13 Januari 2010

Antisipasi Panas Panjang, Pemerintah Lakukan Berbagai Alternatif

Oleh Hieronimus Bokilia


Ende, Flores Pos

Upaya pemerintah dalam mengatasi panas panjang dan curah hujan yang tidak menentu yang akan berdampak pada kemungkinan terjadinya penurunan produksai dan produktifitas hasil-hasil pertanian pemerintah berupaya mengatasinbya degan melakukan upaya antisipasi. Pemerintah berupaya melakukan peningkatan intensitas pemantauan terhadap aktifitas usaha tani dan situasi ketahan pangan di setiap desa/kelurahan juga mendorong petani mengembangkan komoditi tanaman pangan dan holtikultura yang dapat menghasilkan pada kondisi curah hujan yang terbatas.


Langkah antisipatif ini disampaikan Bupati Ende Don Bosco M Wangge dalam jawaban pemerintah atas pandangan umum Fraksi Gabungan Pemuda Kebangsaat Berdaulat dalam rapat paripurna, Sabtu (9/1). Dijelaskan, langkah antisipatif yang dilakukan pemerintah mengatasi panas panjang dan curah hujan yang tidak menentu yakni dengan meningkatkan intensitas pemantauan terhadap aktifitas usaha tani dan situasi ketahan pangan di setiap desa/keluarahan. Pemerintah juga mendorong petani untuk mengembangkan komoditi tanaman pangan dan holtikultura yang dapat menghasilkan pada kondisi curah hujan yang terbatas.


Selain itu, pemerintah juga mendorong petani untuk melakukan penganekaragaman tanaman untuk mengurangi resiko gagal panen. Langkah lain yang dilakukan pemerintah adalah berupaya mendorong petani untuk menintesifkan pemeliharaan atau perawatan terhadap komoditi tanaman perkebunan dan peternakan agar dapat ditingkatkan produksi dan produktifitas yang pada gilirannya akan membantu petani dalam hal aksesibilitas pangan di tingkat rumah tangga.


Pemerintah, kata Bupati Wangge juga berupaya meningkatkan indeks pertanian dan sawah serta memotifasi petani untuk menjual beras hasil usaha tanunyta keluar daerah melalui peningkatan peran dan fungsi lembaga usaha ekonomi pedesaan (LUEP). Pemerintah juga tetap memotifasi petani untuk menghindari aktifitas sosial budaya yang cenderung pada pemborosan. Mengembangkan lumbung pangan desa (LPD) untuk tersedianya cadangan pangan di desa dan melaksanakan intervensi rawan pangan.


Sebelumnya, Heribertus Gani dari Fraksi Gabungan Pemuda Kebangsaan Berdaulat saat membacakan pandangan umum fraksi meminta pemerintah perlu bersikap antisipatif dengan berbagai program dan kebijakan yang dapat membantu mencukupi ketersediaan pangan keluarga menyusul curah hujan yang sangat minim pada musim tanam 2009/2010 ini.


Pantauan Flores Pos di beberapa lokasi, tanaman jagung yang ditanam para petani tidak dapat berkembang dengan baik. Bahkan sejumlah tanaman jagung dan tanaman lainnya di kebun-kebun warga tidak bisa bertahan hidup karena minimnya curah hujan yang terjadi akhir-akhir ini. Para petani juga belum berani menanam ulang karena hujan belum turun secara tetap dalam minggu-minggu terakhir.




Tidak ada komentar: