06 April 2009

Diduga Akibat Makan Gado-Gado, Satu Keluarga Terkena Diare

* Bapak dan Dua Anak di Rawat Di Rumah Sakit
Oleh Hieronimus Bokilia
Ende, Flores Pos
Keluarga Hironimus Suki, guru pada SDLB Negeri Ende dan tiga anaknya yang tingal di Jalan gatot Subroto, Kelurahan Mautapaga mengalami keracunan dan mengakibatkan diare. Kerjadian itu diduga karena mereka sekeluarga makan gado-gado yang dibeli di salah satu rumah makan di Jalan Kelimutu. Akibatnya, Hironimus Suki dan dua orang anaknya masing-masing Hildegardis Suki (16) dan Florentina Suki (13)harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende. Sedangkan anaknya yang lain Febronia Suki (18) yang juga menderita diare hanya dirawat di rumah.
Hironimus Suki saat ditemui di ruang perawatan penyakit dalam RSUD Ende, Sabtu (5/4) mengatakan, selama ini mereka sering makan gado-gado yang dibeli di tempat tersebut namun tidak pernah terjadi seperti itu. Saat kejadian yang dialami dia dan kelaurgannya, dia menduga mungkin karena kebersihan yang kurang terjaga terutama air yang tidak bersih. Air yang ada di rumah juga sudah dibersihkan dan sudah diberi kaporit.
Dikatakan, pada hari Rabu (1/4), mereka sekeluarga makan gado-gado yang dibelikan istrinya dari rumah makan di Jalan Kelimutu tepatnya di depan Kantor Telkom. Setelah dibeli, istrinya langsung membawanya pulang dan diberikan kepada anak-anaknya untuk dimakan. “Saya hanya makan lontong waktu itu.sedangkan istri saya tidak kena karena dia langsung makan di tempat beli dan tidak makan lagi di rumah.” Salah seorang anaknya yakni Hildegardis langsung muntah dan menceret pada Rabu malam. Sedangkan dia dan dua anak lainnya mulai terkena diare pada Jumad pagi. Ada anak yang munta dan menceret, ada yang hanya muntah, sedangkan dia hanya menceret dan tidak muntah.

Kira Hanya Sakit Biasa
Semula, katanya dikira kejadian itu hanya biasa-biasa saja. Namun merasa kondisinya dan anak-anak yang terus diare mulai lemas, kata Hieronimus, dia akhirnya menghubungi keluarga dan meminta untuk dihantar ke rumah sakit. Setelah dirawat sejak Jumad pagi, kondisinya dan kedua anaknya mulai membaik. “kalau awal hampir tiap 5-10 menit sudah harus ke belakang. Kalau sekarang sudah agak jarang.”
Dikatakan, ada kelurga yang meminta agar hal itu dilaporkan ke polisi dan sisa makanan yang dikonsumsi di bawa sebagai bukti untuk diperiksa di laboratorium. Namun, katanya, mereka tidak mau menuduh bahwa mereka keracunan dan diare karena konsumsi makanan. Sejauh ini, katanya, mereka hanya menduga mengalami diare karena mengkonsumsi gado-gado. Lagipula, gado-gadi yang dibeli itu sudah dimakan habis dan tidak ada sisa yang bisa dijadikan contoh untuk dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Padahal, kata dia, selama ini mereka sering makan gado-gado yang dibeli dari tempat itu dan tidak pernah mengalami kejadian seperti itu. Selain itu, katanya, selain makan gad-gado, pada hari itu mereka tidak makan makanan lain di luar rumah. “Kami tidak mau curiga macam-macam. Kami juga sering makan di tempat itu dan tidak kenapa-kenapa. Mungkin hari itu kami lagi sial.”

Mual-Mual dan Mencret
Hildegardis Suki yang dirawat berdampingan dengan ayahnya di ruang perawatan penyakit dalam RSUD Ende, mengatakan, setelah mengkonsumsi gado-gado yang dibawa ibunya, pada malam dia langsung merasa perutnya mual-mual. Setelah itu, dia langsung menceret dan muntah-muntah. Sebelum di bawa ke rumah sakit, kondisinya sudah sangat lemah karena seringnya buang air besar. Namun diakui, setelah menjalani perawatan di rumah sakit, kondisinya sudah agak membaik.
Felixia Delfina, istri Hironimus Suki tidak dapat ditemui. Dia sedang sibuk mengurus salah satu anaknya Florentina yang dirawat di ruang perawatan anak RSUD Ende.

Tidak ada komentar: