Tampilkan postingan dengan label air minum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air minum. Tampilkan semua postingan

09 Februari 2010

PDAM Lakukan Survei Tiga Sumber Mata Air Baru

* Perlu Pemerataan Pelayanan kepada Masyarakat

Oleh Hieronimus Bokilia


Ende, Flores Pos

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Ende dalam upaya meningkatkan pelayanan dan distribusi air kepada masyarakat pelanggan saat ini tengah melakukan survei tiga sumber mata air baru. Tiga sumber mata air baru yang saat ini tengah disurvei masing-masing mata air Woloara, mata air di kilometer 10 dan mata air di Lokoboko.


Hal itu dikatakan Direktur PDAM Ende, Ayub Waka kepada Flores Pos di ruang kerjanya, Rabu (3/2). Ayub Waka mengatakan, selama ini untuk melayani para pelanggan air bersih di Kota Ende, PDAM masih mengandalkan empat sumber mata air masing-masing mata air aekipa, Aepana, Woloare dan Wolowona. Empat sumber mata air ini dirasakan masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi pelanggan di Kota Ende. Kondisi ini diakbatkan karena jumlah pengguna air di Kota Ende semakin meningkat dari tahun ke tahun serta jaringan distribusi yang sudah lama dan sering bocor.


Langkah yang dilakukan PDAM Ende untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat pelanggan, kata Waka adalah dengan mencari sumber amata air baru. Untuk itu, PDAM telah melakukan survei awal tiga sumber mata air baru yakni Woloara, kilometer 10 dan Lokoboko. Dari hasil survei awal tersebut, lanjutnya, tiga sumber mata air tersebut layak karena memiliki debit air yang cukup besar. “Kalau ada dana kita tinggal lakukan pemantapan,” kata Waka.


Sumber mata air yang paling siap untuk dimanfaatkan, kata Waka adalah sumber air di kilometer 10. menurutnya, masyarakat di sekitar lokasi mata air telah mengijinkan pemanfaatan air tersebut. Mereka bahkan meminta PDAM untuk secepatnya memanfaatkannya untuk kebutuhan masyarakat Kota Ende ketimbang air yang cukup besar debitnya itu terbuang percuma karena tidak dimanfaatkan. Jadi, kata Waka, jika dana sudah ada prioritas pengembangan pertama adalah sumber mata air di kilometer 10 tersebut. “Kalau ada dana kita prioritaskan di sana karena tidak ada masalah. Proposal sudah kita kirim ke Dinas PU di Cipta Karya tapi belum ada jawaban.”


Waka mengatakan, untuk sumber mata air di Lokoboko, debit airnya juga tidak kalah menjanjikan. Hanya saja untuk dimanfaatkan ada permintaan dari mosalaki setempat agar disediakan pipa tersendiri untuk masyarakat di Lokoboko. Permintaan itu, kata dia masih perlu dipertimbangkan. Oleh karena itu, pemanfaatannya masih perlu dibicarakan lebih lanjut dengan pihak mosalaki agar ketika dimanfaatkan tidak lagi menimbulkan persoalan.

Diakuinya, jika tiga sumber mata air ini nantinya sudah dapat dimanfaatkan, dia yakin kebutuhan air masyarakat Kota Ende sudah bisa dicukupi. Dengan demikian, dia berharap kesulitan air yang selama ini dirasakan masyarakat dapat teratasi. Karena hanya dengan mengandalkan empat mata air yang selama ini dioptimalkan dirasakan masih sangat kurang menjangkau seluruh masyarakat pelanggan dan menyebabkan dilakukan penggiliran.


Dikatakan, dalam tahun 2010 ini, bupati telah mengatakan akan ada perbaikan jaringan perpipaan dalam Kota Ende kerja sama dengan negara Prancis. Dia berharap, rencana itu dapat terwujud mengingat jaringan perpipaan di Kota Ende sudah cukup tua usianya dan sering mengalami kebocoran. Menurutnya, jika jaringan perpipaan sudah diremajakan jelas kendala pelayanan kepada masyarakat pelanggan berangsur berkurang. Untuk memaksimalkan pelayanan jelas dibutuhkan tambahan sumber mata air. Pengembangan sumber mata air baru membutuhkan biaya yang cukup besar. Dia berharap dukungan dari pemerintah dan lembaga Dewan agar mengalokasikan anggaran untuk pengembangan sumber mata air baru.


Haji Mohamad Taher, anggota DPRD Ende kepada Flores Pos di gedung Dewan, Rabu mengatakan, terhadap rencana pengembangan sumber mata air baru yang mau dilakukan oleh PDAM patut mendapatkan dukungan dari semua pihak. Hal itu menurutnya karena air minum merupakan kebutuhan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Berbicara soal anggaran untuk pengembangan sumer mata air yang baru, kata Haji Taher juga harus menjadi perhatian. Untuk itu dia meminta kepada PDAM untuk membuat rincian anggaran pengembangan sum,ber mata air dan dibicarakan dengan pemerintah. Selanjutnya pada saat perubahan anggaran nanti bisa diajukan untuk dibahas dan ditetapkan DPRD Ende. Dia yakin, usulan yang berkaitan dengan kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tentunya akan menjadi prioritas.


Haji Taher juga mengharapkan agar pihak PDAm juga perlu memperhatikan juga masalah jaringan perpipaan yang ada saat ini. Menurutnya, jaringan yang ada merupakan jaringan yang sudah tua dan butuh dilakukan peremajaan. Rencana pemerintah melakukan peremajaan bekerja sama dengan pemerintah Prancis tersebut diharapkan agar benar-bemnar dapat terealisasi. Menurutnya, jika jaringan sudah bagus dan ada sumber mata air baru jelas kendala distribusi air kepada masyarakat pelanggan akan dapat teratasi.


Dikatakan, jika jaringan distribusi dan sumber air sudah bagus, untuk meningkatkan pelayanan, PDAM juga perlu melakukan pembenahan terhadap manajemen di perusahaan daerah tersebut. Hal itu karena manajemen di dalam satu perusahaan akan sangat menentukan baik buruknya sebuah pelayanan. Jika manajemennya baik maka pelayanannya juga baik. “Tapi kalau manajemennya amburadul jelas perusahaan akan rugi terus walau investasi dan penyertaan modal terus dilakukan,” kata Haji Taher.


PDAM juga perlu membenahi sistem pelayanan kepada masyarakat. Sejauh pengamatannya selama ini, belum ada pemerataan pelayanan kepada masyarakat. Pada jalur-jalur tertentu para pelanggan tidak pernah mengalami kekurangan air bahkan airnya terbuang-buang. Sedangkan di jalur lain ada masyarakat pelanggan yang masih mengeluhkan kesulitan air karenanya minimnya distribusi air ke jalur tersebut. “Jadi kalau mau supaya semuanya berjalan baik harus benahi dulu manajemen dan kemudian sistem distibusi airnya,” kaya Haji Taher.




18 Juni 2009

Maksimalkan Pelayanan, PDAM Terus lakukan Pembenahan

* Penyesuaian Tariff Disambut Baik Pelanggan
Oleh Hieronimus Bokilia


Ende, Flores Pos
Setelah melakukan penyesuaian tarif, PDAM Ende dalam rangka memaksimalkan pelayanan terhadap para pelanggan terus melakukan pembenahan di segala lini. Salah satunya adalah dengan melakukan perbaikan jaringan terutama yang bocor dan tersumbat agar penyaluran air kepada masyarakat pelanggan tidak menghadapi kendala.

Hal itu dikatakan Direktur PDAM Ende, Ayub Waka kepada Flores Pos di ruang kerjanya, Selasa (16/6). Ayub Waka mengatakan, sejak diberlakukannya penyesuaian tarif dasar air minum pada bulan Mei lalu, sejauh ini tidak ada reaksi atau keberatan dari masyarakat pelanggan. Tidak adanya keberatan itu, kata dia, karena penyesuaian tarif yang dilakukan langsung diikuti dengan pembenahan pelayanan pendistribusian air kepada masyarakat pelanggan.

Lakukan Pembenahan Pelayanan
Dijelaskan, penyesuaian tarif memang perlu dilakukan mengingat kenaikan tarif dasar itu sudah dilakukan sejak enam tahun yang lalu sehingga perlu ada penyesuaian tarif. Penyesuaian itu rata-rata mengalami perubahan atau kenaikan sekitar Rp150 namun itu khusus untuk sambunganrumah tangga. Sedangkan untuk sambungan lainnya terjadi kenaikan yang tidak sama.

Diakuinya, dengan penyesuaian tarif ini, PDAM lebih meyakinkan diri untuk melakukan pembenahan pelayanan terutama dalam pendistribusian air kepada masyaakat pelanggan. Pembenahan yang dilakukan terutama pada upaya pengurangan tignkat kebocoran baik akibat pipa penyaluran air yang sudah tua maupun kebocoran akibat ulah manusia yang tidak disengaja. “Kebocoran itu wajar karena sudah 26 tahun jaringan distribusi ini dipasang.” Menyikapi kebocoran itu, lanjutnya, selalu langsung dilakukan perbaikan jika diketahui adanya laporan atau pantauan dari petugas yang rutin turun ke lapangan.

Rutin Lakukan Pemantauan
Kepala Bidang Teknik PDAM Ende, Yoseph Lela mengatakan, jaringan distribusi yang dikelola PDAM saat inbi sudah cukup tua usianya. Kondisi itu mengakibatkan kebocoran sering terjadi. Namun kebocoran itu selalu sigap dilakukan perbaikan. Dikatakan pula, jika selama ini banyak juga kebocoran yang disengaja itu terjdi karena pada waktu lalu distribusi air kurang merata sehingga banyak pihak yang sengaja melakukan pencurian air di beberapa titik. Namun dengan lancarnya distribusi air dan seringnya petugas secara rutin melakukan pemantauan, aksi-aksi pencurian air semakin berkurang.

Diakui pula, kendala yang dihadapi PDAM adalah tingginya tunggakan air. Banyak kalangan yang belum membayar rekening air yang ditetapkan. Pendekatan terus dilakukan dan dari pendekatan itu ada pelanggan yang sadar dan langsung membayar rekening air mereka. Bahkan, kata dia, pendekatan dan penagihan langsung dilakukan oleh petugas ke rumah pelanggan. “Tapi kalau ada yang masih tidak bayar terpaksa kita dop (tutup) sementara sampai mereka bayar.” Tunggakan terbesar, katanya terdapat di perumahan DPRD Ende di Mautapaga Permai. Tunggakan mencapai Rp6 juta lebih dan sudah berulang kali dilakukan penagihan kepada Sekretariat Dewan. Dia berharap, ke depan semua tunggakan dapat dibayar agar bisa menunjang PDAM dan operasional dan peningkatan pelayanan.