasi memulangkan para tenaga kerja baik yang ditangkap dan diamankan pada saat diberangkatkan maupun tenaga kerja yang dideportase. Bahkan, kata dia, pada saat penangkapan tenaga kerja asal Timor itu, dinas baru saja memulangkan tenaga kerja asal Manggarai pada hari yang sama.
Dia mengimbau kepada masyarakat yang hendak bekerja ke luar daerah agar berupaya memenuhi segala kelengkapan yang dibutuhkan sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, dia berharap agar keberangkatan mereka juga harus melalui jalur resmi. Hal itu akan mempengaruhi mereka saat berada di tempat kerja. Pengalaman selama ini terutama tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja ke Malaysia melalui jalur ilegal banyak yang diperlakukan tidak wajar dan dideportase karena tidak mengantongi dokumen resmi. Bahkan da yang tidak dibayar gajinya atau dibayar dengan gaji rendah. “Mau protes tidak bisa karena diancam dilaporkan ke petugas keamanan. Jadi karena tidak ada dokumen akhirnya terima saja perlakuan tidak adil itu. Ini yang harus dihindari sejak awal.”
Wakil Kepala Kepolisian Resor Ende, Kompol Arly Jembar Jumhana di ruang kerjanya, Kamis didampingi Kepala Satuan Reserse dan Kriminal, Iptu Nugraha Pamungkas mengatakan, ke-37 tenaga kerja yang diamankan tersebut setelah diperiksa dan diselidiki untuk sementara mereka mengaku akan diberangkatkan ke Kalimantan. Polisi belum menemukan adanya indikasi mereka akan diberangkatkan ke Malaysia karena dari pengakuan mereka semuanya mengatakan mau berangkat ke Kalimantan. Selain itu, kata Jumhana, sesuai laporan Kasat Reskrim yang melakukan kontak dengan pihak keluarga pra tenaga kerja di timor mengakui mereka hendak diberangkatkan ke Kalimantan untuk dipekerjakan di perkebunan kelapa sawit. Bahkan ada diantara para tenaga kerja yang mengaku tidak mau kalau dibawa untuk bekerja di Malaysia. Selain memulangkan 37 tenaga kerja, polisi uga memulangkan dua orang penyalur yang membawa mereka.
Namun, kata Jumhana, itu hasil penyelidikan sementara. Hasil itu bisa berkembang tergantung penyelidikan polisi lebih lanjut. “Kalau nanti ada indikasi ke arah lain, penyidikan akan berkembang.” Dia berkomitmen jika nanti ternyata ada tindakan pidana tenaga kerja akan ditindaklanjuti lebih lanjut.
Dikatakan, para tenaga kerja yang diamankan itu pada malam kemarin diinapkan di gedung Bhayangkari Polres Ende. Karena tidak memiliki dokumen lengkap maka tenaga kerja yang ada akan dipulangkan. Untuk pemulangan mereka polisi telah berkoordinasi dengan Dians Sosial untuk membantu memulangkan mereka ke kampung halaman masing-masing.
* Semua Kader Berpeluang Pimpin Pemuda Katolik
Oleh Hieronimus Bokilia
Ende, Flores Pos
Menurut rencana, Jumad (4/9) hari ini, Pemuda Katolik Komisariat Cabang Ende menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) untuk memilih pengurus baru periode 2009-2013. untuk kegiatan muscab ini, semua kader Pemuda Katolik memiliki peluang yang sama untuk maju mencalonkan diri menjadi calon Ketua Pemuda Katolik.
Hal itu dikatakan Ketua Panitita Muscab Pemuda Katolik, Cornelis M Wenggo kepada Flores Pos, Kamis (3/9) didampingi Sekretaris Panitia, Wilhelmus Wono. Wenggo mengatakan, kesiapan panitia pelaksana muscab untuk menggelar kegiatan ini sudah dilaksanakan dan panitia sudah sangat siap mengelar muscab. Seluruh persiapan untuk mensukseskan muscab telah dilaksanakan termasuk mendistibusi undangan kepada 25 paroki yang ada di wilayah Keuskupan Agung Ende.
Dikatakan, dalam muscab ini karena bertujuan untuk memilih kepengurusan yang baru maka diharapkan ketua terpilih nantinya bisa menjalin kerja sama dengan seluruh kepengurusan yang terbentuk agar roda organisasi ke depan dapat berjalan sebagaimana diamanatkan AD/ART organisasi. Panitia juga mengharapkan agar ketua terpiluih nanti mampu mengemban amanat AD/ART, menjalin kerja sama dengan pengurus dan kader partai sehingga roda organisasi beenar-benar digerakan.
Sekretaris Panitia Muscab, Wilhelmus Wono mengatakan, dalam msucab ini, semua kader Pemuda katolik memiliki hak yang sama untuk mengajukan diri sebagai calon ketua. Hal itu menanggapi pernyataan Gabriel Dala Ema yang menyatakan siap maju sebagai calon ketua. Menurutnya, panitia tidak berpihak kepada kader manapun dan membuka diri terhadap semua kader Pemuda Katolik yang memenuhi syarat untuk mencalonkan diri. “Kita buka pintu lebar-lebar untuk semua kader yang mau maju jadi ketua. Kita tidak anak emaskan kader tertentu.” Panitia kata Wono bersikap objektif atas kehadiran semua kader Pemuda Katolik.
Panitia, kata dia bersifat netral dan tidak mendukung kader manapun. Menurutnya, semua kader punya hak mencalonkan diri dan forum muscab yang menentukan siapa kader terbaik yang mampu memimpin organisasi ke depan. Hanay saja diharapkan agar siapapun yang nanti terpilih hendaknya mampu menjalankan roda organisasi sehinga kerja panitia dalam muscab ini tidak terkesan sia-sia. Ketua terpilih harus mampu menjalankan amanat AD/ART organisasi dan mampu merangkul semua unsur dalam membesarkan organisasi ini ke depan.
* Prioritaskan yang Tidak Miliki Rumah
Oleh Hieronimus Bokilia
Ende, Flores Pos
Anggota DPRD Ende yang hendak menempati perumahan dinas Dewan diminta untuk mengajukan permohonan kepada pimpinan Dewan. Langkah itu perlu dilakukan mengingat jumlah rumah dinas yang disediakan saat ini hanya sebanyak 14 unit. Bagi anggota Dewan yang belum menempati rumah dinas maka kepada mereka akan tetap diberikan tunjangan perumahan.
Hal itu dikatakan Ketua Sementara DPRD Ende, Marselinus YW Petu kepada Flores Pos di ruang kerjanya, Selasa (2/9). Marsel petu mengatakan, pengajuan permohonan dari anggota Dewan yang mau menempati rumah dinas itu perlu dilakukan agar pimpinan dapat mengatur penempatan rumah dinas tersebut. Apalagi, kata Petu, rumah dinas yang disediakan saat ini hanya 14 unit sehinga perlu diatur pendistribusiannya. Dalam pendistribusian penempatan rumah dinas kepada anggota Dewan, perlu diatur dengan memprioritaskan anggota Dewan yang belum memiliki rumah di Ende.
Menurut Petu, jika rumah dinas yang disediakan sebanyak 27 unit maka tidak ada permasalahan dalam pendistribusian karena tinggal masing-masing anggota Dewan memilih rumah mana yang mau ditempati. “Tapi karena jumlahnya hanya 14 jadi perlu kita atur pendistribusiannya.” Pengajuan permohonan, kata dia ditujukan kepada semua anggota Dewan dan sejauh ini hampir semua anggota Dewan mengajukan permohonan untuk menempati rumah dinas.
Bagi anggota Dewan yang tidak menempati rumah dinas, kata Petu maka anggota Dewan dimaksud akan mendapatkan tunjangan perumahan. Namun dia belum tahu pasti apakah dana tunjangan perumahan itu sudah langsung dialokasikan sejak anggota Dewan dilantik atau belum. Kemungkinan, kata dia setelah alat kelengkapan Dewan terbentuk baru jelas pengalokasian dana itu. Hal itu mengingat menyangkut tunjangan-tunjangan bagi anggota Dewan sejauh ini belum dianggarkan.
Namun dikatakan, sebagai anggota Dewan, sejak dilantik hak-hak protokolrenya sudah harus dilayani atau dipenuhi. Tetapi karena kondisi-kondisi itu masih bisa dipahami oleh anggota Dewan.
Kepala Bagian Keuangan, Sekretariat DPRD Ende, Gregorius Gadi kepada Flores Pos di ruang kerjanya mengatakan, sesuai kesepakatan rapat DPRD yang baru dilaksanakan menetapkan bahwa anggota Dewan yang mau menempati rumah dinas harus mengajukan surat permohonan kepada pimpinan Dewan. Dari surat permohonan itu, kata Gadi baru pimpinan mendisposisikan penempatannya kepada anggota Dewan.
Bagi anggota Dewan yang tidak menempati rumah dinas, kata Gadi, akan dialokasikan kepada mereka dana tunjangan perumahan. Dana perumahan yang dialokasikan selama ini sebesar Rp1 juta per bulan. Dan untuk anggota Dewan periode 2009-2014 ini dana tunjangan perumahan mereka dihitung sejak bulan September. Sedangkan untuk rumah dinas yang ditempati itu, dialokasikan juga dana rehabilitasi dengan melihat kondisi rumah yang ada. Pengalokasian dana rehabilitasi itu juga dengan memperhatikan kondisi rumah yang ada baik yang sudah ditempati maupun yang belum ditempati selama ini. “Kita tetap alokasikan dana untuk rehab-rehab ringan 14 unit rumah di perumahan dinas Dewan.”
* Dicurigai Diberangkatkan ke Malaysia
Oleh Hieronimus Bokilia
Ende
, Flores Pos
Aparat Kepolisian Resor Ende berhasil menggagalkan pemberangkatan 37 tenaga kerja yang direkrut dari daratan Timor yang hendak diberangkatkan ke Kalimantan. Ke-37 tenaga kerja ini diberangkatkan menumpang KM Awu tanpa dilengkapi dokumen ketenagakerjaan yang resmi dari Dinas Tenaga Kerja. Kemungkinan besar mereka akan diberangkatkan ke Malysia. Para tenaga kerja ini akan dikembalikan ke tempat asalnya masing-masing setelah polisi mengambil keterangan dari mereka dan berkoordinsai dengan Dinas Sosial Ende.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Ende, Iptu Nugraha Pamungkas di Kantor Polres Ende, Rabu (2/9) mengatakan, keberhasilan Polres Ende mengagalkan keberangkatan 37 tenaga kerja bersama dua orang perekrut mereka itu berkat informasi salah seoarang anggota polisi yang sedang dalam perjalanan untuk cuti ke Sumba. Informasi yang diperoleh menyebutkan, anggota polisi itu mengenali salah satu dari sejumlah tenaga kerja dimaksud dan saat ditanya katanya mereka mau ke Kalimantan. Mendapatkan informasi seperti itu, dia lalu menghubungi Polres Ende untuk mengecek keberadaan tenaga erja dimaksud mengingat kapal yang ditumpangi akan menyinggahi Pelabuhan Ende. Para tenaga kerja yang berhasil diamankan itu rata-rata berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Timor tengah Utara. Ada juga tenaga kerja dari Kabupaten Alor dan negara tetangga Timor Leste.
Dari informasi tersebut, kata Pamungkas, aparat baik dari intel, reskrim dan samapta diturunkan ke Pelabuhan Ipi guna melakukan pengecekan. Dari pengecekan didapati sejumlah tenaga kerja yang hendak diberangkatkan ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat namun tidak memiliki dokumen resmi. Menyikapi hal itu polisi segera melakukan tindakan pengamanan terhadap para tenaga kerja. Dua orang perekrut yang membawa mereka juga berhasil diamankan sedangkan satu orang lainnya berhasil meloloskan diri. Setelah diamankan, para tenaga kerja langsung dibawa ke Polres Ende guna diambil keterangannya.
Dikatakan, melihat tenaga kerja yang jumlahnya begitu banyak, dia tidak yakin kalau mereka akan dibawa untuk dipekerjakan di Kalimantan. Dia mencurigai kalau mereka akan dibawa ke Malaysia. Apalagi dari keterangan salah seorang tenaga kerja yang semula ditanyai mengaku mereka seolah didoktrin agar mengatakan kepada siapapun yang bertanya bahwa mereka akan dipekerjakan di Kalimantan. Namun sebenarnya tujuan mereka diberangkatkan adalah ke Malysia untuk bekerja di kebun kelapa sawit. Untuk itu, lanjut Pamungkas, pihaknya akan intensif memeriksa para tenaga kerja agar mereka bisa memberikan keterangan yang sebenarnya.
Jika ternyata mereka direkrut untuk bekerja di Malaysia maka jelas sudah menyalahi ketentuan undang-undang PJTKI. Jika memang menyalahi ketentuan, kata dia maka jelas pelaku perekrutan para tenaga kerja ini akan dikenai sanksi. “Untuk sanksi jelas mereka melangar UU PJTKI dengan ancaman hukuman paling rendah satu tahun dan paling tinggi lima tahun.”
Thomas Edison, warga Wewaria, salah satu perekrut para tenaga kerja itu kepada Flores Pos di Polres Ende mengatakan, dia bekerja di kalimantan Barat di salah satu perusahaan kelapa sawit bernama PT Horap Sawit Lestari. Dia diminta manajemen perusahaan untuk merekrut tenaga kerja. Namuns aat ditanya soal dokumen para tenaga kerja dia mengatakan bahwa saat ditanyakan dokumen pihak generam manager di perusahaannya mengatakan bahwa jika ada kendala di Dinas Tenaga Kerja pihak perusahaan yang langsung mengontak. Oleh karena itu mereka tidak lagi mengurus surat-surat untuk memberangkatkan para tenaga kerja dimaksud.
Diakui Edison, 10 tenaga kerja yang dia rekrut dari wilayah TTU dan TTS itu akan dipekerjakan ke kebun kelapa sawit tempat dia bekerja. Dia membantah keras jika para tenaga kerja yang dia rekrut itu akan dipekerjakan ke Malaysia. Dia mengakui, tenaga kerja yang dia bawa sempat ditahan di Pelabuhan Tenau Kupang oleh petugas intel dan Satuan KP3 laut Tenau Kupang. Namun setelah dijelaskan bahwa mereka akan dipekerjakan di Kalimantan Barat akhirnya diijinkan naik ke kapal.
Sementara perekrut tenaga kerja lainnya, Sabnat isu mengatakan, dia membawa sebanyak 13 orang namun dari jumlah itu hanya 10 orang tenaga kerja yang dia rekrut sedangkan yang lainnya adalah keluarga yang hendak dibawa ke Kalimantan Tengah. Para tenaga kerja yang dia rekrut, kata Sabnat akan dipekerjakan di kebun kelapa sawit sebagai pemetik buah di kebun kelapa sawit milik PT Mina Mas di kebun Pemantan Estate Kabupaten Waringin Kalimantan Tengah.
Pantanau Flores Pos di Polres Ende, para tenaga kerja sebanyak 37 orang bersama dua orang perekrut didata oleh polisi di halaman Polres Ende. Sejumlah tenaga kerja sempat dipanggil oleh Kasat Reskim Nugraha Pamungkas untuk diinterogasi secara khusus. Namun mereka tetap mengakui bahwa mereka direkrut untuk dipekerjakan di Kalimantan bukan ke Malaysia. Berulang kali Pamungkas mencoba menanyai mereka soal keberangkatan mereka ke Malaysia namun mereka tetap mengatakan bahwa mereka diberangkatkan untuk bekerja di Malaysia.
Namun salah seorang tenaga kerja Arno Neinabu mengaku bahwa mereka akan diberangkatkan bekerja ke Malaysia. Namun oleh para perekrut mereka diminta untuk mengaku kepada siapapun yang bertanya kepada mereka bahwa mereka akan diberangkatkan untuk bekerja di Kalimantan. Terhadap pengakuan Neinabu ini, pamungkas mengatakan bahwa modusnya memang biasanya demikian. Para tenaga kerja didoktrin untuk mengaku kepada siapapun bahwa mereka diberangkatkan untuk bekerja di Kalimantan bukan untuk ke Malaysia. Namun diakuinya, polisi akan terus melakukan pemeriksaan terhadap para tenaga kerja yang diamankan itu. Jika nantinya ternyata mereka memang hendak diberangkatkan ke Malysia maka para perekrut dapat dikenai sanksi hukum sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku terutama UU PJTKI.
* Dahulukan Pembentukan Alat Kelengkapan DPRD
Oleh Hieronimus Bokilia
Ende, Flores Pos
DPRD Ende kembali diminta untuk membatalkan rencana keberangkatan ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan orientasi. Dewan diminta untuk lebnih memprioritaskan hal-hal yang diangap lebih mendesak seperti membahas pembentukan alat kelengkapan Dewan juga mengutamakan kepentingan-kepentingan masyarakat yang sangat membutuhkan air minum bersih dan jalan.
Hal itu dikatakan salah seorang pengurus Partai Serikat Indonesia (PSI) Ende, Silvester Siwa saat mendatangi Kantor Redaksi Flores Pos di Jalan El tari, Rabu (2/9). Dia mengatakan, masuknya 25 wajah baru di lembaga Dewan telah memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk bisa membuat sesuatu yang lebih berarti bagi masyarakat. Namun harapan itu seolah sirna dengan rencana keberangkatan 17 anggota Dewan dari 30 anggota Dewan pada gelombang pertama ini ke Jakarta hanya untuk mengikuti orientasi. Padahal, kata dia, sebagai seorang anggota DPRD tentu mereka sudah memiliki sejumlah kemampuan yang tidak diragukan lagi oleh masyarakat sehingga mempercayakan mereka duduk di kursi Dewan. “Apalagi mereka jalan di saat mereka belum pernah melakukan aktifitas rutin kedewanan.”
Namun dengan rencana orientasi seperti itu, kata Siwa, anggota Dewan tidak ubahnya seperti calon mahasiswa baru yang perlu mengiktui orientasi pengenalan kampus (ospek) agar lebih mengenal kampus yang akan menajdi tempat kuliahnya. Kegiatan orientasi yang akan diikuti anggota Dewan, kata dia memang bisa mmebantu mereka dalam melaksanakan tugas namun seharusnya dipertimbangkan lebih dahulu memprioritaskan hal-hal yang lebih urgen untuk dilaksanakan saat sekarang ini. Saat ini, kata Siwa, banyak warga masyarakat terutama di wilayah Penggajawa yang minum air yang sebenarnya tidak layak diminum yang butuh perhatina. Selain itu warga di Lio Timur yang butuh jalan yang layak.
Untuk itu, kata Siwa, orientasi yang mau dilaksanakan pada waktu dekat ini agar ditangguhkan terlebih dahulu. Menurut dia, keberangkatan lebih kurang 30 anggota Dewan jelas membutuhkan anggaran yang besar. Padahal, dana itu bisa dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang selama masa kampanye telah dijanjikan untuk dipenuhi apa yang dibutuhkan mereka. “Ini uang rakyat jadi perlu dibicarakan dan dipikirkan matang-matang pemanfaatannya,” kata Siwa mengkritik Wakil Ketua Sementara DPRD Ende, Frans Taso yang mengatakan soal uang tidak perlu dibahas.
Menyinggung keberangkatan anggota Dewan juga untuk kepentingan konsultasi ke Jakarta, Siwa katakan, jika hanya untuk kepentingan konsultasi seharusnya cukup unsur pimpinan bersama staf sekretariat saja yang berangkat. “Knapa mesti banyak-banyak orang ke sana hanya untuk konsultasi?” tanya Siwa. Menurutnya, jika hanya unsur pimpinan dan pihak sekretariat dewan yang konsultasi ke Jakarta tentu sangat menghemat biaya. Selain itu, kata Siwa, dia lebih memilih jika orientasi semacam itu dilaksanakan di Ende atau di Kupang dengan mendatangkan pembicara dari Depdagri. Langkah itu menurut dia akan lebih menghemat biaya yang dikeluarkan.
Anggota DPRD Ende dari Partai Bulan Bintang, Sudrasman Nuh di gedung Dewan mengatakan, secara pribadi dia sepakat jika orientasi cukup dilaksanakan di Ende dengan mendatangkan pembicara dari Departemen Dalam Negeri. Menurutnya, langkah seperti itu justru lebih efektif dan efisien ketimbang harus seluruh anggota Dewan yang berangkat ke Jakarta untuk mengikuti orientasi. Diakuinya, orientasi merupakan amanat aturan yang harus dijalankan. Namun kalau ada alternatif yang lebih efisien dan efektif hendaknya dipertimbangkan karena di dalam aturan toh tidak mengharuskan bahwa orientasi harus dilaksanakan di Depdagri di Jakarta. Namun, kata Nuh, karena hal itu sudah diputuskan oleh pimpinan secara kelembagaan maka sebagai anggota Dewan dia juga harus mengikutinya.
Dikatakan, sejak pelantikan pada 27 Agustus lalu, banyak harapan masyarakat yang ada di pundak anggota DPRD Ende. Harapan-harapan itu harusnya diwujudnyatakan dengan tindakan nyata anggota Dewan. Salah satunya adalah dengan mulai bersidang dan membentuk alat kelengkapan Dewan agar lembaga Dewan sudah bisa menunjukan eksistensinya. Soal aturan lama atau aturan baru yang diberlakukan tidak ajdi soal yang penting dilakukan pembahasan terlebih dahulu. “Kenapa tidak bentuk alat kelengkapan Dewan agar bisa berbuat sesuatu dan agendakan apa yang bisa dibuat? Selama beberapa hari ini kita hanya datang, duduk dan dengar lalu pulang. Tidak ada kegiatan apa-apa.”
Dikatakan, Dewan harus berpikir jauh ke depan mengingat pelantikan dilakukan di masa-masa akhit rahun anggaran. Agenda pembahasan APBD 2010 sudah di depan mata dan jika tidak dipikirkan secara bijak maka akan terjadi keterlmabatan dalam pembahasan ini. Padahal, dengan pembahasan itu, apa yang menjadi harapan masyarakat kepada anggota Dewan setidaknya dapat diwujudnyatakan dalam APBD 2010. “Secara politik di awal ini kita harus bisa buat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.”
Anggota Dewan dari Partai Kebangkitan Bangsa, Anwar Liga mengatakan, orientasi merupakan kegiatan yang sudah diatur di dalam aturan dan bukan asal dilaksanakan. Pelaksanaan orientasi juga memiliki arti penting terutama bagi anggota Dewan agar ke depan dalam melaksanakan tugas dan fungsi berjalan sesuai aturan yang telah digariskan. Menurut dia, kegiatan orientasi seperti ini tidak saja untuk Ende tetapi seluruh Indonesia dilaksanakan kegiata yang sama. Berbicara soal kemampuan, kata Anwar, adalah merupakan hal yang relatif. Setiap orang terutama anggota Dewan memiliki kemampuan namun kemampuan yang ada sesuai bidang tugas masing-masing. Soal keahlian menyangkut keberadaan di lembaga Dewan adalah hal yang baru karena itu butuh orientasi untuk bisa lebih memahami peran dan fungsi dan kerja-kerja di lembaga Dewan.
* Gaby Ema Siap Maju Pimpin Pemuda Katolik Ende
Oleh Hieronimus Bokilia
Ende, Flores Pos
Pemuda katolik Komisariat Cabang Ende dalam waktu dekat segera menggelar musyawarah cabang (Muscab) untuk memilih kepengurusan yang baru periode 2009-2013. Muscab merupakan amanat anggaran dasar/anggaran rumah tanga (AD/ART) organisasi yang harus dilaksanakan oleh kepengurusan yang mau berakhir masa kepengurusannya.
Ketua Panitia Muscab Pemuda Katolik Komisariat Cabang Ende, Cornelis M Wenggo kepada Flores Pos, Rabu (2/9) mengatakan, panitia sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk kelancaran dan mensukseskan pelaksanaan muscab dimaksud. Muscab direncanakan dilaksanakan pada Jumad-Minggu (4-6/9) bertempat di alula Olangari. Penyelenggaraan muscab merupakan amanat AD/ART Pemuda Katolik yang harus dilaksanakan oleh kepengurusan yang akan berakhir masa jabatannya.
Muscab akan dihadiri perwakilan dari 25 paroki yang ada di Ende dan setiap paroki mengutus dua orang. Selain itu, muscab akan dihadiri juga oleh pengurus dari provinsi. Dalam muscab ini, kata Wenggo, sebelum dilakukan pemilihan kepengurusan baru, terlebih dahulu diisi dengan pandangan umum dari Ketua Pemuda Katolik periode 2004-2009 Abraham Badu. Selain itu, dalam rangkaian muscab diisi pula dengan kegiatan siraman rohanidan pemaparan materi dari Romo Stef Atawolo tentang kepemudaan.
Dia mengatakan, ada sejumlah nama yang akan maju sebagai calon ketua diantaranya Gabriel Dala Ema dan Erikos Rede. Wenggo mengatakan, jika kepengurusan sudah dipilih selanjutnya akan dikukuhkan. Pengukuhan kepengurusan terpilih, kata dia akan dilaksanakan dalam perayaan ekaristi.
Gabriel Dala Ema kepada Flores Pos mengatakan, sebagai salah seorang kader Pemuda Katolik dia siap untuk mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat ketua. Namun untuk terpilihnya atau tidak semuanya diserahkan kepada para peserta yang akan hadir dalam muscab nanti. Namun jika nanti dipercayakan memimpin Pemuda Katolik, dia akan menjalankan amanat AD/ART Pemuda Katolik dan segala program kerja ayng disepakati dalam muscab. Selanjutnya, kata dia, akan bekerja keras membentuk komisariat anak cabang di setiap paroki yang sampai saat ii belum terbentuk seluruhnya.
Dia juga berjanji jika terpilih akan berupaya membenahi kembali organisasi baik dari tingkat komisariat anak cabang yang ada di setiap paroki maupun yang ada di komisariat cabang. “intinya kalau saya terpilih akan bekerja sama dengan pastor moderator, deaan pembina dan teman-teman pengurus untuk membenah organisasi ini sesuai amanat gereja dan tidak keluar dari visi dan misi serta AD/ART Pemuda Katolik.”
* Gelar Aneka Kegiatan
Oleh Hieronimus Bokilia
Ende,
Flores Pos
SMAK Syuradikara dalam rangka menyongsong hari ulang tahun lembaga pendidikan ini menggelar sejumlah kegiatan. Salah satu kegiatan yang digelar adalah pencanangan dan penanaman 1000 bunga di sekolah ini. Setiap siswa, guru dan pegawai yang ada di lembaga pendidikan ini membawa masing-masing satu pot berisi bunga untuk diletakan di sekolah.
Pencanagan seribu bunga dilaksanakan di halaman SMAK Syuradikara, Selasa (1/9) diawali dengan pemberkatan air dan bunga yang dipimpin Rektor/pemimpin rumah Syuradikara, Pater Herman Sina, SVD. Selain memberkati bunga, bersama Pater Herman Sina, Kepala SMAK Syuradikara, Pater Kanis Bila, SVD dan Wakil Kepala SMAK Syuradikara, Pater John M Balan, SVD memberkati para guru, segenap siswa dan alumni serta simpatisan yang hadir pada acara pencanangan 1000 bunga ini.

Pater Herman Sina, SVD pada acara pencanangan 1000 bunga bertindak selaku pembina upacara. Dalam sapaannya, Pater Herman mengatakan bahwa saat ini dunia mulai diserang sejumlah flu seperti flu burung, flu babi dan ada satu flu yang dengan ciri-ciri muka lebam, gigi rontok, berdarah dan panas. Jika flu ini menyerang segera minum kua asam tiga kali satu dan jika dibawa ke dokter dikawal oleh Pol PP dan polisi. Serentak seluruh siswa menyebutnya sebagai flungku. Terhadap flungku ini, Pater Herman mengatakan kultur Syuradikara adalah kultur yang terhindar dari flungku kendati pada beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan akan mengarah kepada flungku.
Terkait pencanagan 1000 bunga ini, Pater Herman mengatakan dengan pencanangan 1000 bunga ini semakin menciptakan iklim saling mengerti, menggairahkan dan menciptakan batin yang pada akhirnya semua akan mengatakan enaknya berada di Syuradikara. “Hindari diri dari flungku dan ciptakan Syuradikara sebagai pencipta pahlawan.”
Ketua Panitia, Pater John M Balan, SVD kepada Flores Pos mengatakan, pelaksanaan pencanangan 1000 pohon ini didasari pada gerakan JPIC untuk menjaga kesatuan lingkungan hidup. Selain itu melaksanakan program Adhiwiyata yang diikuti oleh SMAK Syuradikara di mana SMAK Syuradikara masuk nominasi nasional dalam kaitan dengan menjaga kelestarian lingkungan hidup dan yang mendukung kegiatan belajar mengajar dengan langkah konkrit menaman tanaman dan pohon, bunga, hemat energi listrik dan air, pengumpulan dan pengolahan sampah yang teratur yang bisa didaur ulang untuk dimanfaatkan lagi oleh banyak orang.
Dikatakan, setelah menanam 1000 bunga akan dilanjutkan lagi dengan penanaman 1000 pohon. Untuk penanaman 1000 pohon ini akan diatur lebih lanjut oleh Tim Adhiwiyata. Pohon-pohon yang diprioritaskan untuk ditanam yakni pohon-pohon produktif seperti buah-buahan dan yang dibutuhkan oleh industri kayu. Penanaman 1000 pohon nantinya selain dilaksanakan di lingkungan Syuradikara juga akan ditanam di daerah-daerah yang dianggap perlu untuk dihijaukan. “Untuk itu kita akan koordinasi dengan pemerintah untuk menghijaukan di kawasan yang butuh dihijaukan.”
Semua kegiatan tersebut, kata Pater John demi memaknai dan memboboti pesta keluarga dalam rangka hari ulang tahun Syuradikara yang mengambil tema ‘dalam semangat sabda Allah kita membangun kultur syuradikara’.
Pater Kanis Bhila, Kepala SMUK Syuradikara dalam khotbahnya pada misa pembukaan rangkaian kegiatan dalam rangka HUT Syuradikara di kapela Syuradikara mengatakan, dalam semangat sang sabda Allah kita membangun kultur Syuradikara tema yang menggugat kepada segenap warga Syuradikara merenung dan merefleksikan sejarah panjang perjalanan panjang lembaga pendidikan Syuradikara selama 56 tahun. Orang selalu mengatakan hidup menjadi berarti bukan karena ditentukan oleh lamanya waktu akan tetapi ditentukan oleh apa yang dibuat, oleh pelayanan, oleh apa yang dikerjakan dan oleh kualitas hidup.
Ada dua pertanyaan yang mengganggu yakni pertama, apakah Syuradikara memiliki kultur tersendiri sebagai sebuah sekolah dan jika ada kultur macam mana dan apa yang harus dibangun. Kedua, sebagai kelanjutan pertanyaan pertama, seandainya benar bahwa sejak didirikan 56 tahun lalu SMAK Syuradikara memiliki kultur apakah kulturnya berbasis pada sabda Allah. Pertanyaan ini, kata Pater Kanis terdengar berat namun menurutnya, harus berani dan terus berani bertanya pada diri sendiri karena pada akhirnya dalam seluruh proses perjalanan hidup dan panggilan harus memberikan jawaban. Dikatakan, dengan kebesaran kasih Allah dalam dan melalui Serikat Sabda Allah yang telah diberikan talenta dan kuasa untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang tidak hanya bertujuan mencerdaskan kehidupan masyarakat Flores khususnya dan Nusa Tenggara Timur umumnya pada zaman itu yang belum dijamah oleh pendidikan. Akan tetapi lebih bernuansa rohani dan spiritual yakni mewartakan sabda Allah dalam sebuah pastoral kategorial pendidikan.
Berbicara soal kultur sekolah, dalam khotbahnya Pater Kanis menegaskan kultur sekolah merupakan tradisi sekolah yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan spirit dan nilai-nilai yang dianut sekolah. Tradisi itu mewarnai kualitas kehidupan sebuah sekolah. Oleh karenanya, nilai-nilai yang ditunjukan dari yang paling sederhana se[erti cara berpakaian, cara mengatur tempat duduk di kelas, tegur sapa, cara mengatur tanaman sampai kepada persoalan-persoalan besar merupakan bagian integral dari sebuah kultur sekolah. “Ada ciri khusus dari kultur sekolah itu yakni menciptakan suasana kondusif penuh kekeluargaan yang bernuansa religius, etik dan moral, memiliki warga sekolah yang sadar akan aturan, tata tertib serta kepemimpinan yang tinggi. Terlaksananya KBM yang efektif, kreatif dan inovatif dengan mengembangkan kompetensi secara optimal. Mengoptimalkan perkembangan daya pikir, akal budi untuk meraih prestasi yang tinggi.”
Usai pencanangan 1000 bunga pada Selasa sore kemarin, kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan persahabatan antara guru dan karyawan Syuradikara menghadapi tim alumni Syuradikara. Selanjutnya, setiap hari, seluruh siswa-siswi, para guru dan segenap karyawan SMAK Syuradikara akan melaksanakan sejumlah kegiatan seperti olahraga jalan sehat, rekoleksi, lomba kebersihan kelas, lomba membuat poster, lomba baca kitab suci, lomba band, dan pada 29 September nanti ditutup dengan pesta keluarga.
* GMNI Minta Batalkan Rencana Orientasi ke Jakarta
Oleh Hieronimus Bokilia
Ende, Flores Pos
Rapat perdana yang dilaksanakan oleh DPRD Ende yang dihadiri pimpinan sementara dan anggota DPRD Ende pada intinya menyepakati untuk bersama-sama menjaga harkat dan martabat lembaga Dewan. Sementara menyangkut pembahasan susunnan kedudukan pimpinan dan anggota DPRD, tata tertib dan pimpinan definitif belum dibicarakan. Pembahasan menyangkut hal-hal ini baru dilakukan setelah semua anggota DPRD Ende kembali mengikuti orientasi dari Jakarta.
Hal itu dikatakan Ketua Sementara DPRD Ende, Marselinus YW Petu kepada Flores Pos di ruang kerjanya, Selasa (1/9). Dikatakan, menjaga harkat dan martabat lembaga ini pada gilirannya akan membias kepada harkat dan martabat orang perorangan dan masing-masing pribadi anggota Dewan pada saat menjalankan tugas-tugas dan fungsi sebagai anggota Dewan. Menurut Petu, tekad menjaga harkat dan martabat lembaga Dewan itu tidak hanya sebatas menjadi slogan namun bagaimana anggota Dewan mengaplikasikannya dan mengaktualisasikannya dalam peran dan fungsi di lembaga ini.
Menyangkut kerja sama antar lembaga, lanjut Petu, terutama atara eksekutif dan legislatif terutama pihak sekretariat dewan dalam kapasitasn fungsi dan tugas mereka sebagai pelayan memfasilitasi hak, kewajiban serta tugas dan fungsi anggota Dewan. Kegiatan orientasi, kata dia juga dipandang penting sebagai menjalankan tugas dan fungsi lembaga karena memiliki arti untuk pemahaman bentuk kesepahaman kebijakan kelembagaan dengan eksekutif.
Dalam rapat ini pula, lanjut Petu, anggota Dewan memberikan informasi mengenai konsekwensi anggaran perjalanan dinas baik perjalanan dinas dalam daerah kabupaten, provinsi maupun perjalanan ke luar daerah. Dewan menyadari agar maksud, tujuan dan sasaran dibuktikan secara optimal dan dapat dipertanggungjawabkan baik secara administratif maupun pemanfaatan keuangan.
Petu mengatakan, dalam rapat perdana ini, belum membicarakan menyangkut susduk, tata tertib dan pimpinan definitif. Pembahasan menyangkut hal-hal ini baru dilaksanakan setelah anggota Dewan kembali mengikuti orientasi di Jakarta. Langkah itu dipandang perlu agar setelah mengikuti orientasi, anggota Dewan memiliki pemahaman yang sama dalam kaitan dengan susduk dan tata tertib lembaga Dewan. Dari situ baru dibahas rancangannya untuk ditetapkan dan disahkan lembaga Dewan. Namun pada prinsipnya, baik pimpinan maupun anggota Dewan mengharapkan agar alat kelengkapan dewan dan pimpinan definitif dapat segera terbentuk. “Itu agar sidang-sidang internal maupun dalam kebersamaan dengan pemerintah dalam membahas RAPBD 2010 bisa jalan sesuai yang direncanakan.”
Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Ende dalam pernyataan sikapnya yang ditandatangani Ketua DPC GMNI Ende, Andreas eusebius dan Sekretaris Yohanes B Mona yang diterima Flores Pos menyatakan, mencermati situasi yang berkembang di Ende dengan rencana kepergian anggota Dewan mengikuti kegiatan orientasi maka GMNI Cabang Ende mendesak kepada pimpinan dan anggota DPRD Ende untuk segera membatalkan rencana keberangkatan 30 anggota Dewan ke Jakarta mengikuti orientasi dimaksud. Menurut GMNI, keberangkatan ke Jakarta mengeluarkan anggaran yang cukup besar dan sangat merugikan keuangan daerah. Sebaiknya anggaran untuk kepergian ke Jakarta digunakan untuk mensuplai kebutuhan masyarakat yang kurang mampu.
GMNI dalam pernyataan sikapnya meminta kepada DPRD Ende agar lebih profesional dalam melaksanakan tugas dan fungsi pokok DPRD secara lebih baik karena masih banyak persoalan rakyat yang belum terselesaikan seperti masalah korupsi di PDAM, kasus alat uji kendaraan di Dinas perhubungan, penyertaan modal ke PT Trigana Air Service dan berbagai persoalan lainnya yang ada di Ende.
GMNI juga meminta perlu adanya transparansi anggaran yang dikeluarkan oleh DPRD kepada masyarakat sehingga bisa mmebawa perubahan. DPRD Ende segera melakukan persidangan untuk membahas kebijakan-kebijakan yang akan diambil yang berkaitan dengan pembangunan di Kabupaten Ende lima tahun ke depan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan mengontrol jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Ende. GMNI juga mengimbau agar perlu adanya komunikasi yang intensif antara seluruh anggota DPRD Ende sehingga dapat menciptakan iklim yang kondisif.
* Kekurangan Disuplai PLN Ende
Oleh Hieronimus Bokilia
Bajawa, Flores Pos
PT PLN Ranting Bajawa pada setiap beban puncak selalu mengalami kekurangand aya lebih kurang 250 kw. Kekurangan daya tersebut disuplai dari PLN Ende dengan membantu suplai listrik mulai dari area Nangaroro sampai area Boawae. Dengan suplai listrik dari PLN Ende membantu kelancaran pendistribusian listrik kepada pelanggan di area layanan PLN Ranting Bajawa. Kondisi ini cukup membantu sehingga tidak lagi terjadi pemadaman bergilir.
Hal itu dikatakan Kepala PLN Ranting Bajawa, Philpus Fernandes kepada Flores Pos di ruang kerjanya, Sabtu (29/8). Fernandes mengatakan, untuk PLN Ranting Bajawa selama ini melayani 6.700 pelanggan dengan memanfaatkan sembilan unit mesin. Dengan sembilan mesin yang ada dengan daya 2.900 kw. Dengan daya yang ada maka PLN mengalami kekurangan daya terutama pada beban puncak karena pada beban puncak daya terpakai sampai 3000 kw. Secara riil PLN memang hanya mengalami kekurangan 100 daya namun demikian jika secara teknik diperhitungkan maka secara keseluruhan PLN Ranting Bajawa mengalami kekurangan daya 240 kw.
Kekurangan daya itu sejauh ini telah berhasil diatasi setelah PLN Ende membantu suplai listrik dari Ende. PLN Ende membantu suplai listrik dari wilayah Nangaroro sampai daerah Olaowa-Boawae. Dengan bantuan suplai listrik dari Ende maka pelayanan listrik kepada para pelanggan dapat berjalan maksimal dan tidak lagi terjadi pemadaman bergilir seperti waktu-waktu sebelumnya. “Sekarang kita tidak lagi lakukan pemadaman. Kekurangan daya kita sudah dibantu Ende.”
Dikatakan pula, saat ini untuk kondisi sembilan unit mesin yang dimiliki sudah tidak ada masalah lagi. Semuanya dalam kondisi baik dan mampu beroperasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Hanya saja dalam pelayanan terkadang terjadi pemadaman secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan. Kondisi itu, kata Fernandes bukan karena disengaja oleh PLN. Hal itu terjadi karena ada warga yang dengan sengaja melempar kabel jaringan sehingga bisa mempengaruhi distribusi jariangan bahkan dapat menimbulkan kerusakan pada mesin dan dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat. “Ini saya anggap sudah jadi budaya di sini. Setiap ada pesta dan minum mabuk ada warga yang suka sekali lempar jaringan.”
Terkait PLTU Mataloko yang hingga kini belum juga dioperasikan, Fernandes mengatakan, seharusnya pada 10 Agustus yang lalu dilakukan ujicoba pengoperasiannya. Namun batal karena adanya kerusakan pada pipa air (water zet) yang saat ini sedang dalam perbaikan. Dikatakan, PLTU Mataloko yang sedang dipersiapkan itu dengan daya 1,8 mega. Jika nanti dioperasikan dan dijual PLN kepada masyarakat maka dengan daya yang ada mampu menutupi kekurangan daya yang dimiliki. Dengan 1,8 mega atau 1.800 kw maka dapat membantu suplai daya dan menambah daya yang sudah ada saat ini. Jika sudah beroperasi maka dengan daya yang sudah dimiliki saat ini 2.900 kw maka akan menjadi 4.800 kw yang tersedia. Dengan demikian, akan terjadi surplus daya sebanyak 1.800 kw.
Dia berharap, dengan daya yang ada ini, nantinya dapat menjawabi pemasangan baru mengingat banyaknya daftar tunggu pelanggan yang ada di PLN Ranting Bajawa. Saat ini jumlah daftar tunggu pelanggan PLN sebanyak lebih kurang 500. namnun, kata dia, dari jumlah itu yang terdaftar secara resmi di PLN hanya sebanyak 100 lebih. Daftar tunggu ini realisasi pemasangannya tergantung pada kuota yang diberikan oleh pusat. Jika pusat merealisasikan jatah untuk NTT secara umum dalam jumlah banyak maka dia yakni pada 2009 ini daftar tunggu dapat terjawab.
Anggota DPRD Ngada dari Partai Keadilan Sejahtera, Muchlis Manepo kepada Flores Pos di gedung Dewan mengatakan, pemadaman yang dilakukan PLN tanpa adanya pemberitahuan kepada masyarakat jelas sangat merugikan para pelanggan. Kerusakan alat-alat elektronik serig dikeluhkan warga akibat pemadaman yang dilakukan secara tiba-tiba tersebut. Menyikapi kondisi seperti itu, kata Manepo, Dewan akan menyikapinya dengan mengundang pihak PLN dengar pendapat di Dewan. Dengar pendapat itu perlu dilakukan agar Dewan bisa tahu kendala yang dihadapi oleh PLN. Jika mereka terkendala pada mesin pembangkit, lanjut Manepo, Dewan dapat merekomendasikan persoalan itu kepada pemerintah agar bisa mencarikan jalan keluarnya.
Menurutnya, tidak ada masalah jika pemerintah membantu PLN dalam kaitan dengan pelayanan kepada masyarakat pelanggan. Walau diakui bahwa PLN ada perusahaan negara namun pemerintah juga dapat membantunya mengingat pelayanan yang diberikan juga kepada masyarakat Kabupaten Ngada. Pada masa kepemimpinan Bupati sebelumnya, kata dia, pernah dibicarakan untuk memberikan bantuan dana kepada PLN. Namun permintaan kepada pihak PLN untuk menghitung pembiayaan dalam kaitan dengan niat baik pemerintah memberikan bantuan tidak terealisir sehingga tidak berlanjut. Karena itu dia mengatakan, jika memang perlu dibantu maka Dewan siap memfasilitasinya.
* Siap Jika Dipercayakan Partai
Oleh Hieronimus Bokilia
Ende, Flores Pos
Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Provinsi NTT telah memberikan rekomendasi kepada M Anwar Liga untuk dicalonkan menjadi salah satu calon pimpinan DPRD dan diperjuangkan menjadi salah satu pimpinan DPRD Ende. Partai mencermati bahwa konstelasi politik di lembaga Dewan dalam perjuangan untuk menempatkan kader PKB menjadi calon pimpinan DPRD Kabupaten Ende maka partai memandang perlu mengangkat seorang kader untuk mendapatkan tugas dan tanggung jawab tersebut. Untuk itu, partai menunjuk M Anwar Liga untuk diperjuangkan menjadi salah satu calon pimpinan DPRD Kabupaten Ende periode 2009-2014.
Hal itu tertuang dalam surat DPW PKB Provinsi NTT tertanggal 18 Agustus 2009 yang ditandatangani Ketua DPW PKB NTT, Yucundianus Lepa dan Sekretaris Karolus T Sius. Kopian rekomendasi tersebut diterima Flores Pos dari Anwar Liga, Senin (31/8).
Dalam surat yang sama, selain menunjuk M Anwar Liga sebagai calon pimpinan Dewan dari PKB, juga menunjuk Yulius Cesar Nonga sebagai Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa di DPRD Ende. Kepadanya ditugaskan menentukan dan mengatur segala sesuatu yang menyangkut urusan fraksi. Meningkatkan kualitas kemampuan, efisiensi dan efektifitas kerja anggota dalam menampung aspirasi masyarakat serta melaksanakan kegiatan pencalonan pimpinan DPRD.
M Anwar Liga kepada Flores Pos di gedung Dewan, Senin (31/8) mengatakan, sebagai kader partai berbicara menyangkut pimpinan Dewan maka harus kembali kepada partai. Pencalonan siapapun menjadi calon pimpinan Dewan harus melalui mekanisme rapat partai. Namun jika dipercayakan untuk dicalonkan sebagai calon pimpinan Dewan secara pribadi dia sangat siap. Apalagi, kata dia, merujuk pada rekomendasi yang dikeluarkan DPW PKB yang menunjuknya sebagai calon yang diperjuangkan menjadi salah satu pimpinan Dewan diterimanya mengingat itu adalah kepercayaan partai.
Menyangkut calon pimpinan Dewan, kata Anwar, partai memprioritaskan kader yang memiliki kemampuan dan loyalitas terhadap partai. “Mungkin partai melihat saya memiliki kemampuan dan loyalitas sehingga dicalonkan. Kalau bicara soal kemampuan semua kader yang masuk di Dewan memiliki kemampuan yang baik. Tapi mungkin ada pertimbangan-pertimbangan lain dari pengurus wilayah.” Dan dengan penunjukan sebagai calon dari PKB untuk diperjuangkan sebagai pimpinan Dewan, lanjut Anwar dia menyatakan siap untuk melaksanakan rekomendasi itu.
Sementara dari PDIP, Sekretaris PDIP Frans Taso mengatakan, 30 anggota DPRD Ende memiliki hak yang sama untuk dicalonkan menjadi calon pimpinan Dewan. Untuk PDIP siapapun yang dicalonkan tetap merujuk pada keputusan partai nomor 411 yang didalamnya secara tegas menggariskan bahwa yang diusulkan menjadi pimpinan Dewan adalah memprioritaskan ketua dan sekretaris partai. Dengan demikian, sebagai kader partai akan tetap taat pada keputusan partai yang mengikat seluruh kepengurusan di bawahnya.
Sekretaris Partai Golkar, Herman Yosef Wadhi kepada Flores Pos mengatakan, untuk Partai Golkar berdasarkan hasil rapat pleno DPD II Partai Golkar 18 Agustus yang lalu dalam rangka usulan calon pimpinan sementara telah disepakati mengusulkan marsel YW Petu sebagai calon pimpinan sementara. Selain itu, kesepakatan yang dibuat apda saat itu juga adalah untuk mengusulkan Ketua DPD Partai Golkar bapak Marsel Petu untuk dicalonkan menjadi calon pimpinan definitif. Keputusan itu, lanjut Wadhi akan diperjuangkan di lembaga Dewan mengingat figur yang dicalonkan partai ini memiliki kemampuan dalam memimpin di lembaga Dewan. “Kapasitas beliau sebagai pimpinan sehingga semua pengurus merasa beliau yang pantas untuk dicalonkan.” Partai Golkar, lanjut dia yakin kader yang disodorkan ini adalah kader yang mampu menjadi pemimpin di lembaga Dewan untuk memimpin lembaga ini.
* Gelombang Kedua Menyusul
Oleh Hieronimus Bokilia
Ende, Flores Pos
Sebanyak 17 anggota DPRD Ende dipastikan akan mengikuti orientasi di Jakarta. Padahal, sejak dilantik Jumad (27/8) Dewan belum menggelar sidang. Namun mengingat pentingnya kegiatan orientasi dimaksud maka 17 anggota Dewan tetap dijadwalkan berangkat ke Jakarta mengikuti kegiatan orientasi penyusunan susunan dan kedudukan pimpinan dan anggota DPRD serta penyusunan tata tertib DPRD.
Ketua Sementara DPRD Ende, marselinus YW Petu di ruang kerjanya, Senin (31/8) kepada wartawan mengatakan, sejak pelantikan pada Jumad lalu hingga Senin (31/8) Dewan belum mengelar persidangan. Pada Jumad, setelah selesai pelantikan, seluruh anggota Dewan masih disibukan dengan kegiatan internal masing-masing. Sedangkan pada Sabtu keesokan harinya, Dewan hanya datang ke gedung Dewan untuk melihat kondisi yang ada dan pada Senin kembali masuk.
Diakui, pada Senin pimpinan sementara baru menggelar pertemuan dengan pihak Sekretariat DPRD. Dalam pertemuan itu, kata Petu dibahas menyangkut hal-hal yang perlu dijabarkan pihak sekretariat dalam kaitan dengan keberadaan mereka di lembaga Dewan dalam kaitan dengan martabat dan kewibawaan lembaga Dewan. Berbicara soal kewibawaan dan martabat lembaga maka berbicara soal penampilan anggota Dewan, penampilan pimpinan dan seluruh sekretariat serta sarana dan prasana yang ada. Selain itu, dibicarakan juga kinerja baik dalam kerja dan fungsi pelayanan administrasi, persiapan-persiapan penyusunan draf tata tertib dengan mendasari pada peraturan susduk yang baru.
Dikatakan, pelaksanaan rapat perdana di lembaga Dewan baru dijadwalkan untuk digelar pada Selasa (1/9). Rapat tersebut, kata Petu dihadiri anggota dan pimpinan sementara DPRD Ende. Hal-hal yang akan dibahas dalam rapat tersebut adalah menyangkut informasi terkait pelaksanaan tugas sampai menunggu informasi yang pasti terkait susduk dan tata tertib.
Sedangkan menyangkut orientasi yang akan dilakukan dalam dua tahap dan dalam tahap pertama ini 17 anggota Dewan akan berangkat mengikuti orientasi dimaksud, petu mengatakan, orientasi perlu dilakukan. Hal itu karena dari 30 anggota Dewan yang dilantik tersebut didominasi wajah baru dan hanya lima anggota yang lama. Karena itu, keberangkatan mereka bukan semata mengisi kekosongan menunggu kepastian pengundangan susduk namun terutama untuk memberikan bekal pemahaman kepada anggota Dewan terkait susuduk dan penyusunan tata tertinb DPRD nantinya. Selain mengikuti orientasi, kata Petu, keberangkatan 17 anggota Dewan ini juga untuk berkonsultasi ke Departemen Dalam Negeri terkait susduk dan tata tertib Dewan.
Wakil Ketua Sementara DPRD Ende, Fransiskus Taso menambahkan, langkah kegiatan orientasi yang akan diikuti sejumlah anggota Dewan itu bukan asal dilaksanakan. Orientasi itu diatur dengan aturan dan regulasi yang jelas. Jadi, lanjut Taso, keberangkatan sejumlah anggota Dewan ke jakarta mengikuti orientasi tidak perlu dicurigai apalagi sampai menganggap bahwa keberangkatan mereka hanya akan menghabiskan uang daerah. “Soal uang kita jangan bicara. Orientasi itu penting bagi anggota Dewan agar ke depan anggota Dewan memiliki bekal dalam menjalankan tugas kedewanan di lembaga ini.” Selain itu, kata Taso, dengan mengikuti orientasi dimaksud, nantinya anggota Dewan bisa memiliki pemahaman yang sama baik menyangkut pemberlakuan susduk dan tata tertib Dewan juga soal keberadaan mereka di lembaga Dewan.