14 Mei 2009

Polisi Kembali Lepas Dua Tersangka Pelaku Pengeroyokan

* Dua Tersangka Lain Masih Ditahan
Oleh Hieronimus Bokilia


Ende, Flores Pos
Kepolisian Resor Ende setelah melalui pemeriksaan yang detail terhadap empat tersangka pelaku (bukan tiga) yang melakukan pengeroyokan akhirnya melepas dua dari empat tersangka pelaku yang ditahan. Keduanya dilepas karena tidak cukup bukti keterlibatan keduanya dalam aksi pengeroyokan yang terjadi pada Sabtu malam lalu. Sedangkan dua tersangka pelaku lainnya atas nama Raldi dan Aldi masih ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.

Hal itu dikatakan Wakil Kepala Kepolisian Resor Ende, Komisaris Polisi Arly Jembar Jumhana kepada Flores Pos di ruang kerjanya, Selasa (12/5). Kompol Jumhana mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan, ternyata pada Sabtu malam lalu terjadi dua kasus. Kasus pertama yakni kasus pelemparan terhadap korban Fandi yang juga warga Paupanda dan kasus kedua adalah kasus pengeroyokan atas Ali Hasan juga warga Paupanda. “Mungkin karena dua kasus pengeroyokan ini yang menyebabkan warga marah.”

Masih Dirawat di Rumah Sakit
Atas kasus pelemparan terhadap Fandi, kata Jumhana, hingga saat ini korban masih dirawat intensif di rumah sakit. Sedangkan korban Ali Hasan sudah diperbolehkan kembali ke rumah. Mengingat ada dua kasus yang terjadi maka polisi masih kembali melakukan pengembangan penyelidikan guna mengetahui lebih detil per kasus.

Dari empat pelaku yang ditahan sebelumnya, kata Jumhana, dua tersangka pelaku sudah dibebaskan. Kepada keduanya dikenai wajib lapor oleh polisi. Sedangkan dua tersangka lainnya yakni raldi dan Aldo masih ditahan. Namun diakuinya, polisi masih mengembangkan penyelidikan dan tidak menutup kemungkinan bakal ada penambahan jumlah tersangka baru yang masih berada di luar terkait dengan kasus ini.

Kembali Normal
Sementara menyangkut kondisi keamanan, Kompol Jumhana katakan sejauh ini sudah kembali aman dan aktoiftas sudah kembali normal sejak Senin kemarin. Tidak ada lagi aksi susulan menyusul telah ditangkapnya empat orang tersangka pelaku pengeroyokan. Kepada masyarakat, dia mengimbau untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban dan tidak mudah terprovokasi. Terhadap kasus yang terjadi diharapkan warga untuk mempercayakan prosesnya kepada polisi.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim gabungan yang terdiri atas Polsek Ende, Polres Ende dan Brimob Kompi C Ende berhasil menangkap tiga tersangka pelaku pengeroyokan masing-masing Arnold, Aldo dan Raldi. Ketiga tersangka pelaku ini ditangkap karena dianggap aksi pengeroyokan mereka pada hari Sabtu malam lalu atau malam minggu (9/5) menimbulkan reaksi keras warga Paupanda hingga berbuntut aksi penyerbuan.
Aksi penyerbuan yang dilakukan pada minggu malam itu dengan meledakan dua buah bom ikan mengakibatkan satu tempat pengetikan dan tambal ban serta satu rumah penduduk rusak. Pada aksi penyerbuan itu, juga terjadi dua kali ledakan yang diduga kuat berasal dari bom ikan. Namun kepastian ledakan yang terjadi pada aksi penyerbuan itu masih dalam penyelidikan aprat kepolisian.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Ende, Komisaris Polisi Arly Jembar Jumhana di Mapolres Ende, Senin (11/5) mengatakan, aksi penyerbuan yang terjadi pada hari Minggu malam itu merupakan buntut dari aksi pengeroyokan terhadap warga Paupanda yang terjadi pada hari Sabtu malam lalu. Pada Sabtu malam itu, kata Jumhana, korban atas nama Ali Hasan baru kembali dari Lokoboko. Dia dikeroyok tiga orang pelaku dan sebelum pengeroyokan pelaku terlebih dahulu menanyakan asal korban. Setelah dijawab korban berasal dari Paupanda, ketiga pelaku katakan mereka sedang ada masalah dengan orang Paupanda dan kemudian langsung memukul korban.

Warga Marah
Akibat pengeroyokan terhadap Ali Hasan itu, warga Paupanda marah. Mereka kemudian hendak turun langsung ke kompleks Dolog untuk mencari para pelaku yang telah mengeroyok korban. Massa ytang datang dan melakukan penyerbuan ke kompleks Dolog, kata Jumhana tidak saja dari warga Paupanda. Massa yang datang tidak dapat diidentifikasi asal mereka karena jumlahnya begitu banyak. Namun atas aksi penyerbuan itu, katanya, polisi sangat menyesalkan. “Apalagi sampai bawa bom dan ada dua kali ledakan.”

Jumhana mengimbau kepada warga Paupanda agar tidak perlu melakukan aksi-aksi susulan dan menyerahkan seluruh prosesnya pada kewenangan polisi. Polisi, kata dia juga telah bergerak cepat dan mengamankan tiga tersangka pelaku pengeroyokan yang telah memicu terjadinya penyerbuan warga. Kepada warga, katanya diminta untuk menahan diri . “Hati boleh panas tapi kepala harus dingin.” Dia juga mengharapkan masyarakat untuk tidak mudah terprofokasi dan merelakan masalah ini ditangani aparat kepolisian.

Kepala Satuan reserse dan kriminal Polres Ende, Iptu Nugraha Pamungkas di ruang kerjanya mengatakan, kejadian pengeroyokan pada Sabtu malam lalu skitar pukul 24.00. berdasarkan keterangan dari korban Ali Hasan yang telah diambil keterangannya, dia mengakui ada tiga orang pelaku yang melakukan pengeroyokan. Atas informasi dari korban, polisi langsung melakukan pencarian terhadap pelaku pengeroyokan. “Tadi pagi (Senin pagi) tim gabungan dari Polsek Ende, Polres Ende dan Brimob sudah berhasil tangkap tiga orang pelaku. Mereka bersembunyi di salah satu rumah teman mereka di BTN.”

Lari Sembunyi
Dikatakan, pada saat kejadian penyerbuan pada Minggu malam kemarin, ketiga tersangka pelaku pengeroyokan ini lari bersembunyi. Ketiganya bersembunyi di rumah teman mereka yang ada di Perumahan Mautapaga Permai. Setelah ditangkap dan diambil keterangannya, kata Pamungkas, ketiga tersangka pelaku masing-masing Arnold, Aldo dan Raldi mengakui telah melakukan pengeroyokan terhadap Ali Hasan. Ketiga tersangka pelaku juga mengakui masih ada tiga teman mereka lagi yang ikut melakukan pengeroyokan. Namun ketiga orang itu belum diamankan polisi karena berdasarkan pengakuan korban hanya ada tiga pelaku yang mengeroyoknya.

Dikatakan, akibat aksi pengeroyokan pada Sabtu malam lalu, korban mengalami luka-luka dan memar pada pelipis kiri. Aksi itu telah menyebabkan terjadinya penyerbuan pada Minggu malam. Penyerbuan itu, kata dia dipicu oleh aksi pengeroyokan dan hingga Minggu malam polisi belum mengamankan para tersangka pelaku pengeroyokan. Apalagi, penyerbuan itu juga kemungkinan dipicu oleh ulah para pelaku pengeroyokan yang sebelum mengeroyok menanyakan asal korban yang dijawab berasal dari Paupanda.

Iptu Pamungkas mengatakan, selain memproses para pelaku pengeroyokan terhadap Ali Hasan, polisi juga masih terus melakukan penyelidikan atas kasus penyerbuan yang terjadi pada Minggu malam kemarin. Untuk kasus penyerbuan ini, kata Pamugkas, polisi saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan bukti-bukti. Terkait adanya dua kali ledakan yang diduga kuat merupakan bom ikan, dia katakan bunyi ledakan juga belum dapat dipastikan dan masih terus diselidiki termasuk pelaku yang melakukan peledakan. Polisi, katanya belum bisa langsung menarik simpul dan mengatakan pelaku pengrusakan berasal dari Paupanda. Hal itu karena pada malam kejadian penyerbuan, massa datang dalam jumlah banyak dan tidak semua berasal dari Paupanda.



Tidak ada komentar: