08 Januari 2015

Ketakpedulian Terhadap Sekitar = Ketakpedulian Terhadap Diri Sendiri

Ketakpedulian Terhadap Sekitar = Ketakpedulian Terhadap Diri Sendiri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Apakah benar pernyataan di atas? Kok bisa demikian? Ijinkanlah saya mengutip sebuah kisah nyata yang saya ambil dari buku SEPIA: Kecerdasan Milyuner, Warisan yang Mencerahkan Keturunan Anda.

Terdapat sebuah keluarga di Bandung, dengan kepala keluarganya bernama Ahmad (bukan nama sebenarnya). Ahmad adalah seorang berusia tanggung menjelang empat puluhan yang dikarunia delapan orang anak. Ia menghadapi persoalan klasik, yakni kesulitan dalam mengatur rumah tangga bersama istrinya, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Ahmad mencoba memecahkan persoalan ini dengan istrinya dengan berbagai kiat, tentu dengan keterbatasan anggaran yang mereka miliki. Mereka telah berupaya mempekerjakan beberapa pembantu rumah tangga paro waktu untuk memecahkan masalahnya, namun kehadiran para pembantu rumah tangga tersebut tidak memecahkan masalah, dan malah membawa banyak masalah baru.

Akhirnya Ahmad ingin menerapkan metode diskusi partisipatif. Ia mengajak lima orang a
... baca selengkapnya di Ketakpedulian Terhadap Sekitar = Ketakpedulian Terhadap Diri Sendiri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

07 Januari 2015

Penyesalan Terlambat

Penyesalan Terlambat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pertemuan singkat itu mengawali kisah kasihku di sekolah. Pertemuan yang akhirnya merubahku menjadi sosok wanita yang tak punya moral. Merubah semua kehidupanku. Kehadirannya di hidupku seakan menghipnotisku untuk mengikuti permainan konyolnya. Permainan yang seharusnya dapat aku jauhi.

Sosok Andi yang biasa menipu semua orang yang ada di dekatnya, cakep sih tapi bertolak belakang dengan sifatnya yang tak pernah mengenal moral dan agama. Dan aku salah satu cewek yang telah terjebak dalam permainannya. Membuatku sulit tuk melangkah meninggalkan sosok Andi yang terlanjur menjadi tamu di hatiku.
Baik, tak akan ku ceritakan panjang lebar Andi itu seperti apa.

Aku siswi SMA Tunas Bangsa kelas XI. Namaku Sinta. Sinta Dwi Prihastuti. Aku berasal dari orang yang berkecukupan. Semua menghormatiku, karena aku anak dari Ayah yang terkenal. Aku anak tunggal dari kedua orang tuaku. Tetapi, walaupun aku anak tunggal orangtuaku tidak pernah yang namanya memanjakanku. Dari kecil aku hidup mandiri. Dan Alhamdulillah sampai umurku 17 ini, aku belum pernah mendapat perlakuan kasar dari orang tuaku sebelum akhirnya Andi merubah kehidupanku.

Perkenalanku bermula saat aku naik ke kelas XI, diamana orang-orang mengatakan masa-masa ini adalah masa nakal-nakalnya seseorang. Andi pindahan dari SMA swasta di Jogja. Dia masuk di kelasku dan duduk di belakang bangku ku. Otomatis aku denngan cepat mengenalnya, selain karena aku orangnya supel aku juga terkenal ramah t
... baca selengkapnya di Penyesalan Terlambat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

06 Januari 2015

Kisah Pita Kuning

Kisah Pita Kuning Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam- malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya.

Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

Menjelang akhir masa pe
... baca selengkapnya di Kisah Pita Kuning Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Perjuangan menuju Toilet KMP Inerie

Oleh Hiero Bokilia
 
MUDIK atau pulang kampung tidak hanya terjadi di kalangan warga Pulau Jawa saat merayakan hari raya Lebaran. Di kalangan warga Nusa Tenggara Timur saat-saat merayakan "Hari Bae" semisal Natal dan Tahun Baru atau hari raya Paskah, mudik pun sering dilakukan. Banyak warga NTT yang bermukim di ibu kota provinsi. Kupang menjadi pusat segalanya. Tidak saja sebagai pusat pemerintahan, tetapi Kupang juga menjadi pusat pendidikan. Warga di belahan Pulau Flores, Lembata, Alor, Sumba, Sabu, dan Rote berbondong-bondong menuntut ilmu di kota karang ini.

Sebagai pusat perekonomian, saat ini Kota Kupang bertumbuh demikian pesat. Pusat-pusat perbelanjaan terus dibangun, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencari kerja.

Dan sebagai pusat pemerintahan, banyak warga dari pulau-pulau di NTT juga bekerja di sejumlah lembaga pemerintahan dan swasta yang ada di Kota Kupang.

Maka, menjelang "Hari Bae" seperti ini, arus mudik tentu saja terjadi. Sejumlah moda transortasi udara dan laut ramai dimanfaatkan warga pemudik. Salah satu moda transportasi laut yang paling banyak disasar para pemudik adalah kapal motor penyeberangan (KMP) Ferry di bawah naugan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) dan PT Flobamor milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT. Moda transportasi ini menjadi pilihan utama karena selain berbiaya murah, ia juga dapat mengangkut kendaraan baik roda dua, roda empat, dan roda enam atau lebih. Selain itu, penumpang dapat membawa banyak barang tanpa dibebani biaya tambahan seperti yang diberlakukan moda transportasi udara. Di sini, feri menjadi alternatif pilihan utama warga pemudik.

Sebagaimana pantauan VN pada Kamis (18/12) lalu, warga pemudik asal Flores dan Sumba berjubel membeli tiket KMP Inerie 2 di Pelabuhan Penyeberangan Bolok, Kabupaten Kupang. Antrean panjang para calon penumpang tanpa mempedulikan teriknya sinar mentari pagi menjelang siang saat itu. Kapal yang dijadwalkan diberangkatkan pukul 11.00 Wita, molor sampai Pukul 12.00 Wita karena padatnya penumpang yang mengantre membeli tiket dan sulitnya pengaturan di atas kapal.

Setelah harus mengantre di tempat penjualan tiket, pemudik kembali harus mengantre dan berdesak-desakan saat hendak menaiki kapal. Ratusan kendaraan roda dua yang sudah padat berbaris rapi di dek satu KMP Inerie 2 semakin menyulitkan penumpang memasuki kapal. Padat benar arus mudik kali ini. Setelah sulit memasuki kapal, ternyata kesulitan baru datang menjelang. Tempat sulit didapatkan. Dek satu yang sudah disesaki ratusan kendaraan roda dua, dan puluhan kendaraan roda empat dan enam, membuat penumpang kesulitan mendapatkan ruang kosong sekadar untuk menggelar tikar.

Sutuasi yang sama juga ditemui di dek dua. Sejumlah tempat duduk dan tempat tidur yang tersedia di kelas ekonomi sudah penuh terisi. Lorong-lorong sepanjang jalan menuju kelas ekonomi di pintu masuk pun sudah disesaki penumpang. Seakan tak ada ruang kosong lagi untuk ditempati. Bahkan, di dek tiga pun situasinya tak jauh berbeda.

Pemudik kebanyakan tujuan Aimere, Ngada, Nagekeo, Manggarai, dan Sumba. Berjubel dan berlomba mendapatkan tempat. Muatan boleh dikatakan sudah melampaui kapasitas muat kapal.

Essy, mahasiswi Politani Kupang, pemudik asal Sumba Barat Daya mengaku memilih menumpang feri karena ongkosnya murah. Sebagai mahasiswa, tentu saja ia tak punya uang lebih untuk membeli tiket pesawat yang harganya selangit. Bersama dua rekannya Maya dan Fen mereka menggelar tikar di belakang mobil pick up. Satu tikar seukuran 1,2 x 0,5 meter mereka gelar untuk tidur bertiga. Separuh badan mereka harus rela langsung mengenai besi dek kapal. Tapi tidur mereka pulas. "Biar setengah mati, tapi yang penting bisa pulang rayakan Natal dengan keluarga," kata Essy diamini Maya.

Perjuangan tidak berhenti di situ. Ada satu perjuangan yang harus dilalui lagi. Ini yang boleh dikatakan cukup seru terutama bagi penumpang di dek satu. Perjuangan menuju toilet KMP Inerie 2 yang ada di dek dua. Perjalanan ke sana harus melewati jejeran sepeda motor yang hanya memberi ruang sempit yang begitu sulit untuk dilewati. Belum lagi di ruang-ruang dan celah sempit itu, sudah ada penumpang yang membentang tikar dan tidur di sana. Sudah susah lewati celat barisan motor, harus hati-hati agar tidak menginjak atau jatuh menimpa penumpang yang tidur di sela-sela barisan motor. "Permisi dan minta maaf tak henti-hentinya harus kita lontarkan. Untung sesama orang susah jadi saling mengerti," kata Fen, mahasiswa Politani asal SBD mengisahkan sulitnya menuju toilet kapal.

Itu baru di dek satu. Saat tiba di dek dua, dari pintu masuk saja sudah membuat gentar. Kalau tidak berani sebaiknya mundur. Tapi hasrat membuang yang lagi kebelet memaksa keberanian harus dimunculkan. Permisi dan minta maaf berulang kali diucapkan. "Silakan kaka, silakan om," jawaban para penumpang yang kebagian tempat di sepanjang lorong menuju toilet kapal.

Sampai di toilet, perjuangan menahan hasrat harus kembali terjadi. Sabar mengantre menunggu giliran hanya untuk kencing atau buang air besar. Panas dan bau pesing jadi teman setia di toilet pria. Tempat kencing berdiri bagi laki-laki yang disediakan empat buah tak bisa digunakan. Karton bertulisan "Rusak, tak bisa digunakan" dipampang pada empat tempat itu. Maka, penumpang harus sabar menunggu giliran pada empat toilet yang disediakan. "Kalau sudah rasa lebih baik langsung ke toilet. Jangan pake tahan lagi. Kalau tahan bisa-bisa kencing celana karena perjuangan panjang ke toilet dan harus antre tunggu giliran," kata Fen.

Air di toilet memang cukup untuk mandi dan kebutuhan di toilet. Hanya saja, panasnya tak ketulungan. Mandi air dan keringat. Selesai mandi sama dengan tidak mandi. Badan tetap berkeringat.

Perjuangan ternyata tak habis di situ. Saat kapal sandar pukul 08.00 Wita, Jumat (1912) di Pelabuhan Penyeberangan Aimere, Kabupaten Ngada, perjuangan kembali harus dilakukan. Untuk turun dari kapal, juga butuh perjuangan dan kesabaran. Budaya antre lagi-lagi harus berlaku. Yang di depan harus didahulukan, baru yang di belakang. Petugas kapal dan pelabuhan mengatur dengan baik, sehingga saat turun kali ini perjuangannya tak seberat saat naik. Perlahan-lahan kendaraan turun diikuti penumpang.

Itulah sekelumit cerita mudik menggunakan moda angkutan laut kita yang murah dan menjadi alternatif pilihan masyarakat. Namun, masih banyak yang perlu dibenahi. Muatan baik barang dan orang harus bisa dibatasi, agar menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Apalagi, menjelang hari raya keagamaan seperti ini. Mudah-mudahan, kondisi ini terus dibenahi dari hari ke hari, agar penumpang tidak lagi sulit dan berjuang menjual beli kata permisi dan maaf hanya untuk kencing dan buang air besar. Semoga.

03 Januari 2015

Rafael Nadal, Si Pantang Menyerah

Rafael Nadal, Si Pantang Menyerah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Perjuangan habis-habisan dan pantang menyerah sampai tetes darah terakhir barangkali tepat untuk menggambarkan perjuangan Rafael Nadal mengalahkan petenis nomor satu dunia, Roger Federer di ajang tennis Wimbledon. Betapa tidak, mereka mencetak rekor permainan tenis terlama dalam sejarah, yakni empat jam 48 menit. Dan, itu pun dengan skor yang sangat ketat, 6-4, 6-4, 6-7, 6-7, dan 9-7.

Selama ini, tepatnya dua musim berturut-turut, Nadal selalu kalah di final Wimbledon oleh Federer. Nadal yang dikenal sebagai jago lapangan tenis tanah liat hanya bisa menang dari Federer di final Perancis Terbuka, yang memang menggunakan lapangan tanah liat. Selebihnya, jika berjumpa di lapangan rumput, hampir selalu dipastikan Federerlah pemenangnya.

Karena itu, kemenangan Nadal atas Federer di Wimbledon ini menjadi sejarah tak terlupakan bagi Rafael Nadal. Sebab, selain bisa mengalahkan musuh bebuyutannya beberapa tahun belakangan, Nadal juga kembali mengharumkan nama negaranya-Spanyol-yang terakhir jadi juara di Wimbledon
... baca selengkapnya di Rafael Nadal, Si Pantang Menyerah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Cerita Gunung

Cerita Gunung Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Seorang anak dan ayahnya sedang berjalan diatas gunung. Tiba tiba, anaknya terjatuh, Dia terluka dan berteriak : "AAAhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!." Tetapi Ia sangat kaget mendengar ada suara pantulan dari gunung sebelah."AAhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!."

Dengan penuh rasa penasaran, diapun kembali berteriak : "Siapa kamu?" Diapun menerima kembali jawaban yang sama : Siapa kamu?" dan kemudian dia berteriak ke gunung itu: "Saya mengagumimu!" dan suara itupun kembali : "Saya mengagumimu!."

Dengan muka marah pada jawaban itu, dia berteriak : "Penakut" Dia masih menerima jawaban yang sama, "Penakut!."

Dia menatap ayahnya dan bertanya : "Apa yang sedang terjadi?" Ayahnya sembari tersenyum dan berkata : "Sayang, perhatikan." Kembali ayah akan berteriak : "Kamu Juara." Diapun menerima jawaban yang sama : "Kamu Juara."

Anak ini kembali kaget dan tidak mengerti mengapa itu bisa terjadi, kemudian Ayahnya menjelaskan bahwa itulah yang disebut dengan ECHO (Gema suara), tetapi itulah sesungguhnya hidup.

Segalanya akan kembali kepada kita, apa yang kita katakan, apa yang kita lakukan. Hidup kita secara s
... baca selengkapnya di Cerita Gunung Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

01 Januari 2015

Mencintai Anak

Mencintai Anak Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Radinal Mukhtar

Di suatu daerah, tinggallah sebuah keluarga nan harmonis dan rukun. Sepasang suami istri, dua anak, dan seorang ibu dari suami yang juga nenek dari dua anak tersebut. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana. Tidak ada perkelahian antara dua anak tersebut. Begitu pula dengan kedua pasang suami istri. Sementara sang ibu, menikmati masa tua dengan bahagia bersama cucu-cucunya.

Dan di suatu hari pula, dua anak tersebut berlari menentang tas rangsel mereka, pulang dari sekolah dengan wajah gembira. Di tangan mereka ada dua kertas yang dipegang erat-erat seakan tidak ada yang boleh mengambilnya. Setelah sampai dirumah, mereka berlari menemui ibu untuk menunjukkan isi yang ada dalam kertas tersebut.

“Ibu…! Nilai ulangan Asmira dapat 100!” anak pertama melapor.

“Nilai Dina juga 100, Bu!” anak kedua juga melapor.

Si ibu, dengan segenap kebahagiaan yang ada dalam hatinya, mengembangkan tangannya memanggil dua anaknya kepelukannya. Dan dengan berlari, sang anak memeluk ibunya yang langsung menciumi kedua anak tersebut.

Walhasil, berita suka cita tersebut terdegar oleh sang bapak di malam hari ketika baru pulang dari kantornya. Dengan perasaan senang, sang bapak menjanjikan liburan keluar kota untuk merayakan keberhasilan dua anak tercintanya. Semua anggota keluarga setuju, tidak terkecuali nenek dua anak tersebut yang semakin memasuki usia renta.

Tanggal untuk berlibur telah ditetapkan. T
... baca selengkapnya di Mencintai Anak Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

30 Desember 2014

(Mod)èl, Bukan (Mod)al Personal

(Mod)èl, Bukan (Mod)al Personal Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Para futurists adalah mereka yang berusaha memecahkan masalah sembari mengubah perilaku sesuai dengan perspektif masa depan. Mereka konsisten mengerjakan apa yang mereka katakan, menyadari kebutuhan yang paling relevan dengan perubahan, dan rela berkorban demi mempertajam visi mereka. Tindakan yang mereka ambil didasarkan lebih pada informasi sebab-akibat yang “dapat dan mungkin terjadi” secara acak (random) ketimbang yang “seharusnya terjadi” secara menetap (fixed) selama sejam, sehari, seminggu, atau setahun ke depan.

Kisah Darko Soweno berikut menggambarkan bahwa insan pengusaha tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga model tentang masa depan.

Kisah Biji Jambu Darko Soweno, pemuda desa asal Semin, Gunung Kidul mendatangi seorang pastor di daerah Pulomas, Jakarta Pusat. Konon, Darko Soweno bermaksud melamar kerja sebagai seorang koster , setelah mendengar kabar dari seorang handai tolan bahwa ada lowongan pekerjaan koster di suatu gereja di Pulomas, Jakarta Pusat.

Tepat jam 08.00, di suatu hari Kamis, Pastor Paulus Winasis mewawancarainya dan mengetes bagaimana ia mengepel lantai dan mengosek toilet pastoran yang kebetulan berdampingan dengan gedung g
... baca selengkapnya di (Mod)èl, Bukan (Mod)al Personal Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

29 Desember 2014

Pemimpin Baru

Pemimpin Baru Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kita paham bahwa Indonesia sedang dalam proses persalinan massal. Para pemimpin-pemimpin baru sedang dilahirkan. Mereka yang dalam proses perebutan kekuasaan tahun-tahun ini akan digantikan oleh orang-orang yang sama sekali baru dalam satu dekade ke depan. Zaman baru telah datang dan tak bisa dihindari. Dan zaman baru meminta pemimpin-pemimpin baru.

Tentang pemimpin baru, John Scully, mantan CEO Apple Computer, pernah mengatakan bahwa, “Para pemimpin baru menghadapi ujian baru, misalnya bagaimana ia dapat memimpin orang yang tidak pernah memberi laporan kepadanya––orang-orang yang berada di organisasi lain, di Jepang dan Eropa, bahkan para kompetitor. Bagaimana Anda dapat memimpin di lingkungan yang padat ide dan berisikan jaringan-jaringan yang interdependen ini? Ini memerlukan seperangkat keterampilan yang sama sekali baru, yang berbasis pada ide-ide, orang-orang, dan nilai-nilai. Para pemimpin tradisional mengalami kesulitan untuk menerangkan apa yang sedang terjadi di dunia, karena mereka mendasarkan penjelasannya pada pengalaman.”

Pernyataan singkat di atas sarat makna. Mari
... baca selengkapnya di Pemimpin Baru Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

24 Desember 2014

Malam Saat Lonceng Berdentang

Malam Saat Lonceng Berdentang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga daripada mendapat perak. Amsal 16:16

Suatu hari, dahulu kala, sebuah gereja yang mengagumkan berdiri di sebuah bukit yang tinggi di sebuah kota yang besar. Jika dihiasi lampu-lampu untuk sebuah perayaan istimewa, gereja itu dapat dilihat hingga jauh di sekitarnya. Namun demikian ada sesuatu yang jauh lebih menakjubkan dari gereja ini ketimbang keindahannya: legenda yang aneh dan indah tentang loncengnya.

Di sudut gereja itu ada sebuah menara berwarna abu-abu yang tinggi, dan di puncak menara itu, demikian menurut kata orang, ada sebuah rangkaian lonceng yang paling indah di dunia. Tetapi kenyataannya tak ada yang pernah mendengar lonceng-lonceng ini selama bertahun-tahun. Bahkan tidak juga pada hari Natal. Karena merupakan suatu adat pada Malam Natal bagi semua orang untuk datang ke gereja membawa persembahan mereka bagi bayi Kristus. Dan ada masanya di mana sebuah persembahan yang sangat tidak biasa yang diletakkan di altar akan menimbulkan alunan musik yang indah dari lonceng-lonceng yang ada jauh di pu
... baca selengkapnya di Malam Saat Lonceng Berdentang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

23 Desember 2014

Jangan Ikut-ikutan

Jangan Ikut-ikutan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Siang hari dengan teriknya sinar matahari. Andi, anak smp kelas 1 sangat senang bermain-main dengan sepeda kesayangannya di tengah halaman rumah. Dan terkadang ia pun berkreliling-keliling di daerah sekitar rumahnya.

Ketika andi sedang asik bermain dengan sepedanya, tiba-tiba datang lah seorang teman andi yang bernama dony dengan menggunakan sepeda motor. Seketika membuat andi ingin ikut mencoba.

“don, berani sekali kamu mengendarai sepeda motor itu. Padahal sepeda motor itu lebih besar dari pada kamu.” kata andi dengan rasa penasarannya.

“hahaha, kenapa tidak?” dengan sombongnya “hanya anak penakut saja yang tidak berani.” kata dony dengan angkuhnya sambil beranjak pergi meninggalkan andi.

Terbesit dalam benak andi ingin ikut mencoba. Dengan rasa ragu ia memberanikan diri untuk mencoba mengendari salah satu sepeda motor milik orang tuanya sambil menuju garasi rumah.

Dengan perlahan ia mengeluarkan sepeda motor tersebut dari garasi. Meski dengan rasa takut akan dimarahai oleh sang ibu, ia tetap nekat ingin mencoba.

Selang beberapa menit saja, ia sudah bisa mengendarai sepeda motor tersebut. Meski awalnya pelan, namun perlahan-lahan ia pun mencoba mengendarai sepeda motor terebut dengan kecepatan yang tak seharusnya ia lakukan.

Dan tiba-tiba di persimpangan lampu merah. Andi tidak melihat bahwa lampu la
... baca selengkapnya di Jangan Ikut-ikutan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

22 Desember 2014

Belajar dari Sejarah dan Pengalaman Pahit

Belajar dari Sejarah dan Pengalaman Pahit Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

A lesson is repeated until learned. – Pembelajaran akan terus berlangsung sampai kita dapat memetik hikmahnya.” Anonym

Setiap saat dan setiap kejadian sarat dengan pelajaran hidup. Beberapa diantara kita mungkin sudah cukup memahami pelajaran hidup itu sejak awal dan menjadikannya pedoman untuk melangkah lebih baik, sementara yang lain masih mengabaikannya. Kepandaian kita mencari hikmah diantara proses kehidupan yang sulit atau senang tentu akan membawa kita pada tingkat kualitas personal dan kehidupan yang lebih baik pula.

Contohnya kota Kobe di Jepang yang kini telah menjelma menjadi kota modern dan maju, dilengkapi oleh gedung-gedung yang kokoh. Keadaan tersebut tak lepas dari gempa dahsyat yang pernah melanda kota tersebut, yaitu Great Kanto Earthquake (tahun 1923) dan dan gempa bumi berkekuatan 7,5 scala richter yang terjadi pada tanggal 17 Januari 1995. Sejarah kota Kobe tidaklah manis, karena kedua gempa itu masing-masing menelan 143 ribu korban jiwa dan 6.434 korban jiwa.

Saat berkunjung ke kota Kobe Earthquake Museum bersama puluhan orang mitra bisnis KK Indonesia pada bulan Maret lalu, kami mendengar tak kurang dari 300 ribu orang kehilangan tempat tinggal, 200 ribu gedung hancur, dan 120 dermaga di Kobe musnah. Diceritakan pula bahwa kota Ko
... baca selengkapnya di Belajar dari Sejarah dan Pengalaman Pahit Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1