Tampilkan postingan dengan label pelajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelajar. Tampilkan semua postingan

23 November 2010

Pol PP Ende Tahan Sejumlah Siswa

  • Berkeliaran Pada Jam Sekolah

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ende dalam operasi rutinnya, berhasil menangkap dan mengamankan sejumlah siswa SMA dan SMP yang berkeliaran pada jam sekolah. Para siswa yang diamankan itu dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata dan dibina. Mereka lalu dikembalikan ke sekolah namun karena pada Sabtu maka mereka lalu dikembalikan ke rumah masing-masing.

Kepala Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pada Satpol PP Ende, Martinus Laka di Kantor Satpol PP, Sabtu (20/11) mengatakan, operasi yang mulai dilakukan pada Sabtu (20/11) itu merupakan operasi rutin yang selanjutnya akan dilakukan setiap hari. Operasi itu menjabarkan surat edaran bupati Ende untuk menertibkan siswa yang berkeliaran pada jam sekolah.

Dikatakan, selain menertibkan dan menjaring siswa yang berkeliaran pada jam sekolah, opersi rutin yang dilakukan juga untuk menertibkan PNS yang meninggalkan tugas pada jam dinas tanpa ada ijin dari atasan. Operasi penertiban yang dilakukan juga untuk emnertibkan kendaraan dians yang digunakan tidak sesuai fungsinya. Hal itu mengingat banyak kendaraan dians yang dipakai di,luar jam dinas dan dimanfaatkan untuk hal-hal di luar tujuan pengadaan kendaraan dinas.

Bagi siswa yang tertangkap berada di luar sekolah pada jam sekolah, kata Laka, mereka akan didata dan dilakukan pembinaan di kantor Satpol PP. Setelah itu, mereka akan dikembalikan ke sekolahnya masing-masing. Selanjutnya sekolah yang melakukan pembinaan sesuai aturan sekolah masing-masing termsuk memanggil orangtua siswa bersangkutan.

Sedangkan untuk PNS yang tertangkap meninggalkan tugas pada jam dinas, lanjut Laka, mereka akan didata dan membuat surat pernyataan. Mereka kemudian dikembalikan kepada instansi tempat mereka bekerja. Terkait sanksi yang diberikan kepada PNS, diserahkan kepada atasan langsung mereka di setiap instansi untuk memberikan pembinaan dan sanksi. Langkah itu, kata Laka dilakukan untuk menyadarkan PN tentang Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Sedangkan bagi para siswa, penertiban ini dilakukan agar mereka bisa mnejalankan tugas sebagai pelajar dengan baik dan belajar agar menjadi manusia yang berhasil.

Dalam menjalankan tugas operasi penertiban ini, kata dia, anggota diarahkan untuk persuasif dan tidak melakukan tindakan kekerasan. Para siswa yang diamankan langsung didata. Data tersebut penting agar jika mereka kembali ditangkap kedua kalinya akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Pada operasi rutin yang dilakukan petugas Satpol PP pada Sabtu, berhasil menjaring tujuh siswa. Semula petugas menangkap tiga siswa SMK Yos Sudarso. Saat ditangkap mereka sedang minum kopi. Dalam operasi lanjutan, Satpol PP berhasil menangkap dua orang siswa SMP Islam Mutmainah dan pada operasi ketiga mereka berhasil menangkap dua siswa sma. Setelah didata dan diberikan pembinaan, mereka dikembalikan ke rumah masing-masing karena pada hari Sabtu jam sekolah hanya sampai pukul 12.00.

Zulkifli Ahmad, siswa SMP Islam Mutmainah mengatakan, saat ditangkap dia dan temannya Sarifudin Said sedang berada di tempat jualan Padang. Dia dan temannya sedang mengejar teman mereka yang lari ke arah tempat jualan Padang. Waktu itu, kata dia sedang istirahat pelajaran. Mereka bermaksud mengambil uang milik mereka, namun ditangkap petugas Satpol PP.

Ketua RT Serahkan Benda Asing yang Diduga Bom


  • Diserahkan Orang Tidak Dikenal

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Yakobus Ngere, Ketua RT di Dusun Ndetundora I menyerahkan benda asing yang semula dikiranya bom kepada Kdoim 1602 Ende. Benda asing tersebut dia terima dari seorang yang tidak dikenal yang mengendari sepeda motor. Kepadanya, orang tidak dikenal itu menyuruhnya untuk diletakan di tower telkomsel dan stunya lagi diletkan di dekat televisi dirumah ketua RT.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Ende, AKBP Darmawan Sunarko kepada wartawan di Mapolres Ende, Senin (15/11) didampingi Wakapolres, Kompol Albert Neno mengatakan, benda asing itu diterima ketua RT sekitar pukul 08.30 pada Senin pagi. Orang yang menyerahkan benda asing itu tidak dikenal olehnya. Karena merasa khawatir jangan sampai benda yang diserahkan itu berbahaya, ketua RT tersebut lalu menyerahkannya kepada Kodim 1602 Ende.

Setelah menerima benda asing tersebut, Kepala Seksi Intel Kodim 1602 Ende lalu mengantarnya untuk diserahkan kepada polisi. Benda asing tersebut, lanjut Kapolres Darmawan setelah diteliti ternyata tidak ada apa-apanya. Namun, hanya merupakan kumpulan potongan besi yang dipadatkan menggunakan lilin.

Dikatakan, orang yang memberikan benda asing tersebut saat ini sudah berhasil diidentifikasi ciri-cirinya. Ketua RT yang menerima benda asing tersebut juga sempaty mencatat nomor polisi sepeda motor yang digunakan orang yang menyerahkan benda asing tersebut. Petugas di Samsat sedang melakukan pengecekan terhadap nomor polisi sepeda motor yang digunakan pelaku. dimaksud.

Diakuinya, benda asing itu tidak sempat mengkhawatirkan warga sekitar. Hal itu karena yang menerimanya adalah ketua RT dan setelah menerima benda asing tersebut langsung diserahkan kepada aparat di Kodim.

13 Juni 2010

Siapkan Kader Pemimpin, SMP Ndao Gelar LKTD

* Diikuti 28 Siswa Pengurus OSIS

Oleh Hieronimus Bokilia


Ende, Flores Pos

Dalam upaya menyiapkan kader pemimpin masa depan yang handal, memiliki nilai religiositas, humanitas dan nilai nasionalisme, SMPK Frateran Ndao menggelar latihan kepemimpinan tingkat dasar (LKTD). LKTD ini diikuti oleh para pengurus OSIS sebanyak 28 orang dan menghadirkan pendamping dari Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Ende dibawah Koordinator Romo Remigius Misa, Pr.


Hal itu dikataan Wakil Kepala SMPK Frateran Ndao, David Noa kepada Flores Pos di sela-sela kegiatan yang dipusatkan di aula Olangari, Selasa (11/5). David Noa mengatakan, pelatihan yang diikuti 28 peserta dari pengurus OSIS ini dilaksanakan selama tiga hari dari 10-12 Mei bertempat di Olangari.


Pembina yang mendampingi para peserta dalam LKTD ini, kata David Noa yakni tim dari Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Ende yang dikoordinir oleh Romo Remigius Misa, Pr. Pembina lainnya yakni Rm. Fidelis Markus Demu, Suster Maria Sumarni, FCJ dan Angela Merici Reineldis Naro. Materi yang dipaparkan kepada para peserta yakni hal-hal yang terkait dengan dasar-dasar kepemimpinan dan kepemimpinan yang beriman dan memiliki nilai religiositas, humanitas dan nasionalis


Dari kegiatan LKTD ini, lanjut Noa, para peserta diharapkan makin memahami apa itu kepemimpinan dan kepemimpinan yang baik itu seperti apa. Selain itu, dari kegiatan ini, lembaga berharap bisa menjadfi ajang menyiapkan kader pemimpin di masa depan yang memiliki nilai-nilai religiositas, humanitas dan nasionalis.


Tashya Ngasu, Humas OSIS SMPK Ndao dan juga salah satu peserta pelatihan mengatakan, pelatihan yang dibuat tersebut sangat bermanfaat bagi mereka apalagi selama ini mereka sudah dipercayakan menjadi pengurus OSIS di sekolah. Menurut Tashya, kegiatan LKTD seperti ini sangat penting bagi mereka karena lewat kegiatan ini mereka bisa menggali potensi pribadi mereka dan mulai menemukan jati diri. Melalui pelatihan ini, lanjutnya, mereka juga bisa belajar menjadi pemimpin serta belajar untuk menjadi lebih mandiri dalam hal apapun.


Dia mengakui, sebelum mengikuti kegiatan LKTD, banyak teman-temannya yang kurang percaya diri dan kurang mampu mengemukakan pendapat di hadapan umum. Namun setelah tergabung dalam kegiatan LKTD, mereka mulai mampu membuka diri dan tampil mengemukakan pendapat. “Setelah ikut baru kami rasakan bahwa kami juga bisa tampil sebagai pemimpin,” kata Tashya.


Tashya juga berharap, ke depan agar kegiatan LKTD dan kegiatan-kegiatan lainnya yang lebih mengasah kemampuan siswa lebih ditingkatkan. Bila perlu, kegiatan serupa tidak saja diikuti oleh pengurus OSIS tetapi juga secara berkelanjutan diikuti oleh semua siswa. Hal itu penting agar tidak hanya siswa tertentu saja yang mendapatkan kesempatan belajar dan membentuk diri namun semua siswa di SMP Ndao pada akhirnya mampu membentuk diri dan belajar mempersiapkan diri menjadi kader pemimpin di masa-masa mendatang.