17 April 2009

Satu Penderita Demam Berdarah Meninggal Dunia

* Terlambat Dibawa ke Rumah Sakit
Oleh Hieronimus Bokilia
Ende, Flores Pos
Selama Januari-April 2009, terdapat 25 penderita demam berdarah. Satu penderita dari daerah Perumnas meninggal dunia karena terlambat dibawa ke rumah sakit.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ende telah melakukan pengasapan (fogging) di sejumlah tempat, terutama dalam radius 200 meter dari tempat penderita DBD. Petugas Dinas Kesehatan telah pula memberikan sosialisasi mengenai penanganan demam berdarah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Agustinus G Ngasu di ruang kerjanya, Kamis (16/4) mengatakan, korban meninggal di Perumnas itu belum bisa dipastikan menderita demam berdarah. Karena saat masuk rumah sakit, pasien sudah dalam keadaan shock.

“Saat sedang diberikan pertolongan pasien langsung meninggal. Belum ada pemeriksaan laboratorium yang memastikan pasien meninggal karena DB.”
Dia bilang, untuk memastikan korban menderita demam berdarah perlu dicek kembali perawatan sebelumnya dan diagnosa macam apa yang pernah dilakukan terhadap pasien tersebut.

Sementara itu sejak lima hari lalu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende merawat satu pasien demam berdarah dari Woloweku.
Begitu diketahui ada pasien demam berdarah, petugas langsung melakukan pengasapan di sekitar lokasi, Rabu (15/4). Pengasapan juga dilakukan di lokasi Masjid Raya karena terdapat pasien demam berdarah yang sekarang lagi dirawat di Kupang.

Tiga M
Dia imbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengubah pola hidup. Masyarakat perlu lakukan tiga M yakni menguras bak dan penampung air lainnya dan dibersihkan secara rutin, menutup rapat semua tempat penampungan air dan mengubur semua barang bekas yang dapat menjadi tempat penampung air dan tempat hidup jentik nyamuk penyebar demam berdarah.

Total 25 Penderita
Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Yoseph Deo mengatakan, hingga April sudah terdapat 25 penderita demam berdarah dan satu di antaranya meninggal dunia. Rinciannya 13 penderita di Lio Timur dan 12 penderita di dalam kota.


Di daerah Kota Ende, wilayah Perumnas merupakan daerah yang paling rawan demam berdarah. Mungkin saja permukiman yang padat dan masyarakat sekitar kurang menjaga kebersihan lingkungan.

Bupati Ende Don Bosco M Wangge dalam jumpa pers di ruang kerjanya mengatakan, penderita demam berdarah meninggal karena pemerintah salah urus. Alokasi dana untuk penanganan demam berdarah hanya senilai Rp12 juta per tahun.
Dia mengakui, tahun anggaran 2009 ini merupakan tahun anggaran paling jelek untuk sektor kesehatan karena alokasi dananya sanat minim.

Apakah Demam Dengue?
Menurut situs www. Blogdokter.net, demam dengue umumnya menyerang orang yang kekebalan tubuhnya sedang menurun. Sebenarnya saat kita terkena infeksi dengue, tubuh akan memproduksi kekebalan terhadap tipe virus dengue tersebut, kekebalan ini akan berlangsung seumur hidup. Sayangnya, demam dengue disebabkan oleh banyak strain atau tipe virus sehingga walaupun kita kebal terhadap salah satu tipe namun kita masih dapat menderita demam dengue dari tipe virus yang lain.

Demam berdarah dengue atau DBD merupakan demam dengue dengan derajat yang lebih berat. Perbedaan yang paling utama adalah pada demam dengue tidak ditemukan manifestasi perdarahan pada pasien. Pada kulit pasien dengan demam dengue hanya tampak ruam kemerahan saja sementara pada pasien demam berdarah dengue akan tampak bintik-bintik perdarahan. Selain perdarahan pada kulit, penderita demam berdarah dengue juga dapat mengalami perdarahan dari gusi, hidung, usus dan lain lain. Bila tidak ditangani segera, demam berdarah dengue dapat menyebabkan kematian.
Demam dengue banyak terjangkit di daerah tropis dan subtropis.

Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita demam dengue tiap tahun. Hal ini mungkin disebabkan oleh karena curah hujan di Asia yang sangat tinggi terutama di Asia timur dan selatan ditambah dengan sanitasi lingkungan yang tidak bagus.
WHO memperkirakan lebih dari 500.000 dari 50 juta kasus demam dengue memerlukan perawatan di rumah sakit. Lebih dari 40% penduduk dunia hidup di daerah endemis demam dengue.

Virus dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sebelumnya sudah menggigit orang yang terinfeksi dengue. Populasi nyamuk ini akan meningkat pesat saat musim hujan namun nyamuk Aedes aegypti juga dapat hidup dan berkembang biak pada bak-bak penampungan air sepanjang tahun. Satu gigitan nyamuk yang telah terinfeksi sudah mampu untuk menimbulkan penyakit dengue pada orang yang sehat.
Penularan demam dengue tidak bisa langsung dari manusia ke manusia tetapi harus melalui perantara nyamuk sehingga kita tidak perlu khawatir kontak langsung dengan penderita demam dengue.

Gejala
Setelah tergigit nyamuk pembawa virus, masa inkubasi akan berlangsung antara 3 sampai 15 hari sampai gejala demam dengue muncul. Gejala demam dengue akan diawali oleh perasaan menggigil, nyeri kepala, nyeri saat menggerakan bola mata dan nyeri punggung. Kesakitan pada tungkai dan sendi akan terjadi beberapa jam sejak gejala demam dengue mulai dirasakan. Suhu tubuh akan meningkat dengan cepat mencapai 40 derajat celcius dengan detak nadi yang normal serta tekanan darah yang cenderung turun. Bola mata akan tampak kemerahan. Kemerahan juga tampak pada wajah yang dengan cepat akan menghilang.

Kelenjar pada leher dan tenggorokan terkadang ikut membesar.Demam dan gejala lain dari demam dengue akan berlangsung selama 2 hari yang kemudian diikuti oleh penurunan suhu yang cepat dengan diiringi oleh produksi keringat yang meningkat. Periode penurunan suhu ini biasanya berlangsung sehari, selanjutnya suhu tubuh akan meningkat lagi dengan cepat. Saat ini seluruh tubuh pasien akan kemerahan kecuali pada wajah.*



Tidak ada komentar: