Tampilkan postingan dengan label parpol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parpol. Tampilkan semua postingan

03 Agustus 2011

DPC PPI Kabupaten Ende Rombak Kepengurusan

· Isi Kekosongan pada Posisi Sekretaris

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Mengingat adanya kondisi lowong pada posisi sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Partai Pemuda Indonesia (DPC PPI) Kabupaten Ende maka pada Selasa (26/7) DPC PPI Kabupaten Ende menyelenggarakan rapat badan pengurus DPC PPI Ende. Rapat badan pengurus tersbeut menghasilkan pengangkatan Aurelius Do’o yang sebelumnya menjabat Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PPI Ende untuk menempati posisi sekretaris umum DPC PPI Ende.

Hal itu dikatakan Ketua DPC PPI Kabupaten Ende, Efraim Belarminus Ngaga dalam suratnya yang diterima Flores Pos, Rabu (27/7). Efraim Ngaga mengatakan, pengangkatan Aurelius Do’o menjabat sekretaris umum DPC PPI Ende adalah untuk menggantikan posisi sekretaris yang lowong ditinggalkan Ferdyn Rendu.

Dikatakan, dengan pengangkatan Aurelius Do’o sebagai sekretaris maka selanjutnya dia menjalankan tugas sebagai sekretaris DPC PPI Ende yang saat ini memiliki dua kursi perwakilan di lembaga DPRD Ende. Lahirnya musyawarah badan pengurus ini, lanjutnya maka PPI Ende memasuki babak baru dalam sistem kepengurusan yang ditandai dengan beberapa penetapan reposisi struktur DPC PPI Ende lainnya. Struktur lengkap kepengurusan DPC PPI Ende yakni, Ketua, Efraim Belarminus Ngaga, Sekretaris, Aurelius Do’o, Wakil Sekretaris, Bernadus Y Woka, Wakil Sekretaris, Siprianus Maju Mencari dan Wakil Ketua, Zakarias Hami.

Efraim Ngaga mengatakan, musyawarah yang digelar tersebut mengacu pada urgensi kebutuhan partai yang bersifat konstruktif dan demokratis. Hasil keputusan yang dibuat dalam rapat badan pengurus itu, akan langsung disampaikan ke pusat dan provinsi utuk disahkan melaluii mekanisme partai.

“Dengan tampilnya beberapa perubahan komposisi internal, diharapkan partai ini bisa menjadi mitra dan sekaligus pilar konstruktif di daerah,” kata Efraim Ngaga.

Aurelius Do’o, Sekretaris terpilih menggantikan Ferdyn Rendu mengataka, perubahan posisi yang terjadi dalam tubuh partai merupakan curahan gagasan kolektif dalam ranah kebutuhan partai untuk dapat memperkuat watak dan karakter partai sebagai media perjuangan demokrasi sebagaimana gerak perubahan seorong watak, kapasitas, peran, tugas dan tanggungjawab partai dengan mengacu pada visi, misi dan nilai-nilai perjuangan demokrasi.

Ketua Bappilu yang baru menggantikan Aurelius Do’o menegaskan, perubahan yang dilakukan dalam partai bertujuan memberikan kreasi tersendiri bagi partai dalam menjalankan amanat partai sebagai pilar pembangunan bangsa.

03 Juni 2011

DPC PDI Perjuangan Sinyalir Proyek Bencana Alam Tidak Sesuai Spesifikasi

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Ende berdasarkan hasil penelusurannya menemukan ada banyak proyek bencana alam yang dikerjakan tidak sesuai dan asal jadi. Ada proyek yang baru dikerjakan namun sudah mulai rusak dan ada yang sedang dalam proses pengerjaan tidak sesuai spesifikasi yang disyaratkan di dalam RAB.

Hal itu dikatakan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Ende, Lasarus Rapa kepada Flores Pos di Sekretariat DPC PDI Perjuangan, Jalan Garuda, Kamis (26/5). Lasarus Rapa mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran sejumlah pengurus yang disampaikan pada saat diskusi terbatas di sekretariat partai, ditemukan ada sejumlah proyek dana bencana alam yang dikerjakan asal jadi. Karena dikerjakan asal jadi, ada sejumlah proyek yang baru dikerjakan namun sudah rusak.

Selain itu, dari hasil penelusuran di sejumlah lokasi proyek bencana alam yang sedang dikerjakan saat ini, ada banyak proyek yang dikerjakan tidak sesuai spesifikasi yang sudah ditetapkan di dalam RAB. Dia mencontohkan ada sejumlah pengerjaan proyek normalisasi kali yang menggunakan bronjong tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan di dalam RAB.

Dia mengatakan, terhadap temuan-temuan seperti ini diharapkan dinas melalaui perangkat teknisnya harus lebih tegas terhdap para rekanan yang mengerjakannya. Jika temuan partai ini benar adanya maka dinas harus mengambil sikap tegas terhadap rekanan. Bila perlu jika ada indikasi pengerjaan tidak sesuai Rab agar dilakukan pemutusan hubungan kerja dengan rekanan bersangkutan. Kepada aparat penegak hukum, kata Rapa diharapkan pula untuk ikut menyikapi hal ini. Menurutnya, jika penyimpangan dalam pengerjaan proyek seperti itu terus dibiarkan aka pembangunan tidak akan tercapai sesuai apa yang diharapkan.

Rapa engatakan, temuan sejumlah pengurus yang sudah dibicarakan di dalam diskusi internal partai ini selanjutnya akan disampaikan kepada fraksi sebagai perpanajangan partai di DPRD Ende untuk disikapi. Anggota Dewan dari PDI Perjuangan diminta untuk turun langsung ke lokasi pengerjaan proyek untuk memantau sinyalemen indikasi penyimpangan dimaksud. Jika benar ada temuan penyimpangan, partai akan mendesak fraksi untuk menyikapinya secara kelembagaan.

Selanjutnya, apa yang menjadi temuan itu agar disikapi secara politik dalam pandangan politik fraksi baik dalam pandangan umum fraksi maupun pendapat akhir fraksi. Langkah itu dinilainya perlu dilakukan sebagai bentuk pengawasan partai terhadap jalannya pembangunan di daerah ini. “Kita tidak ebrmaksud mendiskreditkan siapa-siapa. Ini semata kita lakukan agar proyek yang dikerjakan benar-benar bermutu dan punya nilai manfaat bagi masyarakat,” kata Rapa.

24 Mei 2011

Jimmi Sianto, Kepengurusan DPC Partai Hanura Ende Sah

  • SK Belum Diserahkan

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura NTT, Jimmy WB Sianto mengatakan, berdasarkan laporan yang dibuat saat Musyawarah Cabang I DPC Partai Hanura Kabupaten Ende, sudah ada berita acara pengusualan nama-nama tim formatur. Karena itu dia mengundang tim formatur untuk hadir dalam pertemuan di Kupang beberapa waktu lalu. Saat ini, kepengurusan DPC Partai Hanura Ende sudah terbentuk dan mereka sudah sah untuk menjalankan roda organisasi.

Kepada Flores Pos per telepon dari Rote, Jimmi Sianto mengatakan, kepengurusan DPC Partai Hanura saat ini sudah tidak ada persoalan. Komposisi kepengurusan sudah terbentuk dankendati mereka belum dilantik namun karena SK sudah diterbitkan maka mereka sudah dapat menjalankan roda organisasi.

Diakuinya, sejauh ini surat keputusan penetapan komposisi kepengurusan DPC Partai Hanura Ende memang sudah diterbitkan. Namun, SK tersebut belum diserahkan kepada DPC. DPD partai, lanjutnya memberikan persyaratan kepada pengurus di tingkat cabang untuk terlebih dahlu melakukan sejumlah persiapan untuk pelaksanaan verifikasi partai politik. Sk baru dapat disetrahkan jika persiapan verifikasi sudah dilaksnakan oleh DPC. “SK kepengurusan untuk seluruh DPC yang baru menggelar muscab belum kita serahkan. Mereka disyaratkan mempersiapkan materi verifikasi terlebih dahulu,” kata Sianto.

Terkait adanya polemik sejumlah kader partai di media, Sianto mengatakan, hal itu sangat disayangkan. Dia menduga, kader-kader yang mempersoalkan pelaksanaan muscab itu diperalat oleh oknum-oknum tertentu. Seharusnya, kata dia, persoalan itu dibicarakan secara kekeluargaan dengan partai dan bukannya dipolemikan di media.

Karena itu, dia akan menyurati mereka untuk diberikan penjelasan terkait polemik yang diangkat. Menurutnya, polemik yang diangkat sejumlah kader di media, sebenarnya sudah selesai. Saat ini, kata dia, sudah tidak ada lagi persoalan terkait dengan pelaksanaan Muscab I DPC Partai Hanura Ende yang lalu. Apalagi, deadloc yang terjadi pada saat itu hanya pada saat pengusulan tim formatur. Sedangkan pemilihan ketua sudah tidak ada persoalan lagi.

Dikatakan, sejumlah kader yang coba mempersoalkan di DPP juga sudah mendapatkan penjelasan yang sama. Muscab, kata dia sudah tidak ada persoalan lagi dan sudah berjalan sesuai amanat partai dan mekanisme yang adfa di dalam partai. Karena itu, dia meminta kepada semua kader untuk tidak lagi berpolemik di media dan melakukan persiapan untuk pelaksanaan verifikasi partai politik.

13 Februari 2011

Aula Gedung Golkar Diruntuhkan untuk Dibangun Kembali

  • Butuh Dukungan Moriul dan Materil Seluruh Kader Partai

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Aula gedung Golkar yang dibangun dari tahun 1986 akhirnya digusur dan diruntuhkan untuk dibangun kembali. Penggusuran dihadiri para pengurus DPD II Partai Golkar Ende, para sesepuh dan kader Partai Golkar.

Ketua DPD II PartainGolkar Ende, Marselinus YW Petu pada acara penggusuran aula gedung Golkar, Sabtu (8/1) mengatakan, pembongkaran yang dilakukan bukan untuk memboingkar rumah dalam artian nilai tetapi membongkar yang rusak untuk diperbaiki. Aula gedung golkar itu, kata Petu merupakan gedung yang rusak berat akibat gempat tahun 1992. bangunan-bangunan lain yang rusak akibat gempa tahun 1992 kata dia semuanya sudah dibongkar dan dibangun kembali namun yang belum hanya gedung Golkar itu.

Dalam kepemimpinannya, lanjutnya, terpikirkan apakah tetap mempertahankan dan menjadikan ornamen gempa 1992 atau menunjukan ketidakmampuan dalam membangunkembali. Dalam setiap kunjunagn pengurus partai baik proviunsi dan pusat, lanjut Petu, pengurus tidak pernah menyelenggarakan kegiatan di tempat lain dan selalu menggunakan gedung Golkar walau dengan kondisi yang rusak. Bahkan, lanjutnya, walau dalam kondisi rusak tetapi animo masyarakat untuk menggunakan gedung ini cukup tinggi. “Saat diminta saya tinggalkan naluri teknik saya yang katakan gedung ini tidak layak digunakan karena khawatir dampak tetapi naluri politik yang saya paki dan tidak pernah menolak permintaan masyarakat untuk gunakan,” kata Petu.

Kondisi kerusakan yang ada, lanjutnya setelah berembuk dan melakukan pendekatan dengan sleuruh pengurus dan fungsionaris, disepakati untuk dilakukan renovasi. Pengurus lalu melakukan pengkajian agar secepatnya direhab dan sepakat untuk dilakukan pembongkaran.

Dikatakan, pembongkaran pada tahun 2011 ini dia ibaratkan seperti runtuhnya WTC di Amerika yang kemudian dibangun kembali dalam sekejap. Penggusuran ini, kata dia tidak semudah untuk membangun lagi. Karena itu membutuhkan peranaktif seluruh kader partai agar pekerjaan ini tidak hanya berakhir pada pembongkaran tetapi pekerjaan harus sampai pada pembangunan kembali. “Ini butuh dukungan moril dan materil semua kita,” katanya.

Dia merencanakan menggagas pertemuan kader se-daratan Flores yang dihadiri Ketua Umum Partai Golkar. Pada kesempatan itu baru dicarikan dana untuik kelanjutan pembangunan dan peletakan batru pertama pada waktu itu. Terkait waktu pelaksanaannya masih harus diatur dan disesuaikan.

Sesepuh Partai Golkar, Benyamin Yos Jo pada kesempatan itu lebih banyak menceritakan keberadaan Partai Golkar sejak awal hingga kondisi saat ini. menurutnya, Golkar Ende awalknya diurus oleh ABRI terutama Angkatan Darat. Semangat perjuangan Golkar selama diurus ABRI, lanjutnya yang harus direnungkan dan diambil manfaatnya dalam rangka menghidupkan organisasi.

Dikatakan, Golkar lahir bukan karena euforia politik seperti partai politik kebanyakan. Kader-kader Partai Golkar saat ini, lanjutnya orientasinya tidak lagi ke provinsi dan pusat. Orientasi kader saat ini haruslah ke desa. Bangun komunikasi bathin dengan pemilih di desa-desa karena ke depan perjuangan semakin besar. Tetapi, dia yakin dengan kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki kader saat ini akan mampu membesarkan partai ke depan.

Megi Sigasare dalam narasi pembongkaran aula Golkar mengatakan, lokasi dan bangunan gedung aula DPD Partai Golkar ini telah direncanakan sejak tahun 1982 oleh dua tokoh pendahulu Yohanes Pake Pani (bupati waktu itu sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Golkar) dan Yos Sigasare (Ketua DPD II Golkar) sebagai desainer arsitektur bangunan. Setelah dibangun atas partisipasi semua pihak, gedung ini diresmikan pada 1986 pada saat kunjungan Cosmas Batu Bara. Bangunan ini pada masa itu merupakan bangunan termegah setelah gedung DPD I NTT di Kupang.

Pada masa kepemimpinan Marsel Petu yang berlatar arsitek ini, harapan dan tanggung jawab memperbaiki gedung ini diembankan. Pembangunan nanti akan tetap mempertahankan nilai-nilai arsitektur banguna natas dan bangunan bawah yang menggambarkan nilai-nilai filosofis perjuangan Partai Golkar ke depan. Dalam kebersamaan. Pembanguna kembali gedung ini diharapkan akan semakin memperkuat institusi pada berbagai tingkatan dan semakin mengembangkan kualitas dan kuantitas kader demi kemenangan partai di masa mendatang.

Pada acara pembongkaran ini, dilakukan pembongkaran secara simbolis diawali sapaan adat. Ketua DPD II Partai Golkar Ende, Marsel Petu terlebih dahulu melakukan pembongkaran secara simbolis, disusul sejumlah sesepuh partai dan pemerintah yang diwakili lurah Paupire. Setelah dilakukan secarea simbolis, alat berat yang telah disiapkan langsung melakukan penggusuran aula gedung Golkar hingga rata tanah.

19 Desember 2010

Kantongi SK Definitif, DPC PKB Segera Lakukan Konsolidasi

  • Juga Lakukan Revitalisasi Kepengurusan di Tingkat PAC

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Jajaran Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Ende segera melakukan konsolodai partai mulai dari tingkat kabupaten hingga ke tingkat pengurus anak cabang, pengurus ranting dan anak ranting. Konsolidasi dimaksud dilakukan setelah DPC PKB telah mengantongi SK defitif kepengurusan periode 2010-2015 dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.

Hal itu dikatakan Ketua Dewan Tanfidz PKB Kabupaten Ende, Ali Ahad kepada Flores Pos, Sabtu (11/12). Ali Ahad mengatakan, SK definitif kepengurusan DPC PKB telah diterima dan ditetapkan di Jakarta per tangal 30 Septermber 2010. dengan mengantongi SK diaksud, selanjutnya kepengurusan yang sah ini mulai bekerja.

Agenda awal adalah melakukan rapat koordinasi guna konsolidasi partai. Setelah rapat di tingkat DPC baru dilakukan revitalisasi kepengurusan di tingkat pengurus anak cabang (PAC). Bagi pengurus yang masih loyal terhadap kepengurusan yang ada akan tetap dipertahankan. Namun bagi pengurus anak cabang yang tidak dapat diajak bekerja sama akan dilakukan pergantian.

Selain merevitalisasi kepengursan di tingkat pAc, jajaran kepengurusan yang ada juga berkomitmen untuk membentuk kepengurusan di tingkat ranting yakni kepengurusan di tigkat desa juga kepengurusan di tingkat anak ranting yakni kepengurusan di tingkat dusun. Kerja-kerja ini dilakukan untuk membenahi kondisi partai yang selama ini masih kurang berjalan bagus karena kurang didukung jajaran kepengurusan di tingkat bawah.

Terkait adanya kader-kader yang selama ini berbeda pendapat sebelum dan pada saat pelaksanaan Muscab, Ali Ahad akui seluruhnya telah dirangkul. Seluruh perbedaan yang ada selama ini telah ditinggalkan. “Semua perbedaan masa lalu kita tinggalkan. Semua kader yang ada sudah dirangkul dalam kepengurusan yang ada,” kata Ali Ahad.

Ke depan, DPC PKB akan terus melakukan kopnsolidasi hingga ke tingkat akar rumput demi mempersiapkan diri menyongsong pelaksanaan pemilihan umum legislatif 2014 mendatang. Dengan kerja-kerja partai itu, diharapkan pada pemilu mendatang minimal PKB dapat meraih kursi dari setiap daerah pemilihan yang ada. Untuk itu, DPC PKB akan terus mempersiapkan kader-kadernya terutama kader-kader muda yang tangguh untuk bersama bekerja demi kejayaan PKB di masa-masa mendatang.

Ketua Umum DPP PKB, H. A. Muhaimin Iskandar dan Sekretaris Jenderal H. M Yusuf Mujenih dalam SK tertanggal 30 September 2010 memutuskan mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi surat keputusan Nomor 5381/DPP-03/VI/2010 tanggal 30 Juni 2010 tentang penetapan susunan pengurus sementara/tim careteker DPC PKB Ende. Mengecahkan susuna kepengurusan DPC PKB Kabupaten Ende hasil musyawarah cabang dan memberikan tugas, wewenang dan tanggung jawab sebagaimana diamanatkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta peraturan partai PKB.

Di dalam SK dengan Nomor 5780/DPP-03/V/A.1/IX/2010 melampirkan susunan kepengurusan DPC PKB. Masing-masing, Ketua Dewan Syyura, Abdul Kadir Hasan, Sekretaris Noberrus More Raja. Kertua Dewan Tanfidz, Ali Ahad, Sekretaris Yulius Cesar nonga dan Bendahra Hironimus Sabit.