Tampilkan postingan dengan label kepolisian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kepolisian. Tampilkan semua postingan

22 Juli 2011

140 Liter “Moke” Diamankan dalam Operasi Pekat

· Langgar Pasal 111 UU Kesehatan

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Aparat Kepolisian Resor (Polres) Ende dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) berhasil mengamankan 140 liter “moke”, minuman keras local tanpa ijin. Minuman keras local yang diamankan dari dua lokasi berbeda itu nantinya akan dimusnahkan.

Hal itu dikatakan Kepala Kepolisian Resor Ende, AKBP Darmawan Sunarko kepada wartawan di Mapolres Ende, Jumad (8/7). Kapolres Darmawan Sunarko mengatakan, operasi pekat yang melibatkan hampir semua satuan di Polres Ende ini dilaksanakan sejak 23 Juni-22 Juli mendatang. Sebanyak 30 personil diterjunkan dalam operasi ini yang dipimpin Kabag Ops, Kompol Yohanes M. Opersi pekat tersebut merupakan agenda rutin guna mengurangi dan menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam opersi pekat ini, polisi melakukan penjaringan dan pengawasan terhadap aksi premanisme, wanita pekerja seks komersial, minuman keras dan perjudian.

Dalam operasi pada Kamis (7/7) malam lalu, kata Darmawan Sunarko, tim operasi Pekat berhasil mengamankan minuman keras local di dua tempat berbeda. Pertama di Jalan Pahlawan, Lorong Solavide, tim operasi pekat berhasil mengamankan 120 liter moke yang diisi di dalam empat jeriken ukuran 25 liter moke dari tangan pemiliknya, Karel de Hock.

Masih dalam operasi pada malam yang sama, di Jalan A Yani, tim operasi pekat berhasil mengamankan 20 liter moke di dalam jeriken ukuran 20 liter dari tangan pemiliknya, Fransiskus Laka. Sedangkan dalam operasi pekat pada Rabu (6/7) di Detusoko, tim berhasil mengamankan 40 botol minuman keras berlabel seperti anggur putih dan anggur hitam dari kios Talenta yang tidak memiliki SIUP Minuman Beralkohol.

Terhadap tindakan menjual minuman keras local ini, para pemiliknya diancam penjara empat tahun karena melanggar pasal 111 Undang-Undag Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Sedangkan penjualan minuman berlabel yang tidak memiliki SIUP Minuman Beralkohol, melanggar Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 1998 pasal 25 ayat 1 yang menyatakan, wajib retribusi yang tidak dilaksanakan merugikan Negara, diancam kurungan enam bulan dan denda empat kali nilai retribusi.

Pantauan Flores Pos di ruang Satuan Narkoba, tampak lima jerikan ukuran 25 liter dan 20 liter di jejer di dalamnya. Satu dos minuman berlabel juga ditaruh di situ. Di dalam etalase yang ada di ruangan tersebut, terdapat sejumlah minuman yang disita dalam operasi yang dilaksanakan sebelumnya. Semua minuman yang ada di situ dibawah pengawasan Kaurbin Ops Satuan Narkoba Aipda Ekes Ironie Sinlae.

Peringati Hari Bhayangkara, Polisi Diminta Memberikan yang Terbaik

· Dua Kasus Korupsi Masih Tunggak

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Momentum peringatan Hari Bhayangkara Polri ke-65 merupakan momen tepat bgi jajaran Polri melakukan introspeksi dan retrospeksi terhadap kinerja yang telah dilakukan selama ini serta sejauh mana mampu mengemban amanah yang dipercayakan oleh masyarakat, bangsa dan Negara. Peringatan hari Bhayangkara dijadikan sebagai batu pijakan untuk melangkah maju ke arah yang lebih baik melalui berbagai upaya penguatan serta perbaikan terhadap kelemahan dan kekurangan.

Hal itu dikatakan Kepala Kepolisian RI, Jenderal Timur Pradopo dalam amanatnya yang dibacakan Kapolres Ende, AKBP Darmawan Sunarko dalam upacara peringatan hari Bhayangkara ke-65 di halaman Mapolres Ende,Jumad (1/7).

Selama 65 tahun perjalanan Polri, berbagai cobaan dan tantangan sudah mewarnai perjalanan sejarah pengabdian kepada masyarakat. Kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Polri, sebaliknya memperkaya dan memperkuat nilai-nilai kejuangan insane Bhayangkara sebagai prestasi yang tercatat dalam sejarah bangsa. Ragam pengalaman itu juga menjadikan Polri tegar dan matang mengemban tugas pengabdian sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Situasi aman dan kondusif merupakan bukti nyata sumbangsih serta andil jajaran Polri.

Tantangan tugas yang dihadapi Polri adalah masalah residual yang mengendap pada berbagai aspek kehidupan termasuk dibidang pemerintaha dan kemasyarakatan. Hal ini menuntut kerjasama kemitraan dengan seluruh komponen masyarakat maupun pemangku kepentingan untuk mengeliminasi jauh di hulu permasalahan sehingga dapat menekan terjadinya ganggian kamtibmas serta mengurangi jumlah korban sekecil mungkin.

Kapolres Darmawan Sunarko usai upacara mengatakan, dalam upacara kali ini diberikan sejumlah penghargaan baik kepada tokoh masyarakat, anggota polri, sopir dan tukang ojek. Pemberian penghargaan kepada mayarakat karena merupakan mitra yang ikut menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Bagi kalangan Polri yang diberikan penghargaan karena kerja keras mereka memegungkap sejumlah kasus yang selama ini sulit diungkap. Kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi selama ini sudah berhasl diungkap. Demikian juga kasus narkotika yang prosesnya memakan waktu cukup lama akhirnya mampu diung

Dari sekian banyak kasus yang berhasil diungkap, kata Darmawan, ada dua kasus dugaan korupsi masing-masing di Dinas Pendapatan dan di Dinas Perhubungan yang masih belum berhasil dituntaskan. Jajaran Polres Ende, kata dia akn terus berupaya menuntaskan dua pekerjaan rumah tersebut. Dikatakan selain memberikan penghargaan kepada anggota Polres Ende yang berprestasi, pihaknya juga tidak segan-segan menjatuhkan sanksi tegas bagi anggota yang melakukan pelanggaran.

Hengki Parera, Tokoh Masyarakat Woloare yang mendapatkan penghargaan dari Polres Ende mengatakan, melihat kerja-kerja jajaran Polres Ende selama ini sudah cukup baik. Namun dengan peringatan hari ini diharapkan jajaran Polres Ende dapat semakin meningkatkan profesionalisme mereka dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai penjaga keamanan dan pengayom masyarakat. Jajaran Polres Ende juga dapat meningkatkan moralitas mereka sehingga lebih bertanggungjawab dalam tugas. “Banyak hal yang sudah baik hanya perlu perbaiki dari sisi tugas dan dari sisi moralitas yang perlu ditingkatkan,” katanya.

Kepada masyarakat, kata Parera dia berharap untuk terus memberikan dukungan kepada jajaran Polri sehingga mereka dapat kerja maksimal dalam tugas dan fungsi mereka sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-65 dihadiri Bupati Ende, Don Bosco M Wangge, Dandim 1602 Ende, Letkol Inf. Frans Thomas, Kajari Ende, Adianto dan para pensiunan Polri bersama kluarga. Usai upacara, dilanjutkan dengan acara keluargaan di internal Polres Ende.

15 Juni 2011

Kapolda NTT Akui Tidak Ada Pergerakan NII di NTT

* Terus Lakukan Penyelidikan

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT, Brigjen Yoris Yance Worang mengatakan, hingga saat ini belum ada informasi adanya pergerakan paham Negara Islam Indonesia (NII) di Provinsi NTT. Karena itu dia meminta agar tidak terlalu memainkan isu keberadaan NII di NTT karena akan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Hal itu dikatakan Brigjen Yoris Yance Worang menjawab wartawan usai pengresmian Satuan Kepolisian Air (Satpol Air) Polres Ende dan Polres Manggarai di kompleks Pelabuhan Ipi Ende, Kamis (9/6). Kapolda Yoris Yance Worang mengatakan, terkait adanya informasi adanya perekrutan dan pemberangkatan sejumlah remaja di Flores oleh Pondok Pesantren Al Zaitun baru diketahuinya dan akan didalami terlebih dahulu informasi tersebut.

Dia bahkan meminta media untuk tidak terlalu mempertanyakan soal pergerakan NII di NTT karena hal itu justru akan membuat masyarakat di NTT menjadi resah. Informasi yang berkembang seperti itu nantinya akan didalami. Kapolda juga meminta kepada media untuk tidak memainkan isu itu jika belum memiliki data-data yang akurat karena akan meresahkan masyarakat.

Ditanya adanya keterangan yang disampaikan oleh Komandan Kodim 1602 Ende, Letkol Inf. Frans Thomas soal adanya perekrutan dan pemberangkatan 37 dari 40 orang yang direkrut oleh agen Al Zaitun di Ende, Ngada dan Nagekeo, Kapolda Yoris Yance Worang meminta media untuk tidak mempertentangkan pendapat para pejabat. “Tolong kita ada kode etik,” katanya.

Namun dari informasinyang ada, lanjutnya, akan dilakukan pendalaman. Saat ini, kata dia yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kesiapsiagaan dan mengingatkan kepada masyarakat bahwa informasi yang berkemabng tidak benar karena hingga saat ini belum ada pergerakan NII di NTT.

Wakil Bupati Ende, Haji Achmad Mochdar mengatakan, informasi perekrutan dan pengiriman sejumlah remaja asal Ende, Nagekeo dan Ngada yang disampaikan oleh Dandim 1602 Ende tentunya merupakan hasil kerja intelijen TNI. Namun sejauh ini, kata Wabub Mochdar, belum ada sinyal yang diterima pemerintah dari Kementerian Agama yang menyatakan bahwa Pondok Pesantren Al Zaitun yang menyiapkan kader-kader NII. Kementerian Agama hanya menyatakan bahwa sistem kurikulum yang digunakan adalah kurikulum nasional berbasis Panbcasila. Pemerintah, lanjutnya akan berkoordinasi dengan kementerian untuk mendapatkan kepastian seperti apa keberadaan Pondok Pesantren Al Zaitun tersebut.

Pemerintah, lanjut Wabub Mochdar juga telah mengeluarkan surat himbauan kepada masyarakat melalui para camat dan kepala desa. Himbauan itu dibuat agar masyarakat waspada dan berhati-hati dalam menghadapi situasi dan kondisi agar jangan sampai terjebak dalam hal-hal yang tidak benar. “kita hanya himbau kalau benar Pondok Pesantren Al Zaitun menyiapkan kader untuk NII agar dicegah terutama anak-anak yang akan datang ke sana. Kita patut waspada karena tekad kita NKRI harga mati,” kata Wabub Mochdar.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 40 lulusan SMA/MA tahun ajaran 2011 telah direkrut untuk mengikuti pendidikan di Pondok Pesantren Al Zaitun, yang beberapa hari terakhir santer diberitakan sebagai tempat munculnya paham Negara Islam Indonesia (NII). Empat puluh anak tamatan SMA/MA ini direkrut oleh Amir Usman dan Amir Anton dengan modus mengikuti pendidikan secara gratis di Ponpes Al Zaitun di Pulau Jawa. Ponpes Al Zaitun, dalam kasus ini, disinyalir hanya digunakan sebagai topeng NII untuk merekrut anggota di Flores.

Dari 40 orang yang direkrut, tiga orang di antaranyta batal berangkat dan menarik diri setelah mengikuti pemberitaan di media bahwa peserta yang direkrut akan dihipnotis dan dicuci otaknya untuk didoktrin ajaran dan paham NII. Tiga orang yang batal berangkat tersebut satu berasal dari Nangapanda, Kabupaten Ende, dan dua lainnya berasal dari Kabupaten Ngada.

Komandan Kodim (Dandim) 1602 Ende, Letkol Inf. Frans Thomas mengatakan hal itu di ruang kerjanya, Rabu (8/6). Frans Thomas mengatakan, setelah dilakukan pengecekan di lokasinya, keberadaan Ponpes AL Zaitun ternyata mengajarkan kurikulum nasional dan tidak bertentangan dengan Pancasila. Namun, diduga Al Zaitun merupakan agen dari NII dan mereka melakukan perekrutan remaja yang baru tamat SMA/MA untuk diberangkatkan.

Amir Usman dan Amir Anton yang melakukan perekrutan dan langsung kembali ke Al Zaitun bersama para remaja yang telah direkrut tersebut. Dari upaya perekrutan yang mereka lakukan di Ende, Ngada dan Nagekeo, keduanya berhasil merekrut sebanyak 40 orang dan berhasil diberangkatkan sebanyak 37 orang. Tiga orang yang tidak berhasil dibawa ke Al Zaitun ini yang setelah ditelusuri mengakui mereka direkrut oleh Amir Usman dan Amir Anton.

Selain Amir Usman dan Amir Anton, ada satu orang lagi yang menetap di Ende, yang ditugaskan juga untuk melakukan perekrutan. Oknum yang saat ini sedang dan terus diselidiki itu, kata Frans Thomas, diidentifikasi saat ini tinggal di Perumnas dan sehari-hari bekerja sebagai penjual kerupuk.

Menurutnya, hal seperti ini harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat, agar masyarakat lebih waspada dan melakukan pencegahan dini. Yang dikhawatirkan dari keberadaan NII, lanjutnya, bukan soal ajaran agamanya, melainkan ideologinya yang bertentangan dengan Pancasila. Kondisi seperti itu, lanjut Frans thomas, perlu ditangkap dan dicegah untuk tidak menimbulkan kerawanan di kemudian hari. “Intinya sekarang adalah perkuat toleransi, sebab toleransi kuat yang bisa menjaga perasaan orang lain. Jadi toleransi dan kerukunan harus dipertahankan dan ditingkatkan,” kata Frans Thomas.

Satpol Air Polres Ende Resmi Dioperasikan

· Diresmikan Bersama Satpol Air Polres Manggarai

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Satuan Kepolisian Air (Satpol Air) Polres Ende resmi mulai beroperasi setelah diresmikan oleh Kepala Kepolisian daerah (Kapolda) NTT, Brigjen Yoris Yance Worang. Pengresmian Satpol Air Polres Ende ini dilakukan bersamaan dengan Satpol Air Polres Manggarai.

Kapolda NTT, Brigjen Yoris Yance Worang pada kesempatan pengresmian, Kamis (9/6) mengatakan, perairan di wilayah NTT sering dihadapkan dengan tindakan-tindakan kejahatan di perairan yang menjadi wilayah kerja Polres setempat. Pengoperasian Satpol Air Polres Ende dan Manggarai ini merupakan bukti nyata upaya menanggulangi ancaman kejahatan yang sering terjadi di perairan. Ini juga merupakan upaya Polri dalam memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di perairan Polres masing-masing.

Langkah yang dilakukan itu juga merupakan perwujudan tugas Polri memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan rasa aman, nyaman dalam menjalankan aktifitas sehari-hari agar dapat berjalan lebih baik. Situasi kemanan dan ketertiban masyarakat, lanjutnya masih diwarnai ancaman antara lain penangkapan ikan menggunakan bom, ilegal fishing dan pencemaran laut di periran Indonesia yang mencemarkan nama baik Indonesia di mata Internasional.

Semua itu, lanjutnya harus dihadapi satpol Air dan membawa beban berat dalam tugas guna memelihara keamanan danketertiban masyarakat sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Polres Ende dan Polres Manggarai, kata dia dengan pengoperasian satpol Air ini diharapkan agar pelayanan kepolisian semakin meningkat dan memaksimalkan satuan ini agar situasi tetap aman dan kondusif. “Tunjukan bahwa kehadiran satuan ini berdampak positif,” katanya.

Dia berharap, dukungan seluruh masyarakat agar Satpol Air baik di Ende dan Manggarai dapat menjalankan tugas dengan baik dan dapat meningkatkan tugas operasionalnya. “Saya yakin masyarakat tidak memandang pada siapa anggota Polri tetapi pandang partisipasinya untuk institusi Polri yang bantu penegakan hukum dan pengatyoman untuk menjaga situasi kamtibmas,” kata Yoris Yance Worang.

Pengresmian Satpol Air Polres Ende dan Ngada ditandai dengan pembukaan selubung papan nama Satpol Air Polres Ende disaksikan Wakil Bupati Ende, Haji Acmhad Mochdar, Dandim 1602 Ende, Letkol Inf Frans Thomas, Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Asiadi, Kapolres Ende, AKBP Darmawan Sunarko. Usai penarikan selubung, kapolda menandatangani prasasti dan menggunting pita kantor satpol Air Polres Ende di kompleks Pelabuhan Ipi.

13 Februari 2011

Jelang Hari Raya, Seluruh Umat Diajak Jaga Ketenangan

  • Libatkan 490 Personil Amankan Natal

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Seluruh umat di Kabupaten Ende diajak untuk menjaga ketenangan, keamanan dan ketertiban terutama menjelang perayaan Natal dan tahun baru. Apalagi, pada tahun ini, Ende mendapatkan kehormatan dikunjungi Wakil Presiden, Boediono.

Hal itu dikatakan Kepala Kepolisian Resor Ende, AKBP Darmawan Sunarko di Mapolres Ende beberapa waktu lalu. Kapolres Sunarko mengatakan, kondisi keamanan saat ini dalam keadaan kondusif. Karena itu, kondisi ini hendaknya tetap terjaga sampai perayaan natal dan tahun baru.

Aparat keamanan, lanjutnya siap mengamankan perayaan natal dan tahun baru. Namun demikian, seluruh umat juga harus ikut membantu menjaga ketenangan, keamanan dan ketertiban selama perayaan. Tingkast kerawanan menurutnya di mana-mana selalu ada dan bisa saja terjadi. Karena itu, butuh kerja sama semua pihak dalam menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Ini pertaruhan nama baik kabupaten. Apalagi menjelang kunjungan Wapres Boediono,” kata Sunarko.

Untuk pengamanan perayaan natal nanti, sebanyak 490 personil akan disiagakan. Personil ini tidak saja dari unsur Polri namun juga dari unsur TNI, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan. Dikatakan, dalam pengamanan ini, aparat juga akan berkoordinasi dengan pihak gereja karena di setiap gereja juga memiliki pengamanan internal.

Sebelum dilakukan pengamanan, lanjut Sunarko, pihaknya akan mengundang pihak gereja untuk membicarakan sistem pengamanan yang akan dilakukan pada hari raya nanti. Kepada pihak gereja diharapkan selalu mengantisipasi terjadinya pencemaran pada saat perayaan. Kepada umat yang menghadiri , Kapolres Sunarko juga mengharapkan untuk tidak perlu membawa tas yang besar-besar dan cukup membawa apa yang dibutuhkan pada saat misa. Kalaupun membawa tas, nanti akan dilakukan pemeriksaan di pintu masuk gereja. “Ini juga demi keamanan pribadi dan menghindari terjadinya penjambretan,” katanya.

Dikatakan, untuk persiapan pengamanan natal nanti, akan dilakukan gelar pasukan pada 23 Desember. Setelah dilakukan gelar pasukan akan langsung dilakukan sterilisasi di gereja-gereja bersama Brimob. Setelah dilakukan sterilisasi di setiap gereja, akan langsugn ditempatkan dua petugas untuk melakukan penjagaan di gereja. Untuk gereja-gereja yang ada di seputar Kota Ende, pengamanan dilakukan oleh personil dari Polres Ende dibantu anggota Polsek terdekt. Sedangkan gereja-gereja yang ada di daerah akan dibantu pengamanan dari personil yang ada di Polsek masing-masing.

19 Desember 2010

Kebakaran Kantor Dinas PPO, Kapolres Terbitkan SP2HP

  • Dilanjutkan Jika Ada Novum

Oleh Hieronimus Bokilia

Ende, Flores Pos

Kepala Kepolisian Resor Ende, AKBP Darmawan Sunarko mengatakan, terkait kebakaran yang menimpa Kantor Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO), pihaknya telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

Dalam surat keterangan yang diterbitkan itu, intinya menyatakan bahwa tidak ada tindak pidana terkait adanya kebakaran kantor dinas tersebut. Kebakaran yang terjadi disebabkan karena terbakarnya sampah yang ada di belakang kantor dinas.

“Jadi sumber apinya dari sampah yang dibakar di belakang kantor dinas,” kata Kapolres Darmawan Sunarko kepada Flores Pos di Mapolres Ende, Jumad (17/12). Apalagi, lanjutnya, di belakang kantor dians itu, banyak tumpukan sampah yang tidak saja dari kantor tapi juga dbuang oleh masyarakat. Selain itu, di kantor tersebut banyak sekali kertas dan gedungnya dari papan dan tripleks sehingga mudah terbakar.

Sunarko mengatakan, SP2HP tersebut sudah dikeluarkan sejak seminggu yang lalu. Surat dimaksud, lanjut dia, telah dikirimkan pula kepada bupati, ketua DPRD Ende, Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas PPO. Karena itu, kata Sunarko, pembangunan yang sempat dipersoalkan beberapa waktu lalu dapat terus dilanjutkan.

Menurutnya, dengan diterbitkannya SP2HP bukan berarti pihaknya menghentikan proses penyelidikan atas kasus itu. Tim tetap dibentuk untuk terus mendalami. Jika nantinya ada novum atau bukti baru yang mengarah kepada kasus itu maka kasusnya dapat diselidiki kembali.