03 Juli 2011

Penasehat Hukum Kasim Djou Minta Majelis Hakim Bebaskan Terdakwa

· Kasim Djou, Walau Dipenjara Namun Puas Karena Ada Hasil dari Beli Pompa Air

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Titus Matias Tibo, penasehat hukum dari terdakwa Mohamad Kasim Djou dalam perkara dugaan korupsi pembelian mesin pompa air di PDAM Ende, meminta kepada Majelis Hakim yang menyidangka perkara ini untuk membebaskan terdakwa dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum(JPU). Menurutnya, Kasim Djou sama sekali tidak melakukan perbuatan melanggar hokum dan tidak menimbulkan kerugian Negara dalam kasus tersebut.

Kepada Flores Pos di Pengadilan Negeri Ende, Rabu (22/6),Titus Tibo mengatakan, permintaan kepada Majelis Hakim untuk membebaskan terdakwa dari tuntutan hukum bukan tanpa alasan. Permintan itu diajukan karena dari fakta-fakta selama persidangan, ada sejumlah fakta yang meyakinkan kliennya tidak melakukan pelanggaran terhadap aturan dan tidak menimbulkan kerugian Negara.

Dikatakan, JPU dalam tuntutannya mengatakan bahwa perbuatan terdakwa melakukan penunjukan langsung pengadaan mesin pompa air menyalahi ketentuan karena tidak sesuai Kepres. Padahal, penunjukan langsung yang dilakukan sudah sesuai di mana kondisi mesin pompa air yang lama sudah berusia 20 tahun dan ada pelanggan yang klaim atas pelayanan PDAM bahkan sampai melakukan aksi demonstrasi. Selain itu, karena pelayanan yang tidak maksimal menyebabkan pelanggan menunggak pembayaran sehingga kondisi tagihan meningkat.

Berdasarkan keadaan itu, kata Tibo kliennya Kasim Djou selaku direktur pada waktu itu mengajukan ijin prinsip untuk melakukan penunjukan langsung pengadaan mesin pompa air karena keadaan mendesak. Karena itu bupati mengijinkan penunjukan langsung dan meminta untuk disesuaikan dengan ketentuan Kepres yang berlaku. Sehingga selanjutnya dibentuk panitia dan dilakukan negosiasi harga. Proses itu sudah dilakukan.

Terkait kerugian Negara, Tibo mengatakan bahwa bukti penetapan kerugian Negara yang digunakan berdasarkan faktur pembelian dari PT Aneka Makmur Jakarta tanpa nama dan jabatan penanggung jawab. Faktur dari PT Grundfos yang menyatakan harga pompa 38.490 USD namun faktur tidak pernah dihadirkan sebagai barang bukti. Padahal jelas ada perbedaan harga baik dari PT Aneka Makmur, PT Grundfors dan penawaran dari PT Saka Parfirma. Harga yang ditawarkan Samuel Matutina juga tidak melebihi harga agen. Karena itu, dalam kasus ini Majelis Hakim harus menetapkan harga dasar apakah mengikuti harga dari PT Saka Parfirma, PT Grundfors atau PT Aneka Makmur Jakarta ataukah sesuai bukti transfer dari Samuel Matutina.

Dikatakan, informasi harga dari PT Saka Parfirma Denpasar sebesar Rp713,805 juta. Harga kontrak hasil negosiasi sebesar Rp616,663 juta adalah lebih rendah dari sumber informasi harga dimaksud dan jelas memberikan keuntungan bagi daerah.

Menurutnya dalam kasus ini terpenting adalah spek barang yang dibeli sesuai dengan spek yang ditentukan dan yang dibeli sudah sesuai spek yang ditetapkan. Hal itu sudah termuat dalam berita acara bahwa barang yang didatangkan sesuai dengan spek yang ditetapkan.

Karena itu, kata Tibo dalam perkara ini dia berkeyakinan kliennya tidak melakukan pelanggaran aturan dan menyebabkan terjadinya kerugian Negara. Karena itu dia berkeyakinan Majelis Hakim akan membebaskan kliennya dari tuntutan JPU.

Mohamad Kasim Djou mengatakan, dia sama sekali tidak menikmati uang dari pengadaan mesn pompa air tersebut namun akhirnya harus mempertanggungjawabkannya di depan hukum. Menurutnya perbuatan hukum adanya transaksi jual beli mesin pompa air merupakan tanggungjawab para pihak yang bertransaksi. Pajak yang tidak diperhitungkan sebenarnya diluar tanggungjawab PDAM.

Dikatakan, dalam proses pengadaan mesin pompa air itu, tidak ada niat sedikitpun untuk mencari keuntungan. Bahkan pengadaan itu didorong tanggungjawab jabatan untuk kepentingan masyarakat. Namun, kata Kasim Djou sekiranya akibat kekurangan dan kelemahan yang pada akhirnya harus mengantarkannya ke Lembaga Pemasyarakatan sepenuhnya diserahkan kepada Majelis Hakim yang memutuskan.

Sebaliknya, demi keadilan dan diputuskan bersalah namun tetap bangga dan berbahagia serta berbesar hati karena upaya mensejahterakan masyarakat Kota Ende dengan menghadirkan mesin pompa distribus air yang representative yang telah dipasang dan dinikmati oleh masyarakat Kota Ende. Mesin itu juga telah membantu meningkatkan pendapatan asli daerah pada umumnya dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pegawai PDAM khususnya. “Walaupun nantinya saya harus dipenjara tapi saya puas karena usaha da kan sebamafaktur pembelian oleh Samuel aMatikmutina. Mesr kerja keras saya berhasil. Pengadaan mesin pompa air sudah dinikmati masyarakat,” kata Kasim Djou didampingi istri dan kerabat keluarganya.

Sidang kasus ini pada Rabu (22/6) dengan agenda tanggapan jaksa atas pembelaan dari penasihat hukum terdakwa. Sidang kasus ini akan kembali digelar pada Jumad.

Kober Air Mata Ibu Lepas 17 Anak Didik

· Minta Anak Tingkatkan Pengetahua yang Sudah Diperoleh

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Lembaga Pendidika Anak Usia Dini (PAUD) Sekolah Alam KelompokBermain Air Mata Ibu (Kober AMI) melepas 17 anak didiknya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar dalam acara wisuda. Anak didik yang dilepas ini diharapkan terus meningkatkan pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh selama di Kober AMI.

Kepala Kober AMI, St. Halimah AS pada acara wisuda di Lapangan Pancasila Ende, Rabu (22/6) mengatakan, Kober AMI telah bersama anak-anak yang diwisuda dan ada yang masuk sejak usia dua tahun sehingga sudah empat tahun belajar di Kober AMI. Kepada anak-anak yang dilepas dalam acara wisuda ini, dia meminta untuk melanjutkan dan meningkatkan apa yang sudah diterima selama di Kober AMI saat memasuki sekolah dasar.

Halimah mengatakan, PAUD merupakan pendidikan awal dan peletak dasar pendidikan bagi anak. Pendidikan bagi anak usia dini menurutnya sangat penting. Pendidikan anak usia dini merupakan saat-saat emas dan tidak akan terulang dikemudian hari.

Karena itu, lanjutnya sagat diharapkan perhatian dari pemerintah tidak saja untuk PAUD Sekolah Alam Kober AMI tetapi juga untuk seluruh PAUD yang ada di Kabupaten Ende.

Sabila, siswi Kober AMI mewakili teman-temannya mengatakan, mereka telah dididik dan diletakan dasar untuk melangkah ke tahap pendidikan berikutnya. System pendidikan di Kober AMI, kata Sabila telah mampu membentuk mereka menjadi manusia terdidik yang mmpunyai cirri-ciri yang melekat dalam diri.

Selama di Kober AMI, lanjut Sabila, dia dan teman-temannya telah dibimbing dalam suasana keilmuan dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Mereka telah diberikan ruang untuk berkreasi dalam rasa aman. Karena itu mewakili teman-temannya, dia menyampaikan terima kasih kepada Kober AMI dan para pembimbing yang telah setia mendampingi mereka selama di Kober AMI.

Bupati Ende, Don Bosco M Wangge yang didaulat memindahkan kucir para siswa Kober AMI dalam sambutannya mengatakan, berbicara soal pendidikan gampang-gampang susah. Banyak orang yang bias bicara pendidikan namun tidak semua orang yang mau berkorban untuk kemajuan pendidika.

Dikatakan, dari penyampaian kepala Kober AMI bahwa ada yang sejak usia dua tahun sudah masuk menunjukan betapa beratnya para pembimbing dalam membimbing, mendampingi dan mengawasi anak-anak. Itu merupakan wujud pengorbanan tapa pamrih yang luar biasa.

Sebagai bupati yang mantan kepala dinas Pendidikan, lanjutnya, PAUD yang didalamnya ada Kober, TK masih dilihat dengan sebelah mata. Masih banyak Kober di pelosok-pelosok yang terlupakan dan kurang diperhatikan. Banyak TK yang dibangun secara swadya namun terabaikan. Padahal, merupakan pellet dasar pendidikan anak.

Dia berharap semua pihak dapat memberikan dukungan baik moril maupun materil kepada Kober, TK dan PAUD mengingat 90 persen pendamping dan tenaga pendidiknya bekerja tanpa pamrih. Mereka tulus mengabdi membentuk manusia yang berakhlak. Kepada orangtua dia berharap agar terus membimbing dan mendampingi anak-anak sehingga mereka dapat melanjutkan sampai ke jenjang yang lebih tinggi.

Dikatakan, dirinya sedih ketika melihat anak-anak putus sekolah. Padahal di SD dan SMP ada dana BOS yang dapat membantu anak-anak kurang mampu. Dia mempertayakan apakah itu karena salah mengurus dana BOS. Komite sekolah, lanjutnya harus berperan dalam mendidik anak-anak dan butuh keterlibatan semua pihak.

Pemerintah, kata Don Wangge menyampaikan terima kasih kepada Kober AMI baik pengelola dan pendidiknya yang telah berkorban mendidik anak-anak dan menyiapkan mereka untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

Pada kegiatan wisuda Kober AMI ini hadir pula Wakil Bupati Ende, Haji Achmad Mochdar, Camat Ende Selatan Ismail Petorsila dan para lurah, orangtua siswa. Anak-anak Kober AMI menampilkan sejumlah atraksi taria dan nyanyian menghibur undangan yang hadir. Mereka mampu membacakan puisi dan doa.

Dukung Indonesia Swasembada Daging 2014, BPS Data Ternak Sapi dan Kerbau

· * Populasi Sapi Tahun 2009 Mencapai 11.500 Ekor

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ende sejak 2-30 Juni melakukan pendataan atau sensus ternak khusus untuk populasi ternak sapi potong, sapi perah dan populasi kerbau di wilayah Kabupaten Ende. Sensus tersebut dilakukan guna mendukung program Pemerintah Indonesia menyongosong swasembada daging pada tahun 2014.

Hal itu dikatakan Kepala BPS Ende, Agustinus Liat Pehan di ruang kerjanya, Selasa (21/6). Dia mengatakan, pendataan atau sensus populasi ternak sapi perah, sapi potong dan kerbau ini merupakan program Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Untuk menjalankan program sensus ternak ini, dirjen meminta bantuan BPS untuk melakukan pencatatan.

Liat Pehan mengatakan, tujuan dari pelaksanaa sensus ternak sapi dan kerbau tersebut adalah untuk mengetahui populasi ternak sapi potong, sapi perah dan kerbau di Kabupaten Ende situasi per 1 Juni 2011. Langkah ini juga dilakukan guna melihat kesiapan semua wilayah di Indonesia dalam rangka menyongsong swasembada daging tahun 2014.

Sensus tersebut, kata Liat Pehan dilakukan pada petani peternak sapi dan kerbau dan semua warga yang memelihara ternak sapi dan kerbau. Semua mereka didatangi oleh petugas sensus untuk dicatat populasi ternak yang mereka miliki. Untuk Kabupaten Ende, dengan melihat populasi sebaran ternak sapi dan kerbau yang dikeluarkan Dinas Pertania dan Peternakan, menunjukan bahwa sebaran terbanyak terdapat di wilayah utara Ende. Karena itu petugas sensus sebanyak 235 orang ini disebar di seluruh desa dan kelurahan yang ada untuk melakukan pendataan populasi ternak di wilayah dimaksud. Walau di wilayah selatan Ende populasinya relative kecil namun dalam pendataan ini semuanya tetap didata.

Dari hasil sensus yang dilakukan petugas, katanya, akan dientri di tingkat kabupaten. Hasil entri data itu diteruskan ke provinsi untuk selanjutnya dilaporkan ke pusat. Data-data yang disensus oleh petugas lapangan tersebut, selain disampaikan ke BPS kabupaten, setiap harinya juga dilaporkan langsung ke pusat melalui SMS. Langkah itu dilakukan agar dapat diketahui perkembangan jumlah populasi setiap harinya. “Data-data hasil sensus ini nantinya akan diumumkan oleh Menteri Pertanian pada bulan Juli mendatang,” kata Liat Pehan.

Dikatakan, berdasarkan data populasi ternak sapi dan kerbau yang dikeluarkan Dinas Pertanian dan Peternakan Ende, populasi ternak sapi pada tahun 2009 sebanyak 11.500 ekor dan ternak kerbau sebanyak 1.800 ekor. Populasi ini terbanyak tersebar di wilayah Kecamatan Wewaria, Kota Baru, Maukaro, Wolowaru dan Maurole. Sedangkan kecamatan lainnya ada namun jumlahnya tidak sebanyak di sejumlah kecamatan tersebut.

Dari data tahun 2009 ini tentunya sudah terdapat penambahan yang signifikan pada tahun 2010. tahun sedangkan untuk tahun 2011, kata Liat Pehan hasilnya baru dapat diketahui setelah data-data hasil sensus diterima dan dilakukan entri data di BPS. Kemungkinan akhir Juli data populasi ternak sapi dan kerbau di Kabupaten Ende sudah dapat dipublikasikan.

Tingkat Kelulusan SD Tahun 2011 Capai 99,87 Persen

· Utamakan Kualitas Bukan Kuantitas

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Persentase tingkat kelulusan siswa sekolah dasar (SD/MI) dan SDLB di Kabupaten Ende tahun ajaran 2010-2011 mencapai 99,87 persen. Dari jumlah siswa peserta ujian akhir sekolah bertaraf nasional (UAS BN) sebanyak 5.435 orang, yang lulus mencapai 5.428 dan hanya tujuh orang saja yang tidak lulus. Persentase secarakecamatan rata-rata 100 persen dan hanya Kecamatan Detusoko dan Ende yang tidak mencapai persentanse 100 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Yeremias Bore mengatakan, prestasi yang dicapai untuk tingkat sekolah dasar ini memang tidak berbeda jauh dengan capaian pada tahun sebelumnya. Dikatakan, tahun 2011 ini semula terdapat sebanyak 5.500 siswa yang masuk dalam daftar sementara peserta ujian sekolah. Setelah dilakukan penyesuaian data, terdapat sebanyak 46 siswa yang sudah drop out (DO) sehingga tersisa 5.454 siswa. Sedangkan untuk jumlah peserta UAS BN yang tercatat semula sebanyak 5.453 namun ada 18 orang yang DO sehingga tersisa 5.435 siswa yang mengikuti UAS BN.

Dari jumlah 5.435 siswa peserta UAS BN ini, tujuh orang siswa tidak lulus sehingga yang lulus sebanyak 5.420 atau 99,87 persen. Dari prestasi yang dicapai ini, sejauh ini belum dapat diketahui pada peringkat keberapa posisi Kabupaten Ende untuk tingkat provinsi. Hal itu karena masih ada dua kabupaten yang belum memasukan data kelulusan sehingga peringkat belum dapat diketahui.

Dikatakan, tahun ini di Kabupaten Ende terdapat 320 sekolah peserta UAS BN. Namun dari jumlah ini ada 22sekolah yang menjadi penyelengggara.

Sekretaris Komisi C DPRD Ende, Philipus Kami ditemui di gedung DPRD Ende mengatakan, prestasi yang dicapai dalam kaitan dengan ujian nasional tahun ini baik dari tingkat SD/MI/SDLB, SMP/MTs dan SMA/MA dan SMK memang sangat meningkat tajam dibanding persentase kelulusan tahun sebelumnya. Namun demikian, kata Kami, hendaknya prestasi pendidikan tidak saja dilihat dari tingginya persentase kelulusan. Namun prestasi pendidikan juga harus lebih dilihat dari kualitas atau mutu kelulusan itu sendiri. “Artinya kita perlu rubah pola pikir soal orientasi kuantitas dan orientasi kualitas kelulusan itu sendiri,” kata Kami.

Dengan demikian, proses pelaksanaan ujian hingga pencapaian prestasi tingginya persentase kelulusan ini juga harus menjadi perhatian. Tiggginya persentase kelulusan diharapkan benar-benar dicapai melalui proses yang jujur. Dia juga berharap agar upaya sekolah dalam mengejar tingginya angka kelulusan juga harus diikuti penerapan kurikulum yang tepat dan guru-guru yang mengajar sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing. Diharapkan pula untuk terus menjalin kerjasama antara guru bidang studi terkait di semua sekolah yang ada.

Kemajuan dunia pendidikan, kata dia butuh keterlibatan semua komponen yang ada di daerah. Keterlibatan dan kepedulian seluruh elemen ini, lanjutnya sejauh ini belum begitu nampak. Karena itu dia berharap, seluruh elemen perlu mendorong dan mendukung pendidikan yang berkualitas di daerah ini.

Menurutnya, kebangkitan dunia pendidikan di Kabupaten Ende harus terus dicanangkan. Tingginya persentase kelulusan ini harus tetap dipertahankan dan kualitas kelulusan harus terus dikejar. “Lebih baik dari 100, lulus 50 dengan kualitas yang bagus daripada 100 persen lulus dengan tidak melihat kualitas. Kelulusan yang berkualitas dan bermoral itu yang harus kita kejar,” katanya.

YASPEM Gelar Dialog Malaria dengan DPRD Ende

· Dalam Sehari 3000 Manusia Meninggal Akibat Malaria

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Yayasan Sosial Pembangunan Masyarakat (YASPEM) yang berkedudukan di Maumere Kabupaten Sikka menggelar dialog terkait penanganan penanggulangan malaria dengan DPRD Ende. Malaria sebagai penyakit berbasis lingkungan yang ditularkan oleh nyamuk anopheles membutuhkan penanganan dan penangulangan serius. Hal itu mengingat malaria dapat menimbulkan penyakit ikutan lainnya yang akhirnya berdapkan pada penurunan tingkat pendapatan masyarakat.

Dialog yang dibuka Ketua DPRD Ende, Marselinus YW Petu itu lalu dilanjutkan oleh Ketua Komisi B DPRD Ende, Heribertus Gani. Hadir dalam dialog ini Direktur YASPEM Maumere, Maria Mediatrix Mali da staf, utusan dari Dinas Kesehatan Ende. Anggota Dewan yang hadir diantaranya Hj Selviah Indradewa, Philipus Kami, Haji Pua Saleh, Efraim B Ngaga, Abdul Kadir Hasan, Eugenia Goreti Lado Lay, Yulius Cesar Nonga, Sudrasma Arifin Nuh.

Maria Mediatrix Mali di hadapan Komisi B danC DPRD Ende di ruang rapat Gabungan Komisi, Senin(20/6) mengatakan, penyakit malaria merupakan penyakit yang disebabkan parasit yang merupakan golongan plasmodium dan ditularkan melalui nyamuk anopheles betina. Parasit jenis ini banyak tersebar di wilayah tropis seperti Amerika, Asia dan Afrika.

Nyamuk jenis ini, kata Trix Mali bertelur dan berkembang baik di genangan-genangan air sehingga malaria sering menyerang masyarakat yang tinggal dekat persawahan, sekitar lokasi lagun, kolam atau got yang airnya tergenang. Terdapat empat tipe plasmodium parasit yang dapat menginfeksi manusia. Namun yang sering ditemukan dalam kasus penyakit malaria adalah plasmodium falciparum dan plasmodium vivax. Tipe lainnya adalah plasmodium ovale dan plasmodium malariae.

Dikatakan, kiat mencegah malaria yakni dengan mengotrol secara rutin vector atau nyamuk dan berupa untuk menghindari gigitan. Upaya menghindari gigitan dapat dilakukan dengan sejumlah cara diantaranya, tidur menggunakan kelambu, menggunakan obat anti nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk di pekarangan atau di sekiling rumah seperti tanaman lavender, sereh, kemangi, kemangi hutan dan zodiac. Langkah lainnya yakni memasang kawat kasa di jendela dan lubang ventilasi udara. Cara lainnya adalah dengan membangun kandang ternak jauh dari rumah, memakai baju lengan panjang berwarna terang saat keluar rumah di malam hari, membersihkan lingkungan terutama mengalirkan atau menimbun genangan air. Serta menebar ikan pemakan jentik di kolam permanen seperti ikan kepala emas.

Selain langkah tersebut, kata Trix, dapat pula dilakukan dengan 3M yakni mengurs bak air, bak WC, menutup tempat penampung air di rumah tangga dan mengubur, menyingkirkan atau memusnahkan barang dula dekas yang dapat menampung air. Di tempat penampungan air seperti, bak mandi diberikan pestisida yang membunuh larva nyamuk seperti abate. “Ini bias mencegah perkembangbiakan nyamuk selama beberapa minggu. Tapi pemberian abate harus diulang setiap beberapa minggu,” kata Trix Mali.

Malaria, lanjutnya, dapat menyebabkan penderita mengalami anemia. Pada ibu hamil, malaria dapat menyebakan bayi lahir mati atau bayi lahir dengan berat badan rendah bahkan menyebabkan ibu meninggal. Pada usia anak-anak, serangan malaria dapat menimbulkan gejala aneh misalnya menunjuka gerakan atau postur tubuh yang abnormal sebagai akibat tekanan rogngga otak bahkan leih serius lagi dapat menyebabkan kerusakan otak dan juga berdampak pada kematian. Dalam sehari, katanya terdapat 3000 manusia di seluruh dunia yang meninggal akibat menderita malaria.

YASPEM, kata Trix Mali selama ini telah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sikka secara komprehensif sejak tahun 1997 hingga 2009. Kerjasama yang dilakukan meliputi pemeriksaan darah missal diikuti pengobatan bagi warga yang positif mengidap malaria. Selain itu melakukan pemberantasan jentik nyamuk melalui penyemprotan BTI di genagan air besar dan pelepasan ikan kepala timah di beberapa kolam permanen. Juga program kelambunisasi dengan pembagian kelambu anti nyamuk di daerah dengan angka tinggi. Serta melakukan sosialisasi secara terus-menerus dpublikasi di media massa.

Ende, kata dia juga merupakan daerah endemic malaria terutama di sejumlah wilayah di Lio Utara yang memiliki banyak lagun (tempat pertemuan air tawar dan air laut yang tergenang). Penanganan penanggulangan malaria perlu melibatkan semua unsure dan saat ini dilakukan upaya menggiatkan program RT bebas jentik nyamuk dan DBD melalui program Dasa Wisma. Pemerintah juga didorong untuk membuat peraturan daerah tentang malaria. Perda malaria yang dibuat pemerintah provinsi nampaknya terlalu berat saksi yang ditetapkan dimana denda Rp250 juta dan kurungan enam bulan bagi warga yang di rumahnya terdapat jentik nyamuk.

Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan pada Dinas Kesehatan Ende, M Dorkas Banda mengatakan, upaya pemberantasan sudah dilakukan oleh dinas melalui pengobatan missal. Namun, kata dia mengingat keterbatasan dana maka hanya difokuskan pada tempat tertentu saja serta melakukan screening pada ibu hamil.

Dikatakan, Kabupaten Ende masih tinggi malaria dan diantara 1000 penduduk terdapat 286 penderita malaria. Hanya saja dalam penanganan dana yang dialokasikan untuk penanganan malaria hanya sebesar Rp14 juta. Bidang PML sendiri yang menangani 23 penyakit berbasis lingkungan hanya dialokasikan Rp85 juta setahun.

Heribertus Gani yang memimpin dialog tersebut mengatakan, sesuai penjelasan, penanganan malaria sangat penting dilakukan dan yang terpenting adalah membangun kesadaran masyarakat melalui program RT bebas jentik nyamuk dan DBD. Terkait terbatasnya dana, dia berharap dapat dipikirkan ke depan meningat Dinas Kesehatan merupakan dinas dengan alokasi cukup besar hanya belum dapat mendukung program sehingga intervensi dana untuk malaria masih terlampau kecil.

Dia berharap YASPEM dapat membangun kerjasama sinergis dengan Dinas Kesehatan da unit-unit teknis di Puskesmas agar tidak terjadi duplikasi pelayanan. Dari presentasi yang dibuat tentunya diarapkan ada output yang bisa membantu mengoptimalkan pelayanan program penanggulangan malaria secara terpadu.

Terkait perda malaria, kata Gani, jika berkembang dan bersifat delegatif atau ada peraturan yang lebih tinggi tingkatannya maka lembaga Dewan akan mendalaminya terlebih dahulu. Jika nantinya dipandang perlu maka dapat disikapi sebagai langkah konkrit pemerintah dan lembaga Dewan dalam menyikapi malaria dan DBD yang menjadi masalah menahun tersebut.