02 Agustus 2009

Jadikan Bolakaki sebagai Profesi

Heru Nery

Pria kelahiran Aimere Kabupaten Ngada 27 September 1980 ini sebalu memberikan penampilannya yang meyakinkan dan mampu membangkitkan daya juang teman-temannya. Ketenangan dan pengalaman melangl;ang buana di jagat sepakbola nasional membuat dia menjadi inspirator bagi sesame rekan setimnya di PSN Ngada. Dialah pemilik nama Heru Nery yang telah malang melintang di sejumlah klub diantaranya, klub diluar NTT seperti Persisas Samarinda, Persibo Bojonegoro, PSBL Langsa dan kini memperkuat Persipura Jayapura.

Namun bermain memperkuat tim diluar tanah kelahiran dirasakan belum memberikan kepuasan bagi dia. Keinginan untuk kembali ke tanah kelahiran dan memperkuat PSN Ngada adalah semangat yang membuatnya begitu gemilang tampil di ajang ETMC 2009 Bajawa. Kualitas sebagai pemain professional benar-benar dia tunjukan. Itu terbukti lewat gol terukur yang diciptakan saat melawan saudara muda PSNK Nagekeo dan dua gol saat menjamu PSKK Kota Kupang. Menurutnya ada kepuasan tersendiri jika bermain di daerah sendiri. “Ada rasa ikatan emosional sebagai anak Ngada.” (hiero bokilia)



Palang Tangguh Perseftim

Alfons Langga

Alfons Langga patut mendapatkan pujian. Pemain belakang sekaligus kapten tim Pereftim ini benar-benar menunjukan diri sebagai penanggung jawab akhir di lini belakang. Kerja samanya dengan sesame rekan pemain belakang yang begitu apik membuat lini serang PSK selalu masuk dala jebakan offside. Beberapa kali pula dia melakukan penyelamatan dalam mengamankan jantung pertahanan Perseftim dari gempuran pemain PSK.

Penampilan yang gemilang tidak saja dia tunjukan di laga perdelapan fginal namun juga di laga-laga sebelumnya di babak penyisihan grup. Alfons Langga pria kelahiran Palue-Kabupaten Sikka, 11 Januari 1984 lalu ini selalu memberikan contoh yang baik bagio teman-temannya di dalam tim. Bermain keras bagi anggota Polsek Solor Polres Flotim ini bukan ditunjukan dengan membuat cedera pemain lawan. Namun ditunjukannya dengan pertahanan yang sulit ditembus striker-striker lawan.

Datang dengan sejumlah anggapan remeh hanya menghabiskan uang daerah, membuat motifasi Alfons dan kawan-kawan untuk berprestasi. Membawa Perseftim lolos ke semifinal ETMC 2009 Bajawa merupakan prestasi yang sudah lama dinantikan. “Kami mau buktikan bahwa kami datang untuk buat prestasi. Kemenangan nda lolosnya kami ke semifinal ini merupakan persembahan kami buat lewotana Flotim.” Selamat berjuang. Taklukan lawanmu ama Alfons. (hiero bokilia)



Perseftim Main Ngotot, Persim Berupaya Meredam

Oleh Hieronimus Bokilia

Bajawa, Flores Pos
Perseftim Flores Timur yang tampilbegitu meyakinkan sejak awal babak penyisihan grup dan terakhir mampu menghentikan langkah PSK Kabupaten Kupang di babak perdelapan final akan bermain ngotot saat menjamu Persim Manggarai di Stadion Lebijaga, Sabtu (1/8) pagi ini. Sementara Persim Manggarai yang mampu menahan laju tuan rumah PSN Ngada menyatakan siap meladeni Perseftim yang diakuinya bermain bagus.

Pelatih Perseftim Flotim, Jhoni Patty Diaz mengatakan, dengan waktu istirahat yang cukup anak asuhannya sudah sangat siap menghadapi Persim Manggarai. Dengan permainan bola-bola pendek dan permainan satu-dua, Perseftim akan menyuguhkan permainan cantik tapi dengan target untuk mencetak gol. Pemain-pemain Persim yang rata-rata juga bagus akan coba diimbangi. Terpenting semua pemain harus mampu bermain bagus dan selalu berada di posisi yang tepat sehingga mampu mengimbangi permainan Persim.

Untuk line up yang akan diturunkan, Patty Diaz masih tetap mempertahanka performa terbaik saat menjamu Kabupaten Kupang. Pergerakan cepat Kholid Mawardi masih tetap menjadi kunci pendobrak Perseftim ditopang suplasi bola dari lini tengah.

Melihat penampilan anak-anak nagi Flores Timur yang pantang menyerah, tentu mereka mampu medam laju Persim. Penampilan gemilang Kholid Mawardi jika tidak diwaspadai akan menjadi momok bagi lini bertahan Persim. Apalagi jika Patty Diaz memasang sekaligus tiga striker Rahman Abubakar, Ferry Langkamau dan Khoilid Mawardi maka lini bertahan Persim akan kesulitan meredam ketiganya.

Sementara Pelatih Persim Manggarai, Priyo Handoko mengatakan, menghadapi Perseftim yang memiliki materi pemain yang bagus, namun Persim sangat siap meladeni mereka. Perseftim juga diakui memiliki pergerakan yang cepat striker Kholid Mawardi namun pergerakan cepat Kholid itu akan diredam sedemikian rupa agar tidak terlalu membahayakan lini pertahaan Persim. Namun diakuinya, tidak ada pengawalan khusus bagi Kholid dan pemain-pemain Perseftim lainnya.

Persim akan selalu meladeni permainan Perseftim dan akan melakukan tekanan untuk menyerang pada waktu yang tepat. Apalagi dengan modal penjaga gawang sekelas Bram Mangi Lay yang begitu gemilang penampilannya sat menjamu PSN Ngada, Persim akan semakin sulit ditaklukan. Kecepatan Willy A Pong, Yohanes Amban di lini depan juga akan menjadi momok bagi Perseftim. Prinsipnya degan tampil di semi final dan final sudah di depan mata, maka mau tidak mau harus memenangkan partai melawan Perseftim untuk bisa melaju ke babak final.


Persamba Terget menang, Persematim Merendah

Oleh Hieronimus Bokilia

Bajawa, Flores Pos
Persamba Manggarai Barat yang setelah lima kali mengikuti ajang turnamen El Tari Memorial Cup dan dua kali terganjal di babak perdelapan final bertekad dengan lolosnya ke babak semifnal ini bisa mampu menembus babak final ETMC XXV Bajawa. Target kemenangan saat menghadapi Persematim Manggarai Timur pada Sabtu (1/8) sore hari ini pun dibuat. Namun demikian, kemenangan yang dioraih harus dengan sportifitas demi menjaga martabat turnamen ETMC. Sementara Persematim Manggarai Timur menjanjikan permainan yang baik dengan satu prinsip kemenangan adalah milik Tuhan dan pengharapan adalah milik tim Persematim Manggarai Timur.

Persamba Manggarai Barat yang sejak pertandingan awal babak penyisihan kalah 2-0 dan dilaga kedua bermain imbang 1-1 dengan Persesba Sumba Barat dan menang 2-1 atas Persami Maumere mengakui perjalanan menuju babak semifinal sangat berat. Namun itu sudah dilakoni dengan baik para pemain Persamba. Karena itu, dengan rekor pertama bermain di babak semifinal, Persamba hanya punya satu target berlaga di babak final dan membawa pulang piala. Kunggulan yang dimiliki seperti semangat permainan tim akan menjadi modal utama. Semangat itu sudah ditunjukan sejak langkah awal di babak penyisihan hingga mampu bersaing di babak perdelaan final.

Jika semangat antang menyerah itu tetap dipertahankan seperti pda saat melayani Persesba dan Persami Maumre di babak penyisihan grup maka buka tidak mungkin mereka mampu mengatasi saudara muda mereka Persematim Manggarai Timur. Semangat juang tigngi itu juaditunjukan saat menjamu Persiteng Sumba Tengah di baak perdelapan final. Tertinggal atas Persiteng dengan satu gol, mereka mampu mengejar ketertinggalan itu dan mencetak sejarah lolos ke babak semifinal.

Selis Kleden, pelatih Persamba mengatakan, keunggulan semangat juang itu akan dimanfaatkan anak asuhnya di lapangan untuk mengimbangi permainan Persematim.
Kerjasama tim dan semangat pantang menyerah menjadikan tim Persamba tidak mudah ditaklukan. Di pertandingan semifinal nanti, mereka aka bermain all out untuk mencapai kemenangan.
Manajer tim Persamba, Piet Lengo sudah membulatkan tekad bahwa anak-anak Persamba harus bisa maju ke babak final karena ini merupakan tekad yang harus digapai mengingat sejak mengikuti ETMC baru kali ini Persamba mampu melaju sampai ke babak semifinal. “Duas kali kami kandas di babak perdelapan final. Sekarang kami harus sampai final karena sekarng sudah mampu ke semifinal.” Hal send juga diugkapkan Ketua Tim Persamba, Jhon Oematan. Menurut dia, Persamba sudah mencapai target capai di semifinal dan berharap bisa melampaui target itu dengan mencapai babak final. Karena itu Persamba akan berupaya main bagus untuk bisa menembus babak final dan berharap akan terjadi all Manggarai di partai final nanti.

Sementara dari kubu Persematim Manggarai Timur yang satu penginapan dengan Persamba Manggarai Barat, melalui manajer tim Persematim, Jhon Go menjanjikan akan memberikan permainan terbaik. Prinsip Persematim kemenangan adalah milik Tuhan dan tim Persamba hanya memiliki pengharapan untuk menang. Dalam menghadapi Persamba, semua pemain diarahkan untuk bermain sebaik mungkin dan tidak melihat pertandingan itu sebagai perang melawan musuh. Mampu melaju ke babak semifinal saja, kata Go merupakan rahmat yang patut disyukuri dan merupakan kerja keras pemain, pelatih dan semua tim oficial.

Asisten Pelatih Persematim, Agustinus Tanggur mengatakan, Persematim Manggarai Timur siap meledani pola permainan yang dikembangkan oleh Persamba Manggarai Barat. Dikakatan, pola permainan yang bakal dikembangkan oleh Persemba akan selalu dilayani. Pada prinsipnya, persematim juga memiliki pola permainan sendiri. Kombenasi bola-bola panjang serta sentuhan satu dua akan tetap diperontonkan saat menjamu Persamba dengan mengandalkan kecepatan dari sayap.

Memiliki dua pemain sayap yang kadang berfungsi sebagai striker sekelas Deky Kadja dan Artus Karpitang dengan optimal diyakini mampu membuka ruang gerak bagi striker Florianus Dambur. Deky Kadja dan Artus Karpitang juga Marsianus Rodja adalah pemain pantang menyerah yang selalu naik membantu menyerang. Ketika laga menghadapi PSK Kota Kupang Deky Kadja telah membuktikan hsilnya dengan pergerkannya yang selalu sulit dibaca pemain bertahan lawan dan berhasil menjebol gawang PSK Kota Kupang.

Tanggur mengatakan, tim Persamba adalah tim yang bagus dengan materi pemain yang merata di semua lini. Namun Persematim akan memanfaatkan kelemahan yang ada di Persamba untuk bisa memetik kemenangan. Persematim akan tetap turun dengan pola baku 4-4-2 dan tetap meliohat kjondisi di lapangan. Pola 1-3-5 juga bisa diterapkan tergantung situasi.



Satu Lagi Perwakilan Manggarai Raih Tiket ke Semifinal

* Persamba Taklukkan Persiteng 2-1
Oleh Hieronimus Bokilia


Bajawa, Flores Pos
Setelah Persim Manggarai mampu meraih tiket ke babak semifinal, satu lagi kabupaten pemekasran dari Manggarai yakni Manggarai Barat memastikan lolos ke putaran semifinal turnamen El Tari Memorial Cup XXV Bajawa. Persamba Manggarai Barat secara meyakinkan lolos ke putaran semifinal ETMC Bajawa setelah menekuk tim pendatang baru Persiteng Sumba Tengah degan skor 2-1. Dengan kemenangan ini, Persamba Manggarai Barat akan menjajal kemampuan pemenang antara Persematim vs PSKK Kota Kupang.

Laga yang dimainkan di Stadion Lebijaga, Kamis (30/7) ini dipimpin wasit Linus Mitang dibantu Ignas Kopong dan Umar Wongso. Di bbak pertama laga ini, Persiteng lebih dahulu menggebrak pertahanan Persamba. Tekanan-tekanan yang dibangun Suryade Dangurah, Yudikar Praing dan Teguh Ponco Bowo ini membuat lini pertahanan Persamba kerepotan mempertahankan lini belakang agar tidak kebobolan. Desi, Berthi Agung. Yanto Beo dan kapten tim Edu Bhoko bekerja ekstra menjaga pertahanan. Namun dimenit ke-23 pergerakan cepat Teguh Ponco Bowo lepas dari kendali pemain belakang Persamba. Dengan sigap dia langsung menembakan bola ke gawang Persamba yang dikawal Ramli Budiman dan memaksanya memungut bola dari jaringnya.

Gol Teguh Ponco Bowo disambut sorak gempita pemain dan oficial Persiteng di bans pemain. Tertinggal satu gol, anak-anak Persamba mencoba membangun serangan. Edu Bhoko yang naik ke lini tengah berupaya memantu Adi Adrianus mensuplai bola ke lini tengah. Dion Nonggor dan Yance Ledo yang diduetkan di lini serang beberapa kali berupaya enerobos barisan pertahanan Persiteng. Serangan gencar yang terus dilakukan membuat lini belakang Persoteng yang dikoordinir Umbu Nusangu bekerja ekstra. Nasmun tekanan demi tekanan yang coba dibangun Persamba tidak juga membuahkan gol balasan. Hingga turun minum babak pertama, kedudukan 1-0 bagi Persiteng tidak mampu dirubah.

Memasuki babak kedua, Dion Nonggor, Yance Ledo dibantu Adi Adrianus dan Tolentino terus membangun seranganb. Kristo yang dimasukan menggantikan Ismail memberikan andil bagus untuk mendukung Dion Nonggor dan Yance Ledo di lini serang. Pertandingan babak kedua baru berjalan tujuh menit ketika Kristo mampu menyamakan kedudukan. Memanfaatkan bola long yang dilepaskan pemain bertahan Persamba, Kristyo langsung melepaskan tembakan terukur yang tidak mampu dijangkau Yoni Edi Wiyanto, penjaga gawang Persiteng. Gol balasan ini disambut sukacita pendukung Persamba dan segenap pemai dan oficial di bans pemain.

Persamba Manggarai Barat yang tidak mau pulang lebih cepat, berupaya terus menekan. Tekanan-tekanan yang silih berganti itu mwembuat konsentrasi pemain belakang Persiteng sedikit terganggu. Satu kemelut bola umpan dari Adi Adrianus di mulut gawang kurang cermat dimanfaatkan oleh Kristo. Namun bola yang masih berada di mulut gawang Persiteng akhirnya mampu menghasilkan gol dan menambah keunggulan bagi Persamba menjadi 2-1.
Teguh Ponco Bowo dan kawan-kawn yang tidak mau lepas peluang ini terus melakukan penetrasi ke pertahanan Persamba. Beberapa kali mereka merepotkan Edu Bhoko dan kawan-kawan namun tekanan-tekanan yang dibangun tidak mampu diselesaikan dengan sempurna. Tembakan keras Yeheskiel Lodja nyaris berbuah gol. Sayang tembakannya hanya membentur mistar gawang. Hingga pertandingan bubar, Persiteng tidak mampu mengejar ketertinggalan. Pertandingan usai dengan kemenangan 2-1 untuk Persamba Manggarai Barat.

Manajer Tim Persamba, Petrus Lengo mengomentari pertandingan ini mengatakan, kemenangan spektakuler anak-anak Manggarai Basrat ini merupakan kemenangan yang mengantar mereka untuk yang pertama kalinya lolos ke babak semifinal ETMC. Selama ini paling banter Persamba hanya mampu melaju sampai ke babak perdelapan final. Dengan hasil yang maksimal ini menunjukan bahwa para pemain telah bermain bagus. Atas prestasi yang diraih ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi tim dan masyarakat Kabupaten Manggarai Barat pada umumnya.






Junjung Tinggi Sportifitas


Oleh Hieronimus Bokilia

Memasuki daerah Solorowa Kecamatan Golewa yang merupakan daerah perbatasan antara Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo, hawa sejuk mulai terasa. Dingin kian terasa saat memasuki Mataloko dan perjalanan terus menyusuri jalan negara menuju Watujaji tempat semua kontingen El Tari Memorial Cup XXV 2009 Bajawa Kabupaten Ngada dijemput oleh panitia penyelenggara. Sabtu (18/7) saat pertama saya menginjakkan kaki di Watujaji bersama romgongan tim Perse Ende, hawa dingin terasa menusuk sampai ke tulang sumsum. Hawa dingin semakin terasa saat arak-arakan rombongan kontingen ETMC dari Kabupaten Ende yang merupakan tim paling terakhir tiba di Kota Bajawa dan tanpa penjemputan dari panitia tuan rumah ETMC Bajawa. Namun rombongan Perse Ende sedikit terhibur berkat kehadiran Ikatan Pemuda Asal Ende di Bajawa yang datang menjemput. Dengan spanduk bertuliskan Ikatan Pemuda Ende Bajawa mendukung Perse Ende, Ende Lio Sare Pawe, mereka menyambut kehadiran tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Ende dan berpawai keliling Kota Bajawa.

Saat berpawai, di pintu masuk Kota Bajawa, ada sebuah spanduk berwarna orange yang merupakan warna kostum kebesaran PSN Ngada terpampang dengan tulisan yang tidak kalah menariknya. “Persaudaraan Sejati Lebih Berharga dari Sebuah Piala.” Membaca tulisan itu saya sedikit mengernyitkan dahi. Berupaya menyelami makna dari tulisan spanduk tersebut. Saya lalu kembali mengingat tujuan dari penyelenggaraan ETMC yakni untuk membina persaudaraan, persahabatan dan kekelurgaan diantara semua kabupaten peserta turnamen juga untuk mengenang almarhum mendiang El Tari.

Tulisan itu semakin bermakna, ketika pada acara welcome party di Aula Jhon-Thom, Sabtu (18/7) malam itu suasana keakraban dan persaudaraan begitu nampak. Tampilnya master of seremony (MC) yang selalu memberikan komentar-komentar miring setiap pimpinan kontingen menyampaikan kata-kata penyambutan dan menerima selendang dari panitia penyelenggara namun kata-kata yang kalau didengar dengan emosi akan membuat telinga merah itu justru semakin menghangatkan suasana malam penyambutan di tengah dinginnya Kota Bajawa yang begitu menusuk.

Tampilnya Bupati Ngada Piet Jos Nuwa Wea kembali mengangkat dan mengingatkan persaudaran sejati yang dipampang di pintu masuk Kota Bajawa. Di awal sapaannya, dia mengucapkan selamat datang kepada seluruh kontingen dari 17 kabupaten yang hadir di Kota Bajawa. Di awal sapaannya, Bupati Nuwa Wea sempat menyampaikan apresiasinya atas suasana keakraban dan kekeluragaan yang begitu tinggi pada malam penyambutan itu. Pada malam keakraban itu, Bupati Nuwa Wea juga kembali mengingatkan semua yang hadir soal pesa-pesan mendiang El Tari. Sebagai mantan ajudan yang begitu dekat dengan El Tari Bupati mencoba kilas balik pemikiran-pemikiran El Tari.

Penyelenggaraan ETMC, kata Bupati Ngada kala itu, dilaksanakan sepeninggal mendiang El Tari. Pelaksanaanya bukan sekedar puncak olahraga bergengsi dan tertinggi di NTT. Namun lebih dari itu, penyelenggaraan ETMC dengan sengaja dilaksanakan dan dicanangkan untuk pererat persatuan, kesatuan, kebersamaan dan kekeluargaan sesame warga Flobamor. Mendiang El Tari kala itu menyebut NTT sebagai Flobamor yang kemudian ditambah a menjadi Flobamora untuk mengakomodir Alor yang katanya belum masuk di dalamnya. Padahal makna kata dari Flobamor itu sendiri artinya bunga cinta. Itu berarti bahwa NTT adalah bunga cinta, cinta ke dalam, cinta kepada sesama sehingga di sana tidak ada Sabu, Sumba, Rote, Timor, Alor dan Flores tetapi dia adalah bunga cinta.

Kembali kepada penyelenggaraan turnamen ETMC, bukan sekedar kompetisi bermain bola. Bukan sekedar puncak sepakbola tertingi di NTT. Tetapi lebih dari pada itu, even ini adalah even memupuk bunga cinta, even mempersatukan, mempererat dan memperkokoh persahabatan, persaudaraan dan kekeluargaan, persatuan dan kesatuan sesama warga NTT. Trofi piala ETMC bukan sekedar piala yang diperebutkan di dalam turnamen ETMC tetapi yang diperebutkan adalah piala persatuan, persaudaraan, kebersamaan dan piala kekeluargaan. Maka dari situ, makna spanduk yang terpampang di pintu masuk Kota Bajawa “Persaudaraan Sejati Lebih Berharga dari Sebuah Piala” akan lebih bermakna. Itu artinya hasrat dan nafsu untuk membawa pulang piala harus diimbangi dengan hassrat dan nafsu membangun dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan sejati. Segala intrik dan trik serta taktik bermain bola boleh saja dilakukan di dalam lapangan tetapi di luar lapangan kita tetap bersaudara. Itu artinya siapapun yang berpartisipasi di ajang kjejuaraan turnamen EL Tari Memorial Cup XXV tahun 2009 Bajawa dia harus membawa pulang piala persatuan, kesatuan dan kebersamaan. Karena piala tidaklah lebih berharga dari sebuah persaudaraan sejati.

Sportifitas itu juga begitu nampak dalam setiap pertandingan. Kalah menang, setiap tim saling menyalami demikian pula para pelatih dengan sportifitas yang tinggi mengakui keunggulan dari tim lawan. Paling nampak ketika PSN Ngada ditaklukan Persim Manggarai di babak perdelapan final. Saya sempat membayangkan akan ada kerusuhan tatkala PSN Ngada kalah di hadapan suporter tuan rumah. Ternyata ketakutan saya itu sangat berlebihan. Ketika pertandingan usai dan Persim merayakan kemenangannya, suporter tuan rumah pun dengan tertib meninggalkan lapangan. Kekecewaan memang nampak di wajah mereka yang tidak percaya tim kebanggaan Kabupaten Ngda ini harus menyerah satu gol di babak perdelapan final. Namun kekalahan itu diterima dengan lapang dada walau sepanjang sore hingga keesokan harinya bahkan selama pertandingan di ajang turnamen ETMC, pergunjinga seputar kekalahan PSN Ngada masih terus dibicarakan. Di sini tuan rumah benar-benar menunjukan kepada seluruh kontingen bahwa kalah menang bagi Ngada adalah biasa. Persaudaraan sejati jauh lebih berharga dari sekedar sebuah piala. Bravo ETMC.



Persematim Pecundangi PSKK Kota Kupang

* Dengan Skor Tipis 1-0
Oleh Hieronimus Bokilia


Bajawa, Flores Pos
Keseblasan Persematim Manggarai Timur yang merupakan tim yang baru pertama berpartisipasi di turnamen El Tari Memorial Cup XXV 2009 Bajawa ini secara meyakinkan memastikan diri lolos ke babak semifinal setelah dengan gagah mampu menumbangkan tim kuat asuhan Jhoni Lumba, PSKK Kota Kupang. Gol tunggal yang dilesakan Deky Kadja mampu mengantar Persematim lolos ke semifinal dan menghentikan laju PSKK Kota Kupang.

Laga terakhir babak perdelapan final yang mempertemukan PSKK Kota Kupang vs Persematim Manggarai Timur di Stadion Lebijaga, Kamis (30/7) dipimpin wasit Sahrul Ahmad. Sejak kick of babak pertama, Persematim langsung menghentak jantung pertahanan PSKK Kota Kupang lewat pergerakan cepat Deky Kadja. Turun dengan kostum kuning-kuning, anak asuhan Jhoni Lumba di lini belakang masih mampu membendung prgerakan cepat Deky Kadja, Floranus Dambur, Kanisius Jago dan Marsianus Rodja. Sebaliknya PSKK Kota Kupang yang bermain taktis mencoba membangun serangan dari lini tengah. Lexi Lapaan, Kevin Samiun dan Hilarius Nio mencoba mensuplai bola kepada Ferdi Pere dan Adi Leki. Pergerakan cepat Ferdi Pere dan Adi Leki sempat membuat repot barisan pertahanan anak asuh Agustinus Tandur.

Namun kompaknya lini pertahanan yang ditempati Eduardus Rabu, Theodorus Suri, Mara Bai dan Robertus Jawa membuat lini belakang Persematim sulit ditembus. Beberapa kali Ferdi Pere dan Adi Leki berupaya menerobos lewat umpan terobos yang dosodorkan Lexi Lapaan dan kawan-kawan di lini tengah, namun lagi-lagi serangan mereka masih mampu dipatahkan. Sealiknya, pergerakan cepat Deky ditopang suplai bola dari Marsianus Rodja, Kanisius Jaga dari lini tengah beberapa kali sempat membahayakan gawang Kotas Kupang. Namun beberapa kali tembakan yang mengarah ke gawang mampu diamankan Dody Lisnahan penjaga gawang Kota Kupang.

Satu tembakan keras Adi Leki sempat membahayakan gawang Persematim. Penjaga gawang yang sudah salah dalam menempatan posisi nyaris membiarkan bola merobek jaraingnya. Namun berkat gesitnya kapten tim Marsianus Rodja yang berada tepat di bawah mistar gawang mampu menghaau bola keluar dari gawang. Hingga turun minum babak pertama, kedua keseblasan belum mampu memecah kebuntuan. Kedudukan tetap 0-0 saat Sahrul meniup pluit berakhirnya babak pertama.

Tempo permainan kedua tim di babak kedua semakin ditingkatkan. Serangan demi serangan silih bergfanti dilakukan kedua tim. Melalui kerja sama apik Hendrik Bo’u yang masuk menggantikan Florianus Dambur di babak kedua dengan Artus Karpitang dan Deky Kadja akhirnya mampu membuka kebuntuan. Hendrik Bo’u yang lolos dari sergapan Johan Jora mampu menyodorkan bola matang kerpada Artus Karpitang yang sedang bergerak memasuki pertahanan Kota Kupang. Melihat posisi Deky Kadja yang berdiri tanpa pengawalan di sisi kiri pertahanan Kota Kupang, Artus langsung menyodorkan bola kerpada Deky. Tana menyia-nyiakan kesempatan emas itu, Deky Kadja langsung melepoaskan tembakan keras ke arah gawang. Tembakan Deky mampu mempedayai keperkasaan penjaga gawng PSKK Kota Kupang Dody Lisnahan. Kedudukan pu berubah menjadi 1-0.

Unggul satu gol tidak mengendorkan daya tekan anak-anak Manggarai Timur. Seakan terpacu dengan dua rekan se-Manggarainya yang telah mampu merebut tiket ke semifinal, mereka terus berupaya menekan pertahanan Kota Kupang. Kota Kupang yang tidak mau melepas peluang begitu saja berupaya keras membalas ketertinggalan. Takanan demi tekanan terus dilakukan ke pertahanan Persematim. Beberapa kali sepat merepotkan barisan pertahanan Persematim dan memaksa Moses Rodja jatuh bangun mempertahankan gawangnya agar tidak kebobolan. Benturan keras dengan pemain lawanpun tidak terelakan dan membuat dia harus menjalani perawatan dari tim medis.

PSKK Kota Kupang nyaris menyamakan kedudukan. Satu peluang emas saat bola dikuasai penjaga gawang namun bola lepas dan langsung disodorkan dengan indah oleh Ibnu Sandra salah satru pemain pengganti PSKK Kota Kuang yang baru masuk menggantikan Adi Leki. Namun gol yang disarangkan Ibnu ternyata dianulir oleh Sahrul Ahmad. Dianulirnya gol Ibnu Sandra langsung diprotes kapten tim Ferdi Pere dan sejumlah pemain. Saling dorong dengan wasit tak terelakan. Pelatioh dan manajer PSKK Kota Kupang langsung melancarkan protes ke meja inspektur pertandingan. Wasi8t Sahrul yang dipanggil ke meja IP tetap pada pendirian menganulir gol Kota Kupang.

Kota Kupang nyaris melakukan mogok melanjutkan pertandingan. Namun wasit Sahrul tetap meniup pluit dilanjutkannya pertandingan. Dengan waktu tersisa, anak asuhan Jhoni Lumba akhirnya melanjutkan pertandingan. Tekanan siolih berganti dilakukan ke jantung pertahanan Persematim. Namun lagi-lagi tidak mampu membuahkan gol. Hingga wasit Sahrul meniup pluit panjang pertanda pertandingan usai, Kota Kupang tidak mampu menyamakan kedudukan.

Dengan kemenangan ini, Persematim memastikan mmelaju ke baak semifinal. Di semifinal Sabtu nanti, Persemtim akan menjajal sesama Manggarai yakni Persamba Manggarai Barat.

Pelatih Persematim Manggarai Timur, Agustinus Tandur usai pertandingan mengatakan, anak asuhannya dala partai ini senantiasa memanfaatkan lebar lapangan untuk membangun serangan. Mereka juga mampu memanfaatkan serangan balik cepat dan memanfaatkan kelengahan Kota Kupang yang terus menekan ke jantung pertahanan Persematim.

Di akhir pertandingan ini, kericuhan nyaris tak terhindarkan. Pelatih Kota Kupang, Helmon Liko yang masih tidak puas dengan keputusan wasit berlari ke arah Sahrul Ahmad. Khawatir akan terjadi sesuatu atas Sahrul, salah satu wasit lainnya Pius Djemada berupaya menghalau pergerakan Helmon Liko. Kondisi ini mengakibatkan tangan Helmon Liko mengenai kepala Djemada yang langsung tidak terima atas perlakuan Helmon tersebut. Namun aparat keamanan sigap mengamankan situasi.

Prefiu ETMC XXV Bajawa

Pertarungan Gengsi Persamba vs Persiteng Sumba Tengah
Oleh Hieronimus Bokilia

Bajawa, Flores Pos
Pertandingan Persamba Manggarai Barat menghadapi pendatang baru Persiteng Sumba Tengah di laga babak penyisihan turnamen El Tari Memorial Cup Bajawa Kamis pagi ini di Stadion Lebijaga merupakan pertarunga gengsi kedua tim. Persamba harus bertaruh gengsi dngan Persiteng yang baru kali ini bermain di ajang ETMC. Sementara Persiteng yang datang tanpa target lebih mengedepankan persahabatan dan sportifitas pada laga ini.

Asisten pelatih Persamba Manggarai Barat Ansel Ragha kepada Flores Pos di sela sesi latihan di Lapangan Kartini, Rabu (29/7) mengatakan, persiapan Persamba setelah selesai menghadapi Persami di babak penyisihan, para pelatih telah membangun tim yang bagus dan all out untuk siap menghadapi Sumba Tengan di perdelapan final. Tekad Persamba dalam menghadapi Persiteng adalah harus menang. Untuk skuad pemain tidak beda jauh dengan skuad pemain yamg diturunkan saat babak penyisihan grup menghadapi Persami Maumere. Namun kata dia, kemungkinan adanya perubahan line up tentu bis saja terjadi. Karena para pelatih akan melihat lini mana yang lemah yang perlu dipoles kembali.

Menghadapi Sumba Tengah, kata Ragha, setelah melihat permainan mereka pada laga babak penyisihan grup, memang permainan mereka tidak begitu menonjol. Hanya saja pergerakan semua pemain yang begitu hidup di semua lini itu yang patut diwaspadai. Namun diakui bahwa tidak ada pemain Persiteng yang harus diwaspadai secara khusus. Namun dengan tkad yang tentu saja untuk menang maka setiap pergerakan mereka patut diwaspadai.

Trio pelatih Persama Felix Kleden, Hendrik Mandoza dan Ansel Ragha tentu tidak mau kehilangan peluang begitu saja. Tentu denga peluang lolos ke babak semifinal yang sudah ada di depan mata tidak akan disiah-siakan. Pemain-pemain seperti Edu Bhoko, Bewrthi Agung, Sahlan Umar dan Fahrul. Pilihan penjaga gawang tentu tidak lari dari Wili Supardi Tamat. Di lini tengah, pilihan trio pelatih tentu mempercayakan Yanto Beo, Ismail, Tolentino dan Adi Adrianus untuk membantu suplai bola kepada duet striker Yance Ledo dan Dion Nonggor.

Sementara Manajer Persiteng Sumba Tengah, Mikael Guara mengatakan, Persiteng sejak awal dating tanpa target apapun. Kehadiran dan keikutsertaan Persiteng hanyalah untuk berpartisipasi dan menjalin kebersamaan, persahaatan dan persaudaraan antar sesame pemain dan pengurus. Namun dengan keberadaan di ajang turnamen ETMC dan telah meraih hasil maksimal melaju ke babak perdelapan final ini maka saat menghadapi Persamba Mabar akan berupaya mengimbangi permainan Mabar sesuai kemampuan yang ada.

Dikatakan, kehadiran Persiteng memang tanpa target namun dengan hasil yang dicapai ini akan berupaya untuk dipertahankan saat menghadapi Persamba. Kehdiran di ajang ETMC, kata Guara adalah semata ingin berpartisipasi apalagi sebagai daerah baru yang baru pertama kali ambil bagian di ajang ETMC ini. Keberadaan Sumba tengah di ajang ini juga untuk memaknai nilai-nilai perjuangan mendiang El Tari dan makna dari perhelatan akbar tahunan ini. “Sukses lolos di babak delapan besar adalah hasil yang luar biasa. Soal hasil nanti kita lihat di lapangan.” Terpenting, kata Guara setiap pemain harus menjunjung tinggi kejujuran, sportifitas dan persaudaraan sejati dalam setia pertandingan. Menang atau kalah tidak menjaditarget Persiteng namun persaudaraan sejatilash yang harus dijunjung tinggi. Prinsipnya adalah bermain dengan baik dan bermartabat karena di ETMC ada nilai lain yang mau diperjuangkan yakni jujur, sportif dan itulah modal untuk membagun daerah NTT ini.


Kota Kupang Targetkan Tembus Babak Final
* Janji Suguhkan Permainan Cantik
Oleh Hieronimus Bokilia

Bajawa, Flores Pos
Dengan target harus lolos ke putaran final ETMC Bajawa maka bagi PSKK Kota Kupang tidak ada kata lain selain harus menang di babak perdelapan final saat menjamu Persematim di laga Kamis, (30/7) di Stadion Lebijaga pukul 15.00 hari ini. Nbamun tidak saja mengejar target harus menang, PSKK Kota Kupang juga menjanjikan akan menyuguhkan permainan cantik yang enak ditontonton.

Lolos ke putaran perdelapan final ETMC XXV Bajawa, bagi PSKK Kota Kupang sudah merupakan target. Tapil di perdelapan final menghadapi Persematim Manggarai Timur, Kota Kupang menjanjikan akan menampilkan permainan cantik yang enak ditonton.
Mengandalkan sejumlah pemain yang telah diturunkan pada laga-laga di babak penyisihan grup, Kota Kupang menyatakan kesiapan untuk tampil di putaran perdelapan final ini. Target PSKK Kota Kupang tidak lain adalah tampil di final menghadapi tuan rumah PSN Ngada.

Manajer PSKK Kota Kupang, Felix Dando mengatakan, menghadapi Persematim Manggarai Timur nanti, perubahan total pemain tidak dilakukan. Hanya diisi pada posisi-posisi tertentu yang dirasa masih ada titik lemah pada laga sebelumnya. Kemungkinan yang berubah hanyalah pada ola bermain anak-anak Kota Kupang. Dando mengatakan, kesiapan fisik dan kesehatan pemain sudah oke untuk turun main di perdelapan final menghadapi Persematim. Komposisi pemain akan tetap dipertahankan dan hanya pola permainan saja yang mengalami perubahan. Hanya saja rotasi pemain tentu akan dilakukan dengan melihat kondisi di lapangan.

Menghadapi Persematim, yang memiliki sejumlah pemain seperti Deky Kadja, Artus Karpitang dan Maxi Rodja yang pernah bermain di PSKK sehingga tentu tahu karakteristik Kota Kupang. Untuk itu mereka ini yang patut diwaspadai. Namun tidak ada pengawalan khusus bagi mereka. Pada pemain hanya diinstruksikan untuk selalu mewaspadai pergerakan mereka. Karena lengah sedikit saja mereka dapat dengan leluasa mengobrak-abrik pertahanan. Prinsip Kota Kupang, kata Dando adalah jka main baik maka tentu akan ada hasilnya.

Persematim Manggarai Timur yang merpaka juara di pul C merupakan tim yang tidak boleh dianggap remeh. Sejumlah pemain seperti Deky Kadja, Artus Karpitang, Maxi Roja tidak boleh dipandang remeh pergerakan mereka. Pengalaman yang mereka miliki tentu akan dimaksimalkan untuk mengobrak-abrik pertahaan lawan. Melihat penampilan-penampilan mereka di baba penyisihan grup yang pantang menyerah tentu mereka adalah tim yang patut diperhitungkan.

Ngada Menangis

* Sejarah 1972 Kembali Terulang
Oleh Hieronimus Bokilia


Bajawa, Flores Pos
Ngada menangis, itulah kata yang terucap ketika menyaksikan tim kesayangan mereka PSN Ngada harus tumbang di tengah jalan. Kekalahan satu gol dari tembakan first time Willy A Pong di menit 44 membuat supporter fanatic PSN Ngada terhenyak tidak percaya menyaksikan tim kesayangan mereka harus kalah. Kekalahan ini seakan mengulang sejarah 37 tahun silam. Bagi PSN Ngada kekalahan ini adalah kekalahan pertama dalam sejarah ETMC di kandang sendiri sedangkan dalam ajang El Tari Cup, PSN Ngada juga pernah mengalami kekalahan di tahun 1972 saat PSN Ngada tumbang oleh PSK Kota Kupang juga dengan skor 1-0 lewat kaki Marsel Dugis. Kejadian itu masih terekam baik di dalam benak pelaku sejarah, Martinus Meo Watu.

Pertandingan yang dipimpin wasit Idris Boli di Stadion Lebijaga, Rabu (29/7), kedua tim langsung bermain menekan sejak menit awal pertandingan. PSN Ngada yang turun dengan kostum kebesaran orange-hitam langsung menghentak pertahanan Persim lewat bola-bola panjang langsung ke jantung pertahanan Persim. Permainan bola-bola panjang PSN Ngada ternyata diladeni Persim Manggarai. Turun dengan kostum hijau-hijau, anak asuhan Priyo Handoko justru melayani pola permainan yang dikembangkan PSN Ngada. PSN Ngada yang bermain di hadapan supporter fanatiknya mencoba menekan pertahanan Persim Manggarai lewat kerja sama No Liko, Hendro Toda, Otha Pone dan Heru Nery. Umpan matang Heru kepada No Liko yang bergerak dari second line. Penjaga gawang Persim, Bram F Mangilay telah keluar dari sarangnya, namun sayang tandukan No Liko melebar di sisi kanan gawang

Kendati selalu gagal merubah kedudukn, tuan rumah PSN Ngada terus menekan pertahanan Persim Manggarai dan sempat membuat repot barisan pertahanan Persim di bawah koordnir Albertus Ambal sang kapten tim. Hendro Toda maupun Otha Pone yang terburu-buru dalam penyelesaian akhir mengakibatkan gol sulit tercipta. Bahkan satu tembakan keras terukur Heru Nery nyaris berbuah gol. Namun berkat akselerasi Bambang Mangilay dengan sigap mengamankan bola dalam pelukannya.

Berada di bawah tekanan, tidak membuat Persim bermain lengah. Justru mereka mampu keluar dar tekanan dan balik membangun serangan. Striker Wily A Pong ditopang sejumlah pemain seperti Laurens Pupa maupun Yoahens Ambon mampu mendukung dalam menekan pertahanan PSN Ngada. Pergerakan dengan bola ataupun tanpa bola yang dilakukan oleh ketiga pemain tersebut membuat lini pertahanan PSN Ngada yang dikoordinir Saver Neto dipaksa bekerja keras mengamankan area pertahanannya. Bahkan beberapa kali lini pertahanan PSN Ngada yang menempatkan Mirus Dhiu, Saver Neto dan Dami Ria dipaksa harus bekerja menghalau pergerakan para pemain Persim Manggarai.

Menit ke-44 babak pertama seakan jadi milik Persim Manggarai. Satu serangan balik cepat Persim mampu dimanfaatkan dengan sempurna. Tendanan first time yang dilesakan Wily A Pong membuat penonton terdiam. Gol tersebut terjadi ketika Wily yang mendapatkan bola matang di area kotak penalty langsung menyambar bola dan mampu mempedayai Hans Dore yang sepanjang laga babak penyisihan grup tidak pernah kebobolan. Bahkan gol Wily ini disebut-sebut sebagai gol terindah sepanjang penyelenggaraan turnamen ETMC 2009 Bajawa.

PSN Ngada yang tertinggal satu gol mencoba bangkit membangun serangan dan menekan pertahanan Persim Manggarai. Kerja sama yang dibangun No Liko dan sejumlah peman tengah lainnya blum mampu membuahkan gol. Hingga Idris Boli meniup pluit panjang pertanda turun minum babak pertama PSN Ngada belum mampu mengejar ketertinggalan.

PSN Ngada yang ketinggalan satu gol langsung mengurung pertahanan Persim Manggarai di babak kedua. Area pertahanan Persim dikuasai sepenuhnya oleh PSN Ngada. Serangan demi serangan dibangun dari segala lini baik melalui pergerakan Kletus Gabhe, Evo Sabu serta Heru Nery di sayap kanan maupun Hendro Toda dari lini tengah. Namun serangan yang dilancarkan tersebut senantisa kandas begitu memasuki area pertahanan Persim yang begitu teratur menjaga lini pertahanan. Sulitnya PSN Ngada menciptakan gol tidak terlepas dari penampilan gemilang Bram F Mangilay penjag gawang Persim. Bram Mangilay beberapa kali mampu menyelamatkan gawangnya dari tekanan PSN Ngada.

Tekanan demi tekanan yang dibangun PSN Ngada seperti tak kenal lelah untuk menciptakan gol. Persim yang tidak mau kecolongan berupaya bermain bertahan. Namun mereka juga mampu keluar dari tekanan dan membangun serangan balik lewat striker Wily A Pong. 15 menit terakhir serangan PSN Ngada demikian gencarnya dan praktis mengurung pertahanan Persim Manggarai. Namun serangan demi serangan yang dibangun tidak juga berbuah gol.
PSN Ngada nyaris saja menyamakan kedudukan satu menit menjelang pertandiang berakhir namun sontekan Heru yang tinggal berhadapan dengan penjaga gawang gagal membuah gol. Bahkan tendangan kapten tim No Liko hanya membentur tiang gawang. Sundulan Otha Pone juga lagi-lagi gagal menyamakan kedudukan.

Seakan tak percaya, para supporter fanatic ketika wasit Idris Boli meniup pluit panjang berakhirnya pertandingan dengan kemenangan Persim Manggarai. Dengan kemenangan ini Persim Manggarai akan berhadapan dengan Perseftim Flores Timur yang sudah merebut satu tiket ke babak semifinal. Partai keduanya akan dimainkan, Sabtu (1/8) di Stadion Lebijaga.

Priyo Handoko, pelatih Persim Manggarai, mengatakan kemenangan tim Persim karena memang tim Persim berhasil memanfatkan celah di balik kelengahan kubu PSN Ngada dalam mengamankan daerahnya. Persim, kata dia memiliki peluangkecil namun dari satu peluang itu para pemain bisa menciptakn gol. Priyo mengatakan, kubu Persim berani bermain terbuka dalam melayani pola permainan yang dikembangkan oleh PSN Ngada sehingga berhasil menciptakan gol untuk meraih kemenangan atas kubu PSN Ngada.




29 Juli 2009

Perseftim Secara Meyakinkan Taklukan PSK Kabupaten Kupang

* Lewat Dua Gol Pinalti Kholid Mawardi
Oleh Hieronimus Bokilia

Bajawa, Flores Pos
Perseftim Flores Timur secara meyakinkan menang telak dua gol tanpa balasan atas tim debutan Pelatih Matias Bisinglasi PSK Kabupaten Kupang. Laga yang dimainkan di Stadion Lebijaga, Selasa (28/7) ini benar-benar menjadi milik striker andalan Perseftim Kholid Mawardi yang secara gagah menumbangkan PSK Kabupaten Kupang lewat dua gol pinaltinya masing-masing di menit ke-58 dan 79.

Dengan kemenangan atas PSK Kabupaten Kupang ini, Perseftim Flores Timur memastikan diri sebagai tim pertama yang lolos ke babak semifinal turnamen El Tari Memorial Cup Bajawa. Pertandingan yang dipimpin wasit Paternus Goa ini, PSK Kabupaten Kupang langsung menggebrak pertahanan lawan sejak kick off babak pertama. Turun dengan kostum putih-putih, Akancio Parera dan kawan-kawan langsung menggebrak jantung pertahanan Perseftim Flotim. Rustam Labuka, Frens Moses dan Dino Lopez beberapa kali membuat Alfons Langga dan kawan-kawn di barisan pertahanan Perseftimbekerja ekstra keras mempertahankan pertahanan mereka.

Sebaliknya anak-anak asuh duet pelatih Jhoni Patty Diaz dan Hasan Wahab yang turun dengan kostum kebesaran orange, yang pada 25 menit babak pertama sempat terpengaruh dengan pola satu-dua yang dimainkan anak asuh Matias Bisinglasi mulai keluar dari tekanan. Iwan Jabir yang dimasukan menggantikan Hendrik Baon sedikit memberikan membantu suplai bola dari lapangan tengah. Trio striker yang sengaja diturunkan pelatih Jhoni Patty Diaz yakniKholid Mawardi, dan Ferry Langkamau dan Rahman Abubakar beberapa kali berhasil memasuki daerah pertahanan PSK Kabupaten Kupang. Namun beberapa peluang menciptakan gol mampu dipatahkan lini belakang PSK Kabupaten Kupang yang dikoordinir Justino Lopez. Kerja sama linio belakang yang begitu apik kerja sama Justino Lopez, Romano Soaresdan Dominggo da Silva membuat usaha Kholid Mawardi, Rahmab Abubakar dan Ferry Langkamau selalau gagal menciptakan gol. Gaghalnya mereka mencitakan gol juga berkat penampilan gemilang kipper PSK Octa Aolisio.

Namun Perseftim yang semula sulit mengembangkan permainan mulai mengembangkan pola-pola yang diinstruksdikan pelatih. Penempatan tiga striker sekjaligus oleh Jhoni Patty Diaz sempat membuat repot barisan pertahanan PSK. PSK di bawah asuhan pelatih berpengalaman Matis Bisinglasi bermain terbuka dengan memanfaatkan kecepatan striker Frans Moses dan Dino Lopez.. suplai bola dari lini tengah yang ditopang Ramadhan Labuka membuat mereka masih terus melakukan tekanan ke jantung pertahanan POerseftim. PSK Kabupaten Kupang mendapatkan peluang emas terlebih dahulu melalu kaki Frans Moses namun kurang tenangnya Moses mengakibatkan bola tidak membuahkan gol.

Perseftim yang semula ditekan habis-hgabisan PSK kembali membuka serangan. Namun peluang menciptakan gol oleh Kholid Mwardi disia-sikan begitu saja. Memanfaatkan bola terobosan yang dilepas pemain tengah gagal diselesaikan dengan sempurna oleh Kholid. . satu tendangan keras yang dilepas Rahman Abubakar juganyaris menciptakan gol. Namun sayang bola tembakannya masih melenceng tipis di atras mistar gawng. Lagi-lagikerja sama indah yang dipertontonkan Ferry Langkamau dan Kholid Mawardi juga nyaris menciptakan gol. Umpan matang yang dilepas Ferry yang bergerak dari sayap kanan langsung disundul oleh Kholid. Namun lagi-lagi sundulannya kurang mengarah kle gawang Okta Aolisio. Hingga wasit Paternus Goa meniup pluit turun minum babak pertama kedua keseblasan belum mampu menciptakan gol.

Perseftim mulai bangkit menyerang sejak babak kedua dimulai. Beberapa peluang gol nyaris tercipta ke gawng PSK namun kurang tenangnya pemain Perseftim mengakibatkan mereka sulit menciptakan gol. Baru di menit ke-58 pergerakan cepat anak-anak nagi melalui satu serangan balik nyaris menciptakan gol. Tendangan keras Ferry langkamau sebenarnya sudah gol namun Romao Soares yang bergerak cepat bermaksud menyelamatkan bola dengan sengaja membuang bola keluar dengan tangan. Wasit Paternus Goa langsung menghadiahi Romao kartu merah dan langsung menunjuk titik putih. Kholid Mwardi yang dipercaya mengeksekusi penalty mampu mempedayai Octa Aolisio. Gol pertama Kholid merubah kedudukan menjadi 1-0.

Bermain hanya dengan 10 pemain, anak asuh Matiasd Bisinglasi lebih memilih bermain bertahan. Kondisin ini menyebabkan tengah PSK sedikit lowong. Kondisi ini tidak disia-siakan Perseftim yang mulai membangun serangan dari semua lini. Namun kondisi itu masih mampu diatas pemain-pemain PSK. Mereka juga masih berusaha menekan pertahanan Perseftim. Beberapa kali Dino Lopes, Rustam Labuka dan Frans Moses masih juga membahayakan pertahananan Perseftim. Namun upaya menyamakan kedudukan selalu mampu dipatahkan Alfons Langga dan kawan-kawan di lini pertahanan Perseftim.

Perseftim yang lebih banyak bermaiun di lapangan tengah hanya menyisahkan Kholid Mawardi dan Ferry Langkamau di lini depan. Serangan balik cepat yang coba dibangun beberapa kali membahayakan pertahanan PSK. Pergerakan cepat Kholid Mawardi yang lepas dari kawalan pemasin belakang dan lolos dari jebakan offside berupaya menerobos ke kotak terlarang PSK. Namun tembakannya yang hanya berhadapan dengan penjaga gwng masih melebar di kiri gawng dan hanya menghasilkan tendangan gawang.

Tidak putus asa, anak-anak nagi terus membangun serangan. Pergerakan cepat Kholid di area kotak penalti ditarik pemain belakang PSK Jumardi Labuka yang mencoba menghambat pergerakan Kholid dengan menarik baju Kholid terlihat wasit. Kholid yang terjatuh di area terlarang langsung mendapatkan hadiah penalti. Gol penalti kedua Kholid Mawardi di menit ke-79 merubah kedudukan menjadi 2-0 dan mengantar Kholid menempati top scorer untuk sementara dengan koleksi empat gol. Gol kedua Kholid ini bertahan hingga pertandingan selesai tanpa ada satu pun gol balasan dari PSK.

Jhoni Patty Diaz engomentari pertandingan ini mengatakan, prediksi semula ternyasta benar adanya. Penampilan pemain-pemain PSK dengan keterampilan yang memadai sempat membuat anak asuhnya tidak berkembang. Namun setelah diinstruksikan untuk bermain ofensif akhirnya mereka mampu keluar dari tekanan pemain PSK. Dengan melakukan pressing-presing akhirnya kuasa permainan mampu diambil alih. Penempatan tiga striker sekalighus di laga ini, kata Patty Diaz ternyata memberikan andil bagus untuk kemenangan Perseftim.

Lagi-Lagi Perse Ende Dipermalukan

* Kalah 1-3 dari Perss Soe
Oleh Hieronimus Bokilia


Bajawa, Flores Pos
Perse Ende pada laga terakhirnya menghadapi tim Perss Soe lagi-lagi dipermaulukan dengan skor telask 1-3. dengan kekalahan telak yang kedusa ini maka Perse Ende terpaksa gulung tikar lebih awal dari ajang turnamen ETMC Bajawa. Sedangkan Perss Soe kendatipun menang dari Perse Ende juga tidak dapat meloloskan diri ke babak perdelapan final karena pada laga pertamanya menghadapi Persiteng Sumba Tengah dan PSK Kabupaten Kupang menelan dua kali kekalahan. Namun dengan kemenangan ini mendongkrak posisinya ke urutan tiga klasemen sedangkan Perse Ende terdepak dan menempati juru kunci di poul D.

Perse Ende dan Perss Soe yang turun bertanding di Stadion Lebijaga usai pertandingan PSKK Kota Kuang vs PSN Ngada sudah mulai saling tekan sejak kick of babak pertama. Turun dengan kostum putih-putih, Saiban Basri alias Bule dan kawan-kawan berjuang keras untuk merebut poin penuh dari laga dengan Perss Soe. Di laga ini, Umar Ismail dan Jamal Thayeb nyaris merubah total line up pemain yang diturunkan di awal pertandingan. Galang yang dua kali membela Perse di ajang ETMC ini dibangkucadangkan dan digantikan dengan Eman Dawa Rae di posisi penjaga gawang. Di lini tengah, kapten tim M Lanar juga dibangkucadagkan. Perubahan line up pemain ini sedikit membawa perubahan di pertandingan ini.

Namun serangan-serangan yang coba dibangun Laskar Tri Warna selalu berhasil dipatahkan lini bertahan Perss Soe yang dikoordinir kapten tim Hendra Takunama. Sebaliknya Perss Soe melalui satu serangan balik cepat nyaris menjebol gawang PersE Ende. Easn Dawa Rae yang sudah terlanjur keluar dari posisinya mencoba menghalau bola mengakibatkan pemaion depan dengan leluasa mengusai bola. Namun insiden gol itu berhasil diselamatkan M Abdul Azis yang dengan cepat menghalau bola keluar lapangan. Satu peluang gol Perse Ende tercipta dimenit ke30 namun sayang Bulew yang sendirian menguasai bola kurang tenang menyarangkan bola ke gawang Perss Soe. Sontekannya malah membuat bola melambung tinggi di atas mistar gawang.

Memasuki babak kedua, Perss soe mengambil inisiatif menyerang. Tekanan bertubi-tubi dilakukan ke lini pertahanan Perse Ende. Seringnya ditekan membuat konsentrasi pemain belakang agak terganggu. Menit ke-58 satu umpan krosing dari lini tengah berhasil dikejar oleh Yostan Boimau. Boimau yang tanpa kawalan ketat pemain Perse Ende dengan leluasa merobek jala Perse dan memaksa Eman Rae memungut bola dari gawangnya. Gol pertama Perss Soe ini tidak bertahan lama. Baru berselang satu menit Yostan Boimau lagi-lagi mampu mempedayai Eman Rae dan membungkam Laskar Tri Warna.

Tertinggal dua gol, anak-anak Kelimutu mulai balik menekan. Tembakan keras M Edison yang masuk menggantikan M Bento nyaris menciptakan gol balasan. Tapi sayang, tembakannya masih terbaca Nur Iman Santoso kiper Perss Soe yang dengan mudah menepis bola keluar lapangan. M edison yang bekerja keras membantu lini serang kembali melepaskan umpan krosing dari sayap kanan namun bola umpannya kurang cermat dimanfaatkan oleh Bule. Bola dibiarkan lewt begitu saja.

Bahkan dimenit ke-78 Perss Soe kembali menggandakan keunggulan. Tembakan keras Hakim Jaskari yang baru masuk menggantikan Yunus Sankoko memaksa Galang Leonis harus kembali memungut bola dari gawangnya. Galang yang masuk menggantikan Eman Rae kurang cermat engamankan bola yang telah jatuh kepelukannya. Dalam posisi terjatuh bola lepas dari pelukannya dan berhasil diraih Yunur dan kembali menggetarkan gawang Perse Ende.

Satu-satunya gol balasan Perse Ende baru tercipta dimenit ke-86. Rustam yang berhasil lewat dari pengawalan pemain belakang Perss Soe langsung tidak mensia-siakan kesempatan emasnya. Tembakan kerasnya memaksa Nur Santoso memungut bola dari gawangnya. Perse Ende msih terus melakukan tekanan ke jantung pertahanan Perss Soe namun tekanan demi tekanan tidak membuahkan gol. Kedudukan 1-3 untuk kemenangan Perss Soe bertahan hingga wasit Umar Wongso meniup pluit panjang.

Sementara di Lapangan Seminari Mataloko berhadapan antara Persim Manggarai dan Persedaya Sumba Barat Daya. Laga ini berhasil dimenangkan oleh Persim Manggarai dengan skor akhir 1-0. gol tunggal kemenangan Persim diciptakan oleh Willy A Pong. Dengan kemenangan ini menempatkan Persim urutan pertama klasemen sementara dengan mengantongi poin tujuh. Sambil menunggu hasil pertandingan antara Persematim vs Persab Belu. Laga Persematim vs Persab Belu juga sebenarnya tidak berpengaruh mengingat tanpa bermain pun sudah dapat dipastikan Persematim tampil sebagai runer up di pul ini.



Persewa Tahan Imbang Tanpa Gol Perserond

Oleh Hieronimus Bokilia

Bajawa, Flores Pos
Persewa Waingapu yang turun dengan kostum kunig-kuning berhsail enahan imbang tanpa gol Perserond Rote Ndao. Hasil ini membuat keduanya memiliki peluang sangat tipis untuk lolos ke babak selanjutnya. Selain karena keduanya hasnya menyisahkan satu pertandingan, juga tim yang akan dihadapi dilaga terakhir mereka adalah tim tim tangguh. Persewa pada laga terakhirnya harus menjamu PSKK Kota Kupang dan Perserond Rote Ndao harus menghadapi ketangguhan tuan rumah PSN Ngada.

Sejak kick off babak pertama, laga di Stadion Lebijaga, Jumad (24/7) pagi kemarin yang dipimpin wasit Saleh Wongso kedua tim bermain lamban. Rote Ndao yang lebih banyak menurunkan pemain-pemain lapis kedua nampak hanya bermain aman dengan Persewa. Sedangkan Persewa yang jika menangkan laga ini masih berpeluang merebut angka saat menghadapi Kota Kupang bermain all aut membangun serangan. Perserond yang didua laga sebelumnya kalah masing-masing dari PSKK Kota Kupang dan PSNK Nagekeo juga sesekali membalas menyerang. Yohanis Sogara, Yasper Adu dan Arvendri Ndun yang postur tubuhnya kecil berjibaku menghadapi pemain-pemain Persewa yang rata-rata berpostur tinggi. Kondisi ini mengakibatkan mereka selalu kalah dalam duel udara.

Sementara Persewa Waingapu yang dimotori Melkisedek Sega di lini depan, bersama Mahdi Malik dan Deni Susilo terus berupaya menekan pertahanan Perserond. Beberapa kali peluang gol nyaris tercipta dari kaki Deni Susilo dan Mahdi Malik. Namun akibat kurang tenangnya mereka dalam mengeksekusi bola mengakibatkan bola-bola yang diarahkan ke gawang Perserond masih mampu diamankan dengan mudah Yosep Maudaka, penjaga gawang Perserond. Hingga babak pertama berakhir, tak satupun gol yang tercipta.

Memasuki babak kedua, serangan kedua tim tidak juga kendor. Persewa bahkan semakin menaikan tempo permainan dan terus menekan. Namun lagi-lagi serangan yang dibangun selalu tidak mampu diselesaikan dengan sempurna. Tekanan demi tekanan mampu diganjal begitu saja oleh pemain belakang Perserond yang dikoordinir kapten tim Haswandri. Perserond juga berupaya menekan namun pergerakan pemain depan Perserond selalu mampu dibaca pemain belakang Persewa.

Persewa yang selalu memanfaatkan serangan balik cepat berulang kali membahayakan sektor pertahanan Prserond. Namun semuanya tidak mampu diselesaikan dengan sempurna. Satu-satunya peluang menciptakan gol untuk Persewa dilakukan oleh Mahdi Malik. Kemelut di depan gawang Perserond, Mahdi Malik berdiri tanpa kawalan dan mendapatkan kesempatan menjebol gwang Perserond. Namun bola yang disonteknya melambung tinggi melewati mistar gawang. Pertandingan bubar, kedua tim hanya puas dngan hasil imbang tanpa gol.

Perseftim Siap Kalahkan Persesba
* Persematim Jajal Kemampuan Persab Belu
Oleh Hieronimus Bokilia
Bajawa, Flores Pos
Perseftim yang pada laga keduanya ditahan imbang Persami Maumere tanpa gol akan bermain cantik saat menghadapi Persesba Sumba Barat di Stadion Lebijaga, Sabtu (25/7) sore hari ini. Dengan modal poin empat, perseftim akan bermain savety untuk menjaga peluagnya tetap aman di klasemen sementara pul B. Jika pada laga terakhirnya ini Perseftim menang maka dia akan mengantongi poin tujuh dan unggul dari tiga tim lainnya. Sementara Persesba juga harus menang agar memiliki peluang menjadi runer up di pul mengingat poinnya sama dengan Persami Maumere yang sama-sama masih menyisahkan satu pertandingan terakhir.

Jhoni Patty Diaz Pelatih Perseftim mengatakan, jika laga menghadapi Persami yang dilakoni beberapa waktu lalu mereka mampu mencuri poin penuh maka posisi mereka akan lebih aman. Sehingga ketika laga terakhir menghadapi Persesba mereka tidak terlau terbebani. Namun dengan hasil seri tanpa gol saat menjamu Persami maka dio laga terakhir menghadapi Persesba hari Sabtu hari ini, mereka akan tetap bermain all out untuk mrebut poin penuh.

Para pemain yang sebelumnya tidak diturunkan, kata Patty Diaz, akan coba dipasang pada laga menghadapi Persesba. Menurutnya, kualitas pemain pengganti yang dibawa ke ETMC Bajawa juga memiliki kemampuan rata-rata sama dngan pemain yang sudahj sering diturunkan. Namun demikian, dia juga tetap mewaspadai Persesba yang juga sudah pernah menahan imbang Persami Maumere di laga perdana.

Sumba Barat yang selalu memainkan ball pass, katanya akan diusahakan untuk diladeni karena di sana akan nampak bagus karena warna permainan akan terlihat. Terpenting bagi Perseftim adalah berupaya mencuri poin pada laga menghadapi Persesba agar menjaga posisi tetap aman di pul B.

Sementara Persesba yang pernah menahan imbang Presami Maumere 2-2 tentu tidak akan membuang peluang begitu saja. Dengan poin dua dari hasil dua kali seri yang dia miliki, tentu akan dipertahankan dan berjuang mencuri poin dari laga melawan Perseftim ini. Karena jika kalah dari Perseftim maka peluangnya lolos tertutup. Karena jika Persami menang melawan Persamba maka pupus sudah harapan mereka untuk lolos ke perempat final.