Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

18 Januari 2015

Ngada Menangis

* Sejarah 1972 Kembali Terulang
Oleh Hieronimus Bokilia


Bajawa, Flores Pos Ngada menangis, itulah kata yang terucap ketika menyaksikan tim kesayangan mereka PSN Ngada harus tumbang di tengah jalan. Kekalahan satu gol dari tembakan first time Willy A Pong di menit 44 membuat supporter fanatic PSN Ngada terhenyak tidak percaya menyaksikan tim kesayangan mereka harus kalah. Kekalahan ini seakan mengulang sejarah 37 tahun silam. Bagi PSN Ngada kekalahan ini adalah kekalahan pertama dalam sejarah ETMC di kandang sendiri sedangkan dalam ajang El Tari Cup, PSN Ngada juga pernah mengalami kekalahan di tahun 1972 saat PSN Ngada tumbang oleh PSK Kota Kupang juga dengan skor 1-0 lewat kaki Marsel Dugis. Kejadian itu masih terekam baik di dalam benak pelaku sejarah, Martinus Meo Watu.

Pertandingan yang dipimpin wasit Idris Boli di Stadion Lebijaga, Rabu (29/7), kedua tim langsung bermain menekan sejak menit awal pertandingan. PSN Ngada yang turun dengan kostum kebesaran orange-hitam langsung menghentak pertahanan Persim lewat bola-bola panjang langsung ke jantung pertahanan Persim. Permainan bola-bola panjang PSN Ngada ternyata diladeni Persim Manggarai. Turun dengan kostum hijau-hijau, anak asuhan Priyo Handoko justru melayani pola permainan yang dikembangkan PSN Ngada. PSN Ngada yang bermain di hadapan supporter fanatiknya mencoba menekan pertahanan Persim Manggarai lewat kerja sama No Liko, Hendro Toda, Otha Pone dan Heru Nery. Umpan matang Heru kepada No Liko yang bergerak dari second line. Penjaga gawang Persim, Bram F Mangilay telah keluar dari sarangnya, namun sayang tandukan No Liko melebar di sisi kanan gawang

Kendati selalu gagal merubah kedudukn, tuan rumah PSN Ngada terus menekan pertahanan Persim Manggarai dan sempat membuat repot barisan pertahanan Persim di bawah koordnir Albertus Ambal sang kapten tim. Hendro Toda maupun Otha Pone yang terburu-buru dalam penyelesaian akhir mengakibatkan gol sulit tercipta. Bahkan satu tembakan keras terukur Heru Nery nyaris berbuah gol. Namun berkat akselerasi Bambang Mangilay dengan sigap mengamankan bola dalam pelukannya.

Berada di bawah tekanan, tidak membuat Persim bermain lengah. Justru mereka mampu keluar dar tekanan dan balik membangun serangan. Striker Wily A Pong ditopang sejumlah pemain seperti Laurens Pupa maupun Yoahens Ambon mampu mendukung dalam menekan pertahanan PSN Ngada. Pergerakan dengan bola ataupun tanpa bola yang dilakukan oleh ketiga pemain tersebut membuat lini pertahanan PSN Ngada yang dikoordinir Saver Neto dipaksa bekerja keras mengamankan area pertahanannya. Bahkan beberapa kali lini pertahanan PSN Ngada yang menempatkan Mirus Dhiu, Saver Neto dan Dami Ria dipaksa harus bekerja menghalau pergerakan para pemain Persim Manggarai.

Menit ke-44 babak pertama seakan jadi milik Persim Manggarai. Satu serangan balik cepat Persim mampu dimanfaatkan dengan sempurna. Tendanan first time yang dilesakan Wily A Pong membuat penonton terdiam. Gol tersebut terjadi ketika Wily yang mendapatkan bola matang di area kotak penalty langsung menyambar bola dan mampu mempedayai Hans Dore yang sepanjang laga babak penyisihan grup tidak pernah kebobolan.

PSN Ngada yang tertinggal satu gol mencoba bangkit membangun serangan dan menekan pertahanan Persim Manggarai. Kerja sama yang dibangun No Liko dan sejumlah peman tengah lainnya blum mampu membuahkan gol. Hingga Idris Boli meniup pluit panjang pertanda turun minum babak pertama PSN Ngada belum mampu mengejar ketertinggalan.

PSN Ngada yang ketinggalan satu gol langsung mengurung pertahanan Persim Manggarai di babak kedua. Area pertahanan Persim dikuasai sepenuhnya oleh PSN Ngada. Serangan demi serangan dibangun dari segala lini baik melalui pergerakan Kletus Gabhe, Evo Sabu serta Heru Nery di sayap kanan maupun Hendro Toda dari lini tengah. Namun serangan yang dilancarkan tersebut senantisa kandas begitu memasuki area pertahanan Persim yang begitu teratur menjaga lini pertahanan. Sulitnya PSN Ngada menciptakan gol tidak terlepas dari penampilan gemilang Bram F Mangilay penjag gawang Persim. Bram Mangilay beberapa kali mampu menyelamatkan gawangnya dari tekanan PSN Ngada.

Tekanan demi tekanan yang dibangun PSN Ngada seperti tak kenal lelah untuk menciptakan gol. Persim yang tidak mau kecolongan berupaya bermain bertahan. Namun mereka juga mampu keluar dari tekanan dan membangun serangan balik lewat striker Wily A Pong. 15 menit terakhir serangan PSN Ngada demikian gencarnya dan praktis mengurung pertahanan Persim Manggarai. Namun serangan demi serangan yang dibangun tidak juga berbuah gol.
PSN Ngada nyaris saja menyamakan kedudukan satu menit menjelang pertandiang berakhir namun sontekan Heru yang tinggal berhadapan dengan penjaga gawang gagal membuah gol. Bahkan tendangan kapten tim No Liko hanya membentur tiang gawang. Sundulan Otha Pone juga lagi-lagi gagal menyamakan kedudukan.

Seakan tak percaya, para supporter fanatic ketika wasit Idris Boli meniup pluit panjang berakhirnya pertandingan dengan kemenangan Persim Manggarai. Dengan kemenangan ini Persim Manggarai akan berhadapan dengan Perseftim Flores Timur yang sudah merebut satu tiket ke babak semifinal. Partai keduanya akan dimainkan, Sabtu (1/8) di Stadion Lebijaga.
Priyo Handoko, pelatih Persim Manggarai, mengatakan kemenangan tim Persim karena memang tim Persim berhasil memanfatkan celah di balik kelengahan kubu PSN Ngada dalam mengamankan daerahnya. Persim, kata dia memiliki peluangkecil namun dari satu peluang itu para pemain bisa menciptakn gol. Priyo mengatakan, kubu Persim berani bermain terbuka dalam melayani pola permainan yang dikembangkan oleh PSN Ngada sehingga berhasil menciptakan gol untuk meraih kemenangan atas kubu PSN Ngada.


03 Agustus 2011

IPSI Ende Gelar Kejuaraan Pencak Silat Antar Perguruan

· Memperebutkan Piala PS Slewa Pukul

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Ende menggelar kejuaraan pencak silat antar perguruan. Kejuaraan pencak silat antar perguruan ini diikuti tuju perguruan silat di Kabupaten Ende memperebutkan piala Perguruan Silat Slewa Pukul.

Kejuaraan pencak silat ini dibuka Sekretaris Daerah Ende, Yoseph Ansar Rera di halaman Sao Ria, Rabu (27/7) malam kemarin. Tujuh perguruan silat yang ambil bagian dalam kejuaraan silat ini yakni PS Perisai Diri, PS Segar Jaya, PS Setia Hati Terate, PS Slewa Pukul, PS Pencak Organisasi, PS Jazath dan PS Garuda Sakti.

Sekda Ansar Rera saat membuka kejuaraan ini mengatakan, sangat berterima kasih kepada PS Slewa Pukul yang telah memotori pelaksanaan kejuaraan pencak silat tingkat kabupaten tersbeut. Menurutnya, dasar agar bisa berprestasi hanya bisa didapat kalau melakukan latihan terus-menerus dan rutin dan gelar iven-iven kejuaraan untuk mengasah keterampilan.

