18 Februari 2015

Kekuatan Networking

Kekuatan Networking Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“No bird soars too high if he soars with his own wings. – Tidak ada burung terbang terlalu tinggi bila ia terbang dengan sayap-sayapnya sendiri.” ~ William Blake

Kurang lebih William Blake mengungkapkan bahwa setiap mahkluk di dunia ini memerlukan satu sama lain untuk dapat berprestasi dan hidup bahagia. Meskipun kita berada di era modern, dimana segala sesuatu dapat dikendalikan dengan tehnologi mutakhir, tetapi kesuksesan berprestasi dan kebahagiaan kita masih sangat bergantung terhadap keberhasilan menciptakan networking.

Dalam dunia usaha lazim dikatakan kita tidak bekerja jika tidak membangun networking atau hubungan sosial. Dengan kata lain menjalin hubungan sosial dengan siapa pun menjadi bagian penting dalam segala aktivitas kehidupan, entah pada saat kita di tempat kerja, di rumah, lingkungan rumah, tempat umum dan perbelanjaan dan lain sebagainya. Apa sebenarnya arti networking sehingga berdampak sangat besar terhadap kehidupan kita?

Networking adalah membangun hubungan dengan orang lain atau organisasi yang berpengaruh terhadap kesuksesan pofesional maupun personal. Karena networking lebih dari sekadar berkenalan, melainkan berbagi potensi dan informasi, mendapatkan integr
... baca selengkapnya di Kekuatan Networking Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

15 Februari 2015

Say No To Drugs

Say No To Drugs Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di tahun 2013 ini, ternyata masih ada saja, pengedar nark*ba, pecandu nark*ba, dan sebagainya. Sebenarnya apa sih yang dipikirkan oleh pelaku tersebut, apa mereka tidak takut dosa? bahkan apa mereka tidak takut TUHAN? waduh, gawat nih bila mereka tidak takut TUHAN, itu namanya tidak menghargai TUHAN. itulah yang dilakukan oleh fahrel syahputra, sampai akhirnya dia masuk jeruji besi alias penjara, dan di situlah fahrel syahputra tobat.

Sebenarnya sih asal muasal fahrel menjadi pecandu, akibat kelalaian orangtua dan kurang mendapat perhatian dari orangtua. Orangtua fahrel sangat sibuk dengan masalah bisnisnya masing-masing, akibatnya, ya begitulah fahrel kesal dengan orangtuanya dan akhirnya dia memutuskan untuk memakai obat-obatan alias nark*ba. Awalnya sih fahrel dan teman-temannya hanya coba-coba saja, setelah beberapa kali memakai nark*ba, akhirnya mereka bergantung pada barang haram tersebut.

Mau tau kelanjutan ceritanya, yuk.. disimak…

“fahrel… fahrel…” panggil mama dari luar rumah.
“iya.. ma” sahut farel menuju luar rumah denga
... baca selengkapnya di Say No To Drugs Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

12 Februari 2015

Gulali Chaca

Gulali Chaca Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Eh… lihat!” terdengar di kanan telinga Chaca.
“Apa…,” sahut Chaca menoleh yang di tunjuk Sinta.
“Nyam… Gulali!” ucap Chaca dan Sinta serentak dan berlari ke arah yang ditunjuk Sinta.

Wow… banyak banget yang membeli gulali, dari anak kelas satu sampai kelas enam. Rasanya yang sweet, warna yang top dan berbentuk sesuka hati para siswa. Wah, ada yang berbentuk raket, kupu-kupu, bunga, gajah dan masih banyak lagi. Kalau Chaca memesan bentuk buku, karenanya ia kutu buku. Chaca suka banget sama buku novel, cerpen, puisi, pelajaran dan majalah islam.

Hmm… selain banyak buku, Chaca juga suka mengoleksi gantungan kunci. Ia punya gantungan kunci dari berbagai kota maupun luar negeri. Hebat… Chaca selalu mendapat peringkat satu, tak pernah mengalamai nilai turun. Sinta, teman sebangkunya. Ia juga bisa di sebut sahabat tapi kadang Sinta suka jahil sama Chaca.

Kadang mereka bertengkar gara-gara ulah Sinta, pertemanan mereka putus nyambung-putus nyambung. Hihihi… lucu, udah gede masih aja berantem. Siang itu, terlihat Chaca yang sedang malas mendengar Pak Guru berceramah. Fuff… bad day! Teng… Teng, terdengar buyi bel tanda pulang sekolah.

“Yes… eating gulali!” katanya semangat.

Oh… penjual gulali tidak ada, tadi pagi Chaca dan Sinta baru saja membel
... baca selengkapnya di Gulali Chaca Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

11 Februari 2015

Filosofi Memanah

Filosofi Memanah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Alkisah, di suatu senja yang kelabu, tampak sang raja beserta rombongannya dalam perjalanan pulang ke kerajaan dari berburu di hutan. Hari itu adalah hari tersial yang sangat menjengkelkan hati karena tidak ada satu buruan pun yang berhasil dibawa pulang. Seolah-olah anak panah dan busur tidak bisa dikendalikan dengan baik seperti biasanya.

Setibanya di pinggir hutan, raja memutuskan beristirahat sejenak di rumah sederhana milik seorang pemburu yang terkenal karena kehebatannya memanah. Dengan tergopoh-gopoh, si pemburu menyambut kedatangan raja beserta rombongannya.

Setelah berbasa-basi, tiba-tiba si pemburu berkata, "Maaf baginda, sepertinya baginda sedang jengkel dan tidak bahagia. Apakah hasil buruan hari ini tidak memuaskan baginda?"

Bukannya menjawab pertanyaan, sang raja malah beranjak menghampiri sebuah busur tanpa tali yang tergeletak di sudut ruangan. "Pemburu, kenapa busurmu tidak terpasang talinya? Apakah engkau sudah tidak akan memanah lagi?" tanya sang raja dengan nada heran dan terk
... baca selengkapnya di Filosofi Memanah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

10 Februari 2015

No Magic, Only Basic

No Magic, Only Basic Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Tidak Ada Jalan Pintas Kemanapun Juga yang Pantas Dilalui. Tidak Ada Keajaiban, Kecuali Menjalankan Hal yang Mendasar.” ~ Andrew Ho

Era globalisasi ditandai dengan mobilitas yang sangat tinggi. Pola hidup masyarakat ikut terbawa arus harus serba cepat, contoh makanan cepat saji yang kian digemari dan populer. Kini juga marak bisnis pelayanan serba ada, di mana konsumen tak perlu ke lain tempat untuk mendapatkan berbagai jenis barang atau jasa. Pola demikian dianggap selain menghemat waktu dan tenaga, tetapi yang terpenting juga lebih efisien.

Tetapi pola serba cepat dan instan tersebut tak berlaku dalam membangun kesuksesan yang berjangka panjang. Kita patut menyangsikan promosi yang menjanjikan keuntungan berkali-kali lipat dalam hitungan hari. Karena kita harus mampu dan melaksanakan hal-hal yang mendasar dengan baik terlebih dulu, sebelum dapat menciptakan kesuksesan secara bertahap dalam kecepatan cukup tinggi. Berikut ini merupakan hal-hal mendasar yang mesti kita kuasai dan terapkan dari hari ke hari.

Mengenali diri sendiri merupakan langkah mendasar untuk meraih ke
... baca selengkapnya di No Magic, Only Basic Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

07 Februari 2015

Kebahagiaan Kita Semua

Kebahagiaan Kita Semua Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di saat bulan puasa ini, Karin, Suci, Andin, Bobby, dan Dika berkumpul di bawah pohon beringin di taman perumahan mereka..
“Bosan sekali di rumah..” Keluh Bobby. “Aku merasa lemas saat ada iklan produk makanan di TV.. Huh..” Ujar Dika. “Janganlah mengeluh Bob, Dik. Kalian harus iklhas menjalankan puasa ini.” Nasehat Karin pada Bobby dan Dika. Suci dan Andin pun mengiyakan apa yang dikatakan Karin tadi. “Kira-kira, kegiatan apa yang menyenangkan di bulan puasa ini ya? Jangan bilang kegiatan bermain yang menguras tenaga itu ya!” Tanya Andin pada teman-temannya tersebut.
Mereka semua merenung..
“Nah.. Bagaimana jika kita masak untuk buka puasa bareng?” Usul Suci. “Mmm… Lebih tepatnya lagi, kita memasak makanan untuk para pengemis di jalan!” Ujar Dika membenarkan. “Tumben kamu pintar Dik! Sejak kapan?” Canda Bobby pada Dika. “Sejak aku lahir Bob! Ah, sudahlah..” Ucap Dika dengan sabar.
“Betul juga yang dikatakan Dika, besok sore kalian datang ke rumahku ya untuk memasaknya!” Ujar Karin senang.
“Siap Boss…” Jawab mereka serempak pada Karin.

Keesokkan harinya…

Andin, Suci, Bobby, dan Dika pun sudah be
... baca selengkapnya di Kebahagiaan Kita Semua Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

31 Januari 2015

Prasangka

Prasangka Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dikisahkan, seorang janda miskin hidup berdua dengan putri kecilnya yang masih berusia sembilan tahun. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar demi kelangsungan hidup mereka. Hidup penuh kekurangan membuat si kecil tidak pernah bermanja-manja kepada ibunya seperti anak-anak kecil lainnya.

Suatu hari di musim dingin, saat selesai membuat kue, si ibu tersadar melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia pun keluar rumah untuk membeli keranjang baru dan berpesan kepada putrinya agar menunggu saja di rumah. Pulang dari membeli keranjang, si ibu menemukan pintu rumah tidak terkunci dan putrinya tidak ada di rumah. Spontan amarahnya memuncak. Putri betul-betul tidak tahu diri! Cuaca dingin seperti ini, disuruh diam di rumah sebentar saja malahan pergi bermain dengan teman-temannya!

Setelah selesai menyusun kue di keranjang, si ibu segera pergi untuk menjajakan kuenya. Dinginnya salju yang memenuhi jalanan tidak menyurutkan tekadnya demi kehidupan mereka. Dan sebagai hukuman untuk si putri, pintu rumah di kuncinya dari luar. “Kali ini Putri harus diberi pelajaran karena telah melanggar pesan,” ge
... baca selengkapnya di Prasangka Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

28 Januari 2015

Wiro Sableng #23 : Cincin Warisan Setan

Wiro Sableng #23 : Cincin Warisan Setan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Hujan turun menggila malam itu. Bunyi derunya menegakkan bulu roma. Apalagi angin bertiup kencang, memukul daun pepohonan, menambah seramnya pendengaran. Sesekali kilat menyambar seperti hendak membelah bumi di malam gelap gulita itu. Kemudian menggelegar suara guntur. Bumi bergoncang seperti mau amblas, langit seolah-olah hendak runtuh!Nyanyian itu dinyanyikan berulang kali oleh Ratu Mesum. Dan WiroBanyu Abang banyu yang sejukAir terjun Banyu Abang terletak di gunung berapi yang telah mati.

"Hujan keparat!" maki pemuda berpakaian putih yang lari di bawah

hujan lebat itu. Sekujur tubuh dan pakaiannya basah kuyup. Karenanya

dia tak merasa perlu lagi mencari tempat untuk berteduh. Lagi pula di

mana akan ditemukan tempat berlindung di dalam rimba belantara lebat

itu. Daun-daun pepohonan besar tidak kuasa membendung curahan air

hujan. Kilat menyambar, membuat orang ini terkejut. Sesaat wajahnya

tampak jelas dalam terangnya sambaran kilat. Kembali dia menyumpah

dalam hati. Baru saja menyumpah geledek kembali menggelegar.

"Benar-benar gila!" makinya kembali.



Mendadak orang ini hentikan larinya. Lapat-lapat, di kejauhan sepasang... baca selengkapnya di Wiro Sableng #23 : Cincin Warisan Setan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sebutir Pasir

Sebutir Pasir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Aku adalah sebutir pasir yang menetap di sebuah pantai yang sepi tak berpenghuni, tiada satu pun orang yang datang untuk bermain, memancing di tepian laut atau bersenda gurau dengan ombak yang bergulung–gulung tanpa henti dan belas kasih menerpa, menyeret teman teman serta sanak familiku yang sedang bermain di tepiannya, yang kemudian dihempaskannya mereka ke dasar biru.

Tenggelam. Tak mudah kembali ketepian untuk melaksanakan kewajiban, tugas tugas apalagi untuk mengambil hak hak mereka yang telah hilang bersama mereka. Terseret. Masuk kedalam dunia penuh keindahan dalam kerajaan laut yang abadi sampai lautan itu berubah menjadi api.

Kalian semua dapat mencari aku dengan mudah karena aku adalah sebutir pasir yang berwarna abu abu yang ada diantara pasir putih yang menghampar luas di pinggiran laut yang biru. Tetapi kadang kau bisa jumpai aku di antara pasir hitam.

Sibakkanlah pasir itu maka kau akan menemukanku sedang bercumbu mesra diantara kerang kerang yang terbenam dalam gundukan pasir hitam. Kelam. Seakan melukiskan warna dalam jiwaku, walaupun aku hanya sebutir pasir.

Gemerisik tubuh kami yang saling bersinggungan karena sang angin yang berhembus pelan menyisir pantai. Membelai kematian. Berpuluh, beratus, beribu, berpuluh ribu, beratus ribu, berjuta, bermilyar, bertriliun dan tak terhitung lagi berapa butir pasir hitam itu yang terhempas, terbawa an
... baca selengkapnya di Sebutir Pasir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

19 Januari 2015

Warna-Warni Hujan

Warna-Warni Hujan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jika merah adalah cinta dan kuning adalah persahabatan, maka Jingga adalah kebahagiaan.

Kudengar di luar hujan turun begitu deras seolah menggambarkan kecemasannya akan takdirku. Seolah ikut merasakan segala kegalauan dan kesedihan yang tengah kurasakan. Seolah ingin berkata, “Jingga, tak usah kau lara begitu, lihatlah pelangi yang akan datang setelah aku pergi.” Ah sudahlah, selalu saja begitu pikiranku. Terlalu banyak berfantasi. Entah kenapa, setelah kejadian tragis itu, aku semakin sering berfantasi, berimajinasi atau lebih parah berhalusinasi. Terlebih ketika hujan deras mengguyur seisi kota. Ya, memang benar sepertinya hujan berperan penting dalam membangkitkan kenangan dan hujan menciptakan lagu indah bagi orang tertentu yang memiliki daya fantasi tinggi. Mungkin aku termasuk salah satu orang itu. Atau, mungkin saja aku hampir tak waras. Entahlah. Aku sendiri takut jika aku menjadi gila. Gila karena emosi yang meletup-letup. Gila karena depresi tak terkendali. Ah, lupakan!

Kau ingat
... baca selengkapnya di Warna-Warni Hujan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

18 Januari 2015

Isi Liburan Sekolah Jadi Penggali Pasir

Oleh Hieroimus Bokilia
Matahari mulai bergerak. Sedikit lagi matahari akan berada tepat di atas kepala. Bunyi gemerisik sekop saat beradu dengan batu dan kerikil menjadi suara penghibur siang itu. Tiga orang anak manusia sedang serius. Sejurus mereka mengangkat kepala saat klakson sepeda motor saya bunyikan. Setelah tersenyum sejenak ke arahku ketiganya kembali serius menekuni pekerjaan masing-masing. Panas menyengat bukan penghalang. Mereka begitu asyik menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Saya terhenyak seolah-olah disekiling mereka ada kipas angin yang membuat mereka bekerja tanpa henti dan tidak mempedulikan teriknya matahari. Siang itu panas begitu terik padahal penunjuk waktu di handphone saya baru menunjuk pukul 11.30.
Hari itu Sabtu (27/9). Tanpa sengaja saya menyusuri jalanan menuju tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Rate. Sepanjang jalan menuju lokasi TPA sejak berada di ujung kampung, aroma sampah sudah mulai tercium. Sampah berserakan sepanjang jalan. Padahal TPA masih jauh. Tujuan saya waktu itu mau menghadiri kegiatan penyaluran bantuan paket ramadhan dari Yayasan Al Imam. Namun seperti orang tanpa tujuan saya terus menyusuri jalan menuju TPA Rate. Sekembalinya saya dari TPA Rate saya mencoba singgah di tempat mereka menggali pasir.
Hamdan Muhamad (30), Iksan dan Aladin masing-masing berusia sebelas tahun asyik menggaruk dan mengumpulkan pasir. Sejenak Iksan dan Aladin menghentikan kerja sejenak saat saya hampiri. Hamdan mengeluarkan sebatang surya 12 dari kantung plastik putih di dekat tumpukan batu. Dia lalu membakar dengan korek api dan menghirup asap surya 12 dan mengepulkan asapnya. Iksan dengan alat penggaruk di tangan kembali melanjutkan kerjanya. Mengenakan baju merah hitam khas klub bola Italia AC Milan, dia terus menggaruk kerikil dan batu kecil yang ada di pasir. Dia berupaya memisahkannya dari pasir yang baru dikoreknya. Setelah selesai disisir memisahkan kerikil bersama Aladin yang siang itu mengenakan baju tanpa lengan, Iksan mulai menyekop pasir dan memindahkannya perlahan-lahan ke tumpukan pasir yang sudah mulai tampak meninggi dua langkah dari tempat mereka mengorek pasir. Iksan dan Aladin dua siswa SDI Paupanda I Kecamatan Ende Selatan. Mereka dua sekarang duduk di kelas lima. Siang itu mereka tidak sekolah. Iksan bilang sekarang sedang libur lebaran. Untuk isi masa liburan mereka membantu Hamdan abang mereka menggali pasir.
Iksan dan Aladin sibuk kerja. Saat beberapa kali saya jepretkan kamera ke arah mereka, keduanya tidak berpaling. Iksan dengan penggaruk terus memisahkan kerikil. Aladin yang beberapa kali menggoda Iksan karena saya potret tapi dia hanya menyeringai dan terus melanjutkan kerja. Hamdan bilang pasir yang mereka kumpul itu untuk mereka dua. Tidak gabung degan yang dia kumpul. Kalau sudah banyak mereka jual sendiri. Uangnya untuk mereka. Saat saya tanya uangnya mau buat apa. Spontan Aladin bilang uang jual pasir mereka mau pakai untuk beli beras. Jawaban singkat Aladin itu membuat saya sempat termenung. Saat usia saya sebelas tahun 21 tahun silam, tidak pernah terbayang sedikitpun pikiran untuk cari uang bantu orang tua. Hal itu mungkin juga terjadi pada anak-anak Kota Ende lainnya yang sebaya dengan Iksan dan Aladin. Ada yang mengisi waktu libur dengan bermain playstation di rumah atau di rental-rental, ada juga yang bermain sepeda berkeliling Kota Ende. Ada anak seusia mereka juga hanya berpikir bagaimana menghabiskan jatah uang jajan yang diberikan orang tua mereka tiap hari.
Tapi kondisi itu sangat bertolak belakang dengan apa yang dilakukan dua bocah ini. Mereka berdua sudah berpikir bagaimana mencari uang untuk beli beras. Dua sisi kehidupan yang berbeda sekali. Di satu sisi ada anak yang hanya mau menghabiskan uang dari orang tua. Di sisi yang lain ada anak seusia mereka yang banting tulang cari uang apalagi cari uang untuk beli beras. Beberapa kali saya memuji ketegasan sikap keduanya. Iksan dan Aladin hanya tersipu sambil melanjutkan kerja mereka menggaruk dan menyekop pasir.
Hamdan bilang, Iksan dan Aladin keponakanya baru dua hari kerja gali pasir. Kebetulan mereka sedang libur sekolah. Hamdan sebelumnya kerja sebagai buruh proyek bangunan. Bayaran per hari hanya Rp40 ribu. Kerjanya nonstop sampai sore. Hanya isirahat jam 12.00 untuk makan siang. Jam 12.30 atau jam 13.00 sudah harus lanjutkan pekerjaan. Dengan kerja penuh tapi penghasilan tidak seberapa Hamdan akhirnya berhenti dari buruh proyek dan memilih jadi penggali pasir. Tiap pagi dia berangkat dari rumahnya di Rate Kelurahan Tanjung. Kerja gali pasir dilakoni sampai pukul 10.00. tapi kadang sampai jam 12.00 baru dia pulang ke rumah untuk istirahat dan makan. Kerja baru dia lanjutkan sekitar pukul 16.00 atau jam empat sore. Hamdan bilang satu hari dia bisa kumpulkan pasir satu reit dum truk. Dia tidak tahu persis berapa kubik tapi dia kira-kira bisa sampai tiga atau empat meter kubik per hari. Satu reit pasir itu dia jual Rp150 ribu. Selain kumpulkan psir, Hamdan juga kumpul batu. Harga batu juga sama Rp150 ribu tiap reit. ”Tiap hari selalu ada truk yang datang muat. Kadang truk langsung muat biar saya tidak ada. Mereka sudah langganan.”
Dia bilang kalau satu hari ada truk yang muat pasir dan batu dia bisa dapat Rp300 ribu. Tapi kalau hanya muat pasir hanya dapat Rp150 ribu. Tapi dia bilang kerja sebagai penggali pasir malah lebih enak walau harus kuras banyak tenaga. Kerja jadi tukang gali pasir, Hamdan bilang lebih santai. ”Mau kerja, kerja. Mau istirahat, istirahat. Tidak ada yang perintah.” Penghasilan juga malah jauh lebih baik dibanding menjadi buruh proyek. Kalau pasir laku tiap hari, sudah dipastikan uang Rp150 ribu masuk kantung. Belum lagi kalau pasir juga laku sudah pasti tiap hari Rp300 ribu dikumpulkan. Tapi dia bilang kerja gali pasir memang pekerjaan berat dan menguras tenaga namu dia menikmatinya.
Saat itu dua truk beriringan melintas di depan jalan tempat mereka kumpul pasir. Hamdan bilang truk itu mau pergi angkut pasir di langganan mereka yang agak jauh dari situ. Sepanjang jalan itu memang ada beberapa tempat galian pasir. Ada tumpukan pasir dan batu yang dionggok menunggu diangkut truk. Hamdan bilang, kendati banyak tempat galian pasir tapi dia selalu dapat jatah satu reit tiap hari. Penggali asir yang lain dia anggap bukan saingan. Rejeki tiap oang beda-beda. Dia optimis tiap hari pasti ada truk yang datang mengangkut pasir yang dia kumpul. Semula saya pikir lokasi dia menggali pasir itu milik orang. Dia hanya penyewa. Tapi Hamdan bilang lokasi menggali pasir itu miliknya sendiri jadi tidak perlu bayar ke orang lain lagi. Penghasilan dari menggali pasir murni untuknya sendiri.
Saya sempat membuat kalkulasi. Kalau satu hari Hamdan bisa jual satu reit pasir maka kalau satu minggu dia kerja enam hari maka dia sudah bisa kumpul Rp900 ribu. Kalau satu bulan maka dia sudah bisa kumpulkan Rp3,6 juta. Penghasilan yang fantastis menurut saya. Saya lalu bandingkan saat Hamdan jadi buruh proyek. Kalau satu hari kerja dia dapat upah Rp40 ribu, dalam seminggu dia hanya mengumpulkan Rp240 ribu dan sebulan dia baru mengumpulkan Rp960 ribu. Upahnya sebulan di buruh proyek sebanding dengan hasil dia menggali pasir selama satu minggu. Dan hasil itu baru bisa sebanding dengan penghasilan Hamdan sebulan kalau dia bekerja selama empat bulan lagi. Maka pilihan Hamdan banting setir jadi penggali pasir memang bukan keputusan sia-sia tapi sudah membuktikan hasil yang jauh lebih baik.
Saat saya tanya penghasilan dari gali pasir untuk apa, Hamdan hanya bilang untuk penuhi kebutuhan sehari-hari. Biaya anak sekolah belum ada karena anaknya masih kecil. Istrinya Erna hanya ibu rumah tangga. Tapi istrinya tidak bantu dia bekerja. Tiap hari dia sendiri yang kerja sedangkan istrinya di rumah menyiapkan makan siang dan mengurus rumah.
Hamdan bilang, kerja apa saja tidak jadi soal. Terpenting menurut dia adalah kemauan karena dia berprinsip kalau ada kemauan semuanya bisa diatasi. Benar juga apa ang dikatakan Hamdan. Sesulit apapun hidup ini tapi kalau tgar kita hadapi semua kesuitan bisa teratasi. Hamdan, Iksan dan Aladin poter hidup penggali pasir yang terus menghadapi kerasnya hidup ini. Menikmati kerja merupakan pelajaran dari Iksan dan Aladin yang diusia sebelas tahun tidak lagi menghiraukan teriknya matahari yang membakar tubuh. Hamdan, Iksan dan Aladin tersenyum saat saya pamit pulang. Saat saya starter motor mereka masih memandang ke arah saya. Ketika saya mulai membalikan motor mereka kembali asyik dengan pekerjaan mereka masing-masing tanpa menghiraukan teriknya mentari pukul 12.20 saat mentari mulai merayap di atas ubun-ubun siang itu.

Ngada Menangis

* Sejarah 1972 Kembali Terulang
Oleh Hieronimus Bokilia


Bajawa, Flores Pos Ngada menangis, itulah kata yang terucap ketika menyaksikan tim kesayangan mereka PSN Ngada harus tumbang di tengah jalan. Kekalahan satu gol dari tembakan first time Willy A Pong di menit 44 membuat supporter fanatic PSN Ngada terhenyak tidak percaya menyaksikan tim kesayangan mereka harus kalah. Kekalahan ini seakan mengulang sejarah 37 tahun silam. Bagi PSN Ngada kekalahan ini adalah kekalahan pertama dalam sejarah ETMC di kandang sendiri sedangkan dalam ajang El Tari Cup, PSN Ngada juga pernah mengalami kekalahan di tahun 1972 saat PSN Ngada tumbang oleh PSK Kota Kupang juga dengan skor 1-0 lewat kaki Marsel Dugis. Kejadian itu masih terekam baik di dalam benak pelaku sejarah, Martinus Meo Watu.

Pertandingan yang dipimpin wasit Idris Boli di Stadion Lebijaga, Rabu (29/7), kedua tim langsung bermain menekan sejak menit awal pertandingan. PSN Ngada yang turun dengan kostum kebesaran orange-hitam langsung menghentak pertahanan Persim lewat bola-bola panjang langsung ke jantung pertahanan Persim. Permainan bola-bola panjang PSN Ngada ternyata diladeni Persim Manggarai. Turun dengan kostum hijau-hijau, anak asuhan Priyo Handoko justru melayani pola permainan yang dikembangkan PSN Ngada. PSN Ngada yang bermain di hadapan supporter fanatiknya mencoba menekan pertahanan Persim Manggarai lewat kerja sama No Liko, Hendro Toda, Otha Pone dan Heru Nery. Umpan matang Heru kepada No Liko yang bergerak dari second line. Penjaga gawang Persim, Bram F Mangilay telah keluar dari sarangnya, namun sayang tandukan No Liko melebar di sisi kanan gawang

Kendati selalu gagal merubah kedudukn, tuan rumah PSN Ngada terus menekan pertahanan Persim Manggarai dan sempat membuat repot barisan pertahanan Persim di bawah koordnir Albertus Ambal sang kapten tim. Hendro Toda maupun Otha Pone yang terburu-buru dalam penyelesaian akhir mengakibatkan gol sulit tercipta. Bahkan satu tembakan keras terukur Heru Nery nyaris berbuah gol. Namun berkat akselerasi Bambang Mangilay dengan sigap mengamankan bola dalam pelukannya.

Berada di bawah tekanan, tidak membuat Persim bermain lengah. Justru mereka mampu keluar dar tekanan dan balik membangun serangan. Striker Wily A Pong ditopang sejumlah pemain seperti Laurens Pupa maupun Yoahens Ambon mampu mendukung dalam menekan pertahanan PSN Ngada. Pergerakan dengan bola ataupun tanpa bola yang dilakukan oleh ketiga pemain tersebut membuat lini pertahanan PSN Ngada yang dikoordinir Saver Neto dipaksa bekerja keras mengamankan area pertahanannya. Bahkan beberapa kali lini pertahanan PSN Ngada yang menempatkan Mirus Dhiu, Saver Neto dan Dami Ria dipaksa harus bekerja menghalau pergerakan para pemain Persim Manggarai.

Menit ke-44 babak pertama seakan jadi milik Persim Manggarai. Satu serangan balik cepat Persim mampu dimanfaatkan dengan sempurna. Tendanan first time yang dilesakan Wily A Pong membuat penonton terdiam. Gol tersebut terjadi ketika Wily yang mendapatkan bola matang di area kotak penalty langsung menyambar bola dan mampu mempedayai Hans Dore yang sepanjang laga babak penyisihan grup tidak pernah kebobolan.

PSN Ngada yang tertinggal satu gol mencoba bangkit membangun serangan dan menekan pertahanan Persim Manggarai. Kerja sama yang dibangun No Liko dan sejumlah peman tengah lainnya blum mampu membuahkan gol. Hingga Idris Boli meniup pluit panjang pertanda turun minum babak pertama PSN Ngada belum mampu mengejar ketertinggalan.

PSN Ngada yang ketinggalan satu gol langsung mengurung pertahanan Persim Manggarai di babak kedua. Area pertahanan Persim dikuasai sepenuhnya oleh PSN Ngada. Serangan demi serangan dibangun dari segala lini baik melalui pergerakan Kletus Gabhe, Evo Sabu serta Heru Nery di sayap kanan maupun Hendro Toda dari lini tengah. Namun serangan yang dilancarkan tersebut senantisa kandas begitu memasuki area pertahanan Persim yang begitu teratur menjaga lini pertahanan. Sulitnya PSN Ngada menciptakan gol tidak terlepas dari penampilan gemilang Bram F Mangilay penjag gawang Persim. Bram Mangilay beberapa kali mampu menyelamatkan gawangnya dari tekanan PSN Ngada.

Tekanan demi tekanan yang dibangun PSN Ngada seperti tak kenal lelah untuk menciptakan gol. Persim yang tidak mau kecolongan berupaya bermain bertahan. Namun mereka juga mampu keluar dari tekanan dan membangun serangan balik lewat striker Wily A Pong. 15 menit terakhir serangan PSN Ngada demikian gencarnya dan praktis mengurung pertahanan Persim Manggarai. Namun serangan demi serangan yang dibangun tidak juga berbuah gol.
PSN Ngada nyaris saja menyamakan kedudukan satu menit menjelang pertandiang berakhir namun sontekan Heru yang tinggal berhadapan dengan penjaga gawang gagal membuah gol. Bahkan tendangan kapten tim No Liko hanya membentur tiang gawang. Sundulan Otha Pone juga lagi-lagi gagal menyamakan kedudukan.

Seakan tak percaya, para supporter fanatic ketika wasit Idris Boli meniup pluit panjang berakhirnya pertandingan dengan kemenangan Persim Manggarai. Dengan kemenangan ini Persim Manggarai akan berhadapan dengan Perseftim Flores Timur yang sudah merebut satu tiket ke babak semifinal. Partai keduanya akan dimainkan, Sabtu (1/8) di Stadion Lebijaga.
Priyo Handoko, pelatih Persim Manggarai, mengatakan kemenangan tim Persim karena memang tim Persim berhasil memanfatkan celah di balik kelengahan kubu PSN Ngada dalam mengamankan daerahnya. Persim, kata dia memiliki peluangkecil namun dari satu peluang itu para pemain bisa menciptakn gol. Priyo mengatakan, kubu Persim berani bermain terbuka dalam melayani pola permainan yang dikembangkan oleh PSN Ngada sehingga berhasil menciptakan gol untuk meraih kemenangan atas kubu PSN Ngada.