18 September 2009
UKMI Universitas Flores Gelar Buka Puasa Bersama
Oleh Hieronimus Bokilia
Ende, Flores Pos
Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Universitas Flores menggelar kegiatan buka puasa bersama di kampus Universitas Flores. Acara buka puasa bersama ini dihadiri lebih kruang 230 mahasiswa anggota UKMI. Acara ini digelar untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa soal manfaat dan kegunaan puasa juga untuk meningkatkan ulhuwah antara mahasiswa Islam di Universitas Flores.
Ashari Sewnjahari Rawe, mantan pengurus UKMI Universitas Flores disela-sela pelaksanaan acara buka puasa di Kampus I Universitas Flores, Kamis (10/9) mengatakan, pelaksanaan buka puasa bersama itu untuk meberikan pemahaman kepada mahasiswa agar semakin mengetahui manfaat dari puasa bagi kaum muslimin. Langkah itu dipandang perlu mengingat sejauh pengamatannya masih banyak generasi muda khususnya mahasiswa yang belum sepenuhnya memahami makna dari berpausa itu sendiri.
Dikataka, untuk itu dipandang perlu menyongsong bulan suci Ramahdan kalangan mahasiswa khususnya yang ada di UKMI Universitas Flores diajak untuk instrospeksi diri dan mulai menjauhi larangan dan hal-hal yang melanggar perintah agama dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua UKMI Universitas Flores, Nursyawal juga mengatakan hal yang sama. Menurut Nursyawal berpuasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga tetapi juga sebagai momen membentuk kepribadian yang lebih beriman dan berakhlak mulia. Berpuasa juga dapat memberikan motifasi kepada mahasiwa lebih sabar dalam menjalankan perintah Allah dalam menghadapi berbagai tantangan dalam bulan suci Ramadhan.
Acara buka puasa bersama yang digelar UKMI Universitas Flores ini dibuka dan diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran oleh Ramli Siweti. Acara juga diisi sambutan dari rektor yang dibacakan Ketua BEM Universitas Flores Agustinus Kembari Sumbi. Tausiyah dibawakan oleh Jafar H Abdullah mengangkat topik peningkatan ukhuwah Islamiyah demi mewujudkan insan kampus yang Qurani. Usai tausiyah, acara buka puasa bersama dilanjutkan dengan dzikir dan buka puasa bersama. Acara diakhiri sholat magrib berjamaan dipimpin ustad Jafar H Abdullah.
UKMI Universitas Flores, kata Nusyawal selain menggelar kegiatan buka puasa juga melaksanakan tablik akbar, idul kurban, talim akbar dan bhakti sosial berupa kegiatan pembersihan masjid di wilayah Kota Ende.
26 Agustus 2009
Umat Islam Diimbau Jalani Puasa dengan Penuh Khidmat
Oleh Hieronimus Bokilia
Ende, Flores Pos
Seluruh umat islam di Kabupaten Ende dalam menyongsong bulan puasa 1942 Hijriah diharapkan untuk dapat menjalankan ibadah puasa ini dengan penuh khidmat. Dengan menjalankan puasa umat Islam dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang tidak berpunya yang tidak makan dan minum selama satu hari penuh. Dari situ nantinya diharapkan umat Islam dapat turut merasakan kesussahan mereka dan tergerak hatinya untuk membantu yang susah lewat infaq sadakah.
Hal itu dikatakan Tokoh Islam Ende, Abdul Wahab Daud di kediamannya, Jalan A. Yani, Rabu (19/8). Wahab Daud yang juga Ketua Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ende ini mengatakan, masa puasa menurut ketentuan menunggu pengumuman resmi dari Departemen Agama dan jika sesuai penanggalan maka bulan puasa akan dimulai pada 21 Agustus. Namun kepastian itu masih menunggu pengumuman dari Menteri Agama RI. Menurutnya, terkait waktu dimulainya puasa ini memang ada perbedaan dalam penghitungan yang dalam Islam disebut Rukhiyah dan Hisyah di mana dalam perhitungannya terdapat perbedaan. Namun menurutnya, umat Islam di Indonesia sebaiknya mengikuti pengumuman resmi dari pemerintah di mana setelah diumumkan secara resmi oleh Menteri Agama maka keeseokan harinya langsung dimulai masa berpuasa.
Makna puasa menurut ajran Islam, kata Wahab Daud, puasa dalam arti bahasa berarti menahan. Hal itu berarti selama masa puasa umat Islam berusaha mengimplementasikannya dengan mencoba menahan semua hal-hal yang dapat membatalkan puasa baik dengan perkataan, perbuatan yang bisa membatalkan puasa.
Hikmah puasa bagi umat Islam sesungguhnya, kata Wahab Daud, adalah bagaimana umat Islam mencoba turut merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang berkekurangan yang tidak makan dan minum selama satu hari penuh. Dengan ikut merasakan kesulitan yang dirasakan oleh orang berkekurangan dapat mendorong umat Islam untuk membantu yang berkekurangan. “dari situ ada kepedulian kepada sesama manusia dan memberikan infaw sadakah.”
Kepada sesama umat Islam, Abdul Wahab Daud mengimbau agar dalam bulan puasa ini seluruh umat Islam dapat berpuasa secara khidmat dalam rangka menyongsong Ramadhan 1942 Hijriah. Dikatakan, dengan berpuasa selama lebih kurang sebulan lamanya ini nantinya umat Islam dapat trerus meningkatkan ibadahnya kepada Tuhan dan meningkatkan kepedulian kepada sesama manusia.
Rustam E, umat Islam Kota Ende, mengatakan, pada bulan puasa ini dia akan berupaya merubah perilaku yang selama ini dirasakan kurang berkenan. Langkah itu menurutnya perlu dilakukan agar dapat membantunya selama menjalankan puasa agar puasanya bisa berjalan penuh dan tidak batal di tengah jalan. Jika tahun-tahun sebelumnya ada puasanya yang bolong atau batal, dia berharap dengan persiapan-persiapan dan mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan selama bulan puasa ini dia mampu menjalani puasanya secara lengkap dan tidak batal.