Pemerintah, kata Ansar Rera menyadari benar bahwa akhir-akhir ini olahraga di Ende semakin lesu. Alasan kelesuan ini terjadi karena ketiadaan dana. Padahal, katanya, soal dana itu hanya ikutan saja. “Terpenting adalah niat dan tekad dan bisa melaksanakan sesuatu kegiatan walau dalam kondisi yang minim,” katanya.

Khusus bagi keluarga besar IPSI yang terdiri dari berbagai perguruan dengan identitasnya masing-masing dan selalu berupaya menonjolkan identitasnya itu memang agak sulit untuk digabungkan dalam satu wadah. Namun hanya dengan satu tekad walau berbeda perguruan namun dalam satu persialatan maka dapat disatukan.

Kejuaraan dan keakraban yang dijalin ini dapat saling mendukung antar perguruan. Pemerintah sangat berterima kasih karena saat ini ada satu perguruan yakni PS Slewa Pukul yang menggelar kejuaraan ini. Dia berharap agar kejuaraan seperti ini dapat terus dilaksanakan apalagi persiapan menuju pelaksanaan Pordafta 2013 mendatang di Ende.

Kepada penyelenggara diharapkan dapat menyaring dan melakukan seleksi terhadap para atlit sehingga nantinya dapat dilakukan ujicoba tanding dengan pesilat daerah lain.

Ali Ahad selaku penyelenggara kejuaraan mengatakan, pencak silat sangat besar perannya dalam masyarakat. Menghidupkan pencak silat berarti menghidupkan adat budaya di daerah. Dia mengakui, beberapa tahun terkahir kegiatan kejuaraan antar perguruan pencak silat di Ende sempat vakum padahal pada Pordafta dan Porda lalu, pencak silat selalu menyumbangkan medali yang cukup banyak bagi kontingen Kabupaten Ende.

Saat menginisiatifi pelaksanaan kejuaraan ini, kata Ali Ahad sempat ditanggapi dingin pelatih di sejumlah perguruan silat. Hal itu karena selama ini mereka merasa tidak diperhatikan dan tidak dihargai upaya dan kerja keras mereka. “Namun sebagai pesilat kita tidak boleh berputus asa karena kita ksatria bangsa,” katanya. Karena itu bertepatan dengan momen lebaran dan semangat kebangsaan dia akhirnya mengajak untuk bangkit dan bekerja bersama sehingga kegiatan dapat berjalan.

Kejuaraan pencak silat yang dilaksanakan di Sao Ria, kata Ali Ahad dipilih karena bagi kalangan perguruan pencak silat, silat merupakan warisan leluhur bangsa Indonesia. Karena itu ingin menanamkan semangat mencintai budaya sejak usia dini dan dalam kegiatan ini menyertakan pesilat usia dini.

Ketua Panitia Kejuaraan, Aurelius F Ladapase mengatakan, kejuaraan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit atlit pencak silat untuk dibina dan dilatih agar nantinya bisa mengharumkan nama daerah pada iven kejuaraan yang lebih besar. Selain itu untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya warisan leluhur bangsa kepada anggota pesilat usia dini karena pencak silat adalah warisan leluhur bangsa Indonesia. Juga untuk mempererat persatuan dan rasa solidaritas antar sesama pesilat di Kabupaten Ende.

Kejuaraan ini, lanjut Ladapase diikuti 125 atlit dari tujuh perguruan silat. Atlit dikelompokan berdasarkan usia masing-masing kelompok usia dini sebanyak 28 atlit, kelompok pra remaja sebanyak 21 atlit, kelompok remaja sebanyak 38 atlit dan kelompok dewasa sebanyak 37 atlit.

Kejuaraan yang dilaksanakan, kata Ladapase memperebutkan piala bergilir PS Slewa Pikul diikuti PS Perisai Diri, PS Segar Jaya, PS Setia Hati Terate, PS Slewa Pikul, PS Pencak Organisasi, PS Jazath dan PS Garuda Sakti.

22 Juli 2011

Anastasya Wangge Raih Peringkat 9 Nasional

· Lomba Renang Laut Internasional di Pantai Senggigi-Lombok

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Anastasya D P Wangge, atlit renang dari Kabupaten Ende berhasil meraih prestasi spektakuler dalam ajang lomba renang laut internasional pada nomor kategori putri di Pantai Senggigi, Lombok, Mataram Provinsi NTB. Dalam loma ini, Anastasya Wangge berhasil meraih urutan Sembilan dari 29 peserta putrid yang ambil bagian dalam lomba tersebut.

Informasi peraihan prestasi spektakuler ini diterima dari Pelatih Renang, Agustino Hermino Mau melalui pesan yang diteruskan oleh Don Bosco M Wangge, orang tua dari Anastasya Wangge pada Sabtu, (9/7). Prestasi itu ditorehkan Anastasya Wagge dalam lomba renang laut internasonal yang digelar pada Sabtu (9/7).

Dikatakan, dari Ende mengutus tiga orang perenang masing-masing Riccy Mau, Cavin dan Anastasya Wagge. Lomba masih berlangsung dan hasil lainnya belum diketahui. Ketiga perenang dari Ende ini didampingi pelatih Hermino Mau dan Saver.

Don Wangge sebagai orangtua atilit yang meraih prestasi mengatakan, apa yang diraih itu tidak lepas dari dukungan semua masyarakat dan juga pendampingan dan pelatihan yang intens yang diberikan oleh pelatih renangnya Hermino Mau dan Saver. Prestasi ini juga merupakan bentuk dorongan dan cambuk untuk bisa berprestasi ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Potensi atlit renang di Ende sebenarnya cukup banyak mengingat masyarakat Ende banyak juga yang hidup di dekat laut dan rata-rata pintar berenang. Tinggal selanjutnya dibina dan dilatih untuk memahami gaya-gaya dalam renang prestasi sehingga mereka bisa menjadi atlit renang. Diakui bahwa sarana prasarana pendukung memang masih minim. Namun diharapkan dari kondisi minim yang ada, para atlit tidak patah semangat tetapi terus berlatih dan dapat berjuang meraih prestasi.

15 Juni 2011

ITDM Flotim Unit Ende Naik tingkat Menjadi Cabang

<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

· Tiga Korwil Naik Status Menjadi Unit

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Ikatan Tenaga Dalam Murni (ITDM) Flores Timur yang sejak tahun 1994 telah berkiprah di Kabupaten Ende hingga terbentuk Unit ITDM Flotim Ende akhirnya diresmikan kenaikan statusnya menjadi ITDM Flotim Cabang Ende. Sedangkan tiga koordinator wilayah masing-masing Korwil Watumite, Korwil Detusoko dan Korwil Welamosa dinaikan statusnya menjadi unit.

Pengresmian organisasi ITDM Flotim Cabang Ende dan tiga unit tersebut dirangkaikan dengan pelantikan pengurus cabang dan unit oleh Ketua Umum ITDM Flotim Frans K Atawuwur bertempat di aula Mgr. Abdon Longginus, Mautapaga, Senin (6/6). Usai acara pengresmian organisasi dan pelantikan pengurus dilanjutkan dengan misa syukur dipimpin Pater Niko Medes Mere, SVD. Acara dihadiri seluruh pengurus, anggota dan simpatisan ITDM Cabang Ende dan tiga unit yang ada di bawah ITDM Flotim Cabang Ende.

Pater Niko Medes dalam khotbahnya mengatakan, momen pengresmian organisasi dan pelantikan pengurus ITDM Flotim Cabang Ende merupakan momen yang baik untuk menyatakan tekad pribadi dan organisasi untuk menjalinn ikatan yang dibangun sesuai visi misi dan janji jabatan. Dalam bacaan mengambarkan Philipus yang menyadari diri hanya sebagai saluran dan hamba Allah maka harus membuka diri. Buka diri untuk digunakan Allah kapa dan dimana saja dan dengan rahmat alternatif yang ada mewujudkan moralitas kristiani yang kokoh dengan cinta dan kasih kepada sesama.

Segala penyembuhan yang menanggungkan hanya dalam nama Allah dan semakin memeprteguh iman dan kecintaan kepada Allah bukan untuk mengumpulkan dan meraup kekayaan materil. Kemampuan alternatif yang dimiliki, kata Pater Niko Medes bukan berasal dari diri sendiri sehingga merasa diri hebat dan sok pahlawan. Ikatan ini, lanjutnya juga dibangun dalam iman maka harus diberi ruang dan waktu untuk memperdalam iman da kepercayaan kepada Tri Tunggal Mahakudus.

Pater dalam khotbahnya menceritakan tentang seorang penyihir yang ingin menjadi Katolik. Dalam perjalanan menuju gereja dia mendapati arakan penguburan orang mati. Lalu mendekati peti mati dan dengan kekuatan sihirnya dia menghidupkan anak muda yang mati. Penyihir lalu berjalan dan melihat orang miskin hanya dengan lima roti lalu dia mendekati dan memperbanyak roti bagi mereka. Dia juga berjalan di atas air. Karena merasa dia telah melakukan apa yang dilakukan Yesus dia mau masuk Katolik. “Mudah-mudahan tidak menjadi penyihir-penyihir baru tetapi harus dilaksanakan adalah mewartakan dan menghadirkan kuasa kasih Allah yang membebaskan dan menyelamatkan umat Allah,” kata Pater Niko Medes.

Ketua Umum ITDM Flotim, Frans K Atawuwur mengatakan, keberadaan ITDM Flotim di Ende merupakan momen bersejarah dan hadir sejak tahun 1994. Karena keyakinan bahwa roh kudus bekerja maka kian tahun semakin bertambah anggota hingga dibentuk ITDM Flotim Unit Ende dan kemudian ditingkatkan menjadi cabang. “Banyak tantangan tetapi karena punya niat luhur maka pasti ada jalan keluar dan bisa jalan dengan baik,” kata Atawuwur.

Dengan kehadiran ITDM Flotim, lanjutnya, semuanya bisa berkumpul dan memupuk kebersamaan dengan penuh rasa kekeluargaan. Pengurus yang baru dilantik merupakan perpanjangan tangan pengurus pusat dan dalam menjalankan tugas tetap mengacu pada AD/ART dan aturan pelaksanaannya. Dewan pengurus cabang dan unit juga diimbau untuk bisa memfungsikan seluruh seksi yang ada dan membagi tugas sesuai tupoksi dari seksi-seksi yang ada agar tidak ada yang hanya menjadi boneka atau lambang.

Anggota ITDM Flotim, kata Atawuwur tidak boleh sombong karena jika sombong akan mengakibatkan pembiasan tenaga dalam. Namun jika anggota ITDM Flotim semakin menghargai sesama maka pembiasan tenaga dalam akan semakin sempurna. Dia berharap dewan pengurus cabang dan unit yang ada dapat bekerja sesuai kemampuan agar dapat membina dan mengembangkan organisasi dan bisa berjalan dengan baik.

Ketua Dewan Pengurus Cabang ITDM Flotim Cabang Ende, Patrisius Riki Mukin melalui Wakil Ketua Siprianus Reda Lio mengatakan, anggota aktif ITDM Flotim saat ini sebanyak 888 orang dan simpatisan sebanyak 77 orang. Jumlah ini juga tersebar di tiga unit yakni Unit Watumite, Detusoko dan Unit Welamosa. Selama ini, kata Reda Lio, Ende masih berstatus unit dan tiga unit ini sebelumnya masih berstatus korwil. Dengan pengresmian ini maka naik status menjadi cabang dan korwil menjadi unit.

Keberadaan ITDM Flotim di Ende, kata dia sudah berjalan sejak tahun 1994 dan dengan melihat jumlah anggota yang ada maka perkembangannya cukup bagus. Bahkan, Ende dipercayakan untuk mendampingi tiga tempat lainnya yakni di Bajawa, Riung dan Sumba. Dalam kegiatannya, katanya, ITDM Flotim Ende melaksanakan kegiatan pembinaan terhadap anggota dan simpatisan dan ini akan terus digalakan ke depan dan menjadi prioritas utama kegiatan. Selain itu, setiap hari Rabu rutin dilaksanakan kegiatan penyegaran di Akper Ende dan juga rencana kegiatan penerimaan anggota baru dan proses administrasinya untuk disahkan di Kalikasa Kabupaten Lembata.

Ketua Panitia, Hendrikus Mbira mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk semakin memantapkan organisasi, memasyarakatkan ITDM Flotim kepada masyarakat dan meng-ITDM-kan masyarakat. Keberadaan ITDM merupakan organisasi kemasyarakatan yang resmi dan setiap anggota yang bergabung ke ITDM Flotim bersifat sukarela dan tanpa paksaan dari pengurus dan anggota lainnya. Keberadaan ITDM Flotim untuk mewujudkan kebersamaan dan kekeluargaan diantara sesama anggota.

25 Mei 2011

Bupati Don Wangge Buka Turnamen Sepakbola Bupati Cup 2

· * Seleksi Pemain untuk Ajang Pordafta

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Bupati Ende Don Bosco M Wangge membuka dengan resmi pelaksanaan turnamen sepakbola antar pelajar SMA/MA dan SMK se Kabupaten Ende. Pembukaan ditandai dengan penendangan bola pertama oleh Bupati Don Wangge.

Pembukaan turnamen sepakbola bupati cup 2 di Lapangan Pancasila, Minggu (8/5) dihadiri 14 tim yang akan ikut berlaga dalam turnamen ini. Partai perdana turnamen ini mempertemukan tim juara bertahan SMA Islam Muthmainah berhadapan dengan tim SMP Katolik Santu Petrus dan dimenangkan SMA Islam Mutmainah dengan skor telak 4-1.

Bupati Don Wangge usai acara pembukaan mengatakan, turnamen ini bertujuan untuk menyalurkan bakar para siswa SMA/MA dan SMK yang ada di Ende. Selain itu, turnamen ini digelar sebagai bentuk hiburan bagi masyarakat.

Dikatakan, dari turnamen yang diselenggarakan ini diharapkan dapat memilih bibit pemain terbaik dari semua sekolah peserta yang ambil baian dalam turnamen. Para pemain terbaik yang diseleksi ini nantinya dapat dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Ende dalam ajang Pekan Olahraga Daratan Flores Lembata (Pordafta) 2013 mendatang.

Bupati Don Wangge juga mengharapkan, dari ajang ini nantinya bisa melahirkan bibit-bibit pemain handal yang tidak saja mampu berkiprah di ajang sepakbola Kabupaten Ende. Namun, para pemain ini juga dibina menjadi atlit berprestasi dan diharapkan bisa bermain di kompetsisi yang lebih tinggi di ajang provinsi bahkan bisa berlaga di ajang nasional.

Soal sarana olahraga yang masih perlu dibenahi, Bupati Don Wangge mengatakan memang masih perlu dibenahi. Pada pelantikan pengurus KONI Kabupaten Ende, Wakil gubernur NTT, Esthon Foeani sudah katakan akan bersama dengan pemerintah kabu[paten Ende bertemu Menpora guna membicarakan bantuan pembangunan sarana prasarana olahraga di kabupaten. Mengingat Ende akan menjadi tuan rumah 2013 maka dia meminta agar mengatur waktu dalam waktu dekat untuk bertemu Menpora guna membicarakan pembangunan dimaksud.

Ketua Panitia Turnamen Sepakbola Bupati Cup, mengatakan, turnamen ini dilaksakan untuk membina bakat dan minat olahraga sepakbola bagi siswa SMA/MA dan SMK di Kabupaten Ende. Selain itu bertujuan menjaring atlit sepakbola, melatih kemampuan mahasiswa Universitas Flores dalam mengorganisir dan sebagai proses pembelajaran juga untuk menghibur masyarakat.

Dikatakan, turnamen ini diikuti sebanyak 14 tim dari 14 SMA/MA dan SMK di mana 13 timnya dari Kota Ende dan satu tim dari Kecamatan Nangapanda.

Turnamen ini katanya, diselenggarakan berkat ekrjasama panitia turnamen dengan Bank NTT, PT PLN Cabang FBB, Amazy Restaurant, Istana Photo dan Telkomsel Ende